Asuhan Keperawatan Gerontik Tn. S (77 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardioveskuler : Hipotensi Di Bpstw Pakutandang Ciparay

Asuhan Keperawatan Gerontik Tn. S (77 Tahun)
Dengan Gangguan Sistem Kardioveskuler : Hipotensi
Di Bpstw Pakutandang Ciparay

Asuhan Keperawatan Gerontik Tn

Asuhan Keperawatan Gerontik Tn

1.    Pengkajian
A.    Identitas klien
Nama                  : Tn. S
Umur                  : 77 tahun
Jenis Kelamin    : Laki-laki
Alamat               : Bandung
Pendidikan        : Tidak Sekolah
Agama                : Islam
Suku/Bangsa     : Sunda/Indonesia
Pekerjaan          : Petani
Alamat               : Bandung
Status                : Duda
Tanggal masuk panti werdha    : Januari 2014
Tanggal pengkajian        : 16 Juli 2014

B.    Status kesehatan saat ini
1.    Riwayat penyakit sekarang:
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 16 Juli 2014 klien mengeluh kepalanya terasa panas dan pusing, pusing dirasa bertambah berat jika klien berdiam diri dan berkurang jika klien bergerak, pusing yang dirasakan oleh klien seperti berputar, pusing yang dirasakan di area kepala, pusing dirasakan klien sangat menggangu, pusing yang dirasakan klien terus menerus.
2.    Riwayat kesehatan dahulu
Pada saat dilakukan pengkajian klien mengatakan dirinya tidak memiliki riwayat penyakit berat. Klien mengatakan sebelumnya tidak pernah sakit sampai di rawat di rumah sakit, apabila sakit klien dapat sembuh hanya dengan berobat ke dokter, puskesmas dan dengan obat warung.
3.    Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan di keluarga tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit yang sama seperti yang klien alami saat ini.

C.    Pemeriksaan fisik head to toe
1.    Keadaan umum
Tingkat kesadaran    : Compos mentis
GCS    : E = 4                 M = 6            V = 5   (15)
Penampilan    : Klien tampak bersih
Keadaan    : Klien tampak lemah
Tanda-tanda vital
TD    : 110/60 mmHg
Nadi    : 80 x/menit
Suhu    : 37,0 0C
Respirasi    : 20 x/menit

2.    Kepala
Kepala simetris, bentuk bulat, warna rambut putih beruban, distribusi rambut merata, tidak ada lesi dan nyeri.

3.    Wajah
Wajah sudah keriput, terdapat kumis yang sudah sedikit beruban, fungsi sensasi masih baik terbukti dengan klien dapat merasakan goresan lembut kapas dan kertas.

4.    Telinga
Telinga simetris, posisi pina sejajar dengan mata, tidak ada lesi dan kemerahan, lubang telinga bersih, daun telinga elastis, fungsi pendengaran masih baik terbukti dengan klien masih mampu mendengar dan berbincang-bincang dengan mahasiswa tanpa harus bicara dengan nada keras dan pengulangan kata.

5.    Mata
Alis simetris, kelopak mata mampu mengedip, konjungtiva tidak anemis, sklera sedikit ikterik, warna pupil coklat, fungsi penglihatan sudah sedikit menurun terbukti dengan klien tidak bisa membaca dengan jelas tulisan kecil jika tidak menggunakan kacamata.

6.    Hidung
Tidak ada lesi ataupun sekret, septum berada di tengah-tengah kedua lubang hidung, tidak ada kesulitan dalam bernapas, klien dapat membedakan bau minyak kayu putih dan balsem.

7.    Mulut
Warna merah kecoklatan, mukosa lembab, tidak ada lesi, klien sudah tidak memiliki gigi, lidah berwarna merah keputihan, uvula berada ditengah, fungsi pengecapan masih baik terbukti dengan klien mengatakan masih bisa membedakan rasa masih, asin, asam, dan pahit.

8.    Leher
Tidak ada pembengkakan, pergerakan leher tidak kaku, tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, refleks menelan klien masih baik dan tidak merasakan nyeri saat menelan.

9.    Toraks
Tidak ada jaringan parut, frekuensi napas 20 x/menit, tidak ada bunyi jantung tambahan.

10.    Abdomen
Warna kulit merata, tidak terdapat lesi, terdapat nyeri tekan pada abdomen bagian bawah, skala nyeri 4 (1-10), klien terlihat meringis pada saat dipalpasi daerah yang sakit, kandung kemih teraba penuh, hepar tidak teraba, ginjal tidak teraba, klien mengatakan tidak ada rasa nyeri pada saat BAK maupun BAB.

11.    Ektremitas atas dan bawah
Bentuk kedua tangan dan kaki simetris, tidak ada benjolan maupun lesi, tidak ada pembengkakan maupun kemerahan, kekuatan otot kedua tangan 5 dan kekuatan otot kedua kaki 5, klien mengatakan kadang kedua telapak kakinya suka merasakan kesemutan.

»» Untuk File Lengkapnya Klick Disini

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *