Macam Macam Jenis Luka Dan Penanganannya

Macam-Macam Jenis Luka Dan Penanganannya

Macam Macam Jenis Luka Dan Penanganannya

Macam Macam Jenis Luka Dan Penanganannya

Pengertian Luka
Luka merupakan rusaknya kesatuan/komponen jaringan, di mana secara spesifik terdapat substansi jaringan yg rusak atau hilang.

Disaat luka timbul, beberapa efek akan muncul :

  • Respon stres simpatis
  • Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ
  • Perdarahan & pembekuan darah
  • Kematian sel
  • Kontaminasi bakteri

Jenis Luka

1. Berdasarkan Tingkat Kontaminasi Luka.

Luka Bersih (Clean Wounds). Yg dimaksud dengan luka bersih ialah luka bedah tidak terinfeksi yg mana luka tersebut tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) & pula infeksi pada system pernafasan, pencernaan, genital & urinari tidak terjadi
Luka bersih terkontaminasi (Clean-contamined Wounds). Jenis luka ini merupakan luka pembedahan di mana saluran respirasi,  genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu dapat terjadi.
Luka terkontaminasi (Contamined Wounds) merupakan luka terbuka, fresh, luka akibat sebuah kecelakaan & operasi dengan kerusakan besar dengan menggunakan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna.
Luka kotor/infeksi (Dirty or Infected Wounds) yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka. & pastinya kemungkinan terjadinya infeksi pada luka jenis ini dapat semakin besar dengan adanya mikroorganisme tersebut.

2. Berdasarkan Kedalaman & Luasnya Luka.

  • Stadium I : Luka Superfisial (Non-Blanching Erithema). Luka jenis ini merupakan luka yg terjadi pada lapisan epidermis kulit.
  • Stadium II : Luka “Partial Thickness”. Luka jenis ini ialah hilangnya sebuah lapisan kulit pada lapisan epidermis & bagian atas dari lapisan dermis. Ialah luka superficial & adanya tanda klinis seperti halnya abrasi, blister atau lubang yg dangkal.
  • Stadium III : Luka “Full Thickness”. Luka jenis ini merupakan hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yg bisa meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yg mendasarinya. Luka ini timbul secara klinis yang merupakan suatu lubang yg dalam dengan atau tanpa merusak jaringan di sekitarnya.
  • Stadium IV : Luka “Full Thickness”. Luka pada jenis ini ialah luka yg telah mencapai lapisan otot, tendon & tulang dengan adanya destruksi / kerusakan yg luas.

3. Berdasarkan Waktu Penyembuhan Luka.

Luka Akut. Luka akut merupakan jenis luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yg telah disepakati.
Luka Kronis. Luka kronis merupakan jenis luka yang yang mengalami kegagalan ketika dalam proses penyembuhan, dapat terjadi karena factor eksogen & endogen.

MACAM LUKA & PENANGANANYA

1. Vulnus excoriasi (Luka lecet)

  • Pengertian : Jenis luka yg satu ini derajat nyerinya umumnya lebih tinggi dibanding luka robek, mengingat luka jenis ini umumnya terletak di ujung-ujung syaraf nyeri di kulit.
  • Cara penanganan : Pertama yg mesti dilakukan yaitu membersihkan luka terlebih dulu memakai NaCl 0,9%, & bersiaplah mendengar teriakan pasien, dikarenakan jenis luka ini tidak memungkinkan kita melaksanakan anastesi, tetapi analgetik boleh diberikan. Setelah bersih, memberi desinfektan. Perawatan jenis luka ini merupakan perawatan luka terbuka, tetapi mesti tetap bersih, hindari penggunaan IODINE salep pada luka jenis ini, sebab hanya akan menjadi sarang kuman, & pemberian IODINE serta tidak perlu dilakukan tiap hari, dikarenakan bakal melukai jaringan yg baru terbentuk.

2. Vulnus punctum (Luka tusuk)

  • Pengertian : Luka tusuk rata rata yaitu luka akibat logam, nah yg mesti diingat sehingga kita mesti curiga adalanya bakteri clostridium tetani dalam logam tersebut.
  • Cara penanganan : Aspek mula-mula saat menonton pasien luka tusuk merupakan jangan sampai asal menarik benda yg menusuk, lantaran mampu mengakibatkan perlukaan area lain maupun berkaitan pembuluh darah. Jikalau benda yg menusuk telah dicabut, sehingga yg mesti kita melakukan yaitu membersihkan luka secara memanfaatkan H2O2, seterusnya didesinfktan. Lubang luka ditutup memakai kasa, tetapi dimodifikasi maka ada ajaran hawa yg berjalan.

3. Vulnus contussum (luka kontusiopin)

  • Pengertian : luka kontusiopin merupakan luka memar, pastinya jangan sampai diurut maupun ditekan-tekan, lantaran cuma aka mengakibatkan robek pembuluh darah makin lebar saja.
  • Cara penanganan : Yg butuh dilakukan yaitu kompres dgn air dingin, dikarenakan bakal mengakibatkan vasokontriksi pembuluh darah, maka memampatkan pembuluh-pembuluh darah yg robek.

4. Vulnus insivum (Luka sayat)

  • Pengertian : luka sayat merupakan jenis luka yg disababkan lantaran sayatan dari benda tajam, bisa logam ataupun kayu & lain sebgainya. Jenis luka ini umumnya tipis.
  • Cara penanganan : yg perlu dilakukan ialah membersihkan & memberikan desinfektan.

5. Vulnus schlopetorum

  • Pengertian : jenis luka ini disebabkan karena peluru tembakan, sehingga mesti segera dikeluarkan tembakanya.
  • Cara penanganan : jangan sampai langsung mengeluarkan pelurunya, tetapi yg mesti dilakukan ialah membersihkan luka dengan H2O2, berikan desinfektan & tutup luka. Biarkan luka selama kurang lebih dalam waktu seminggu baru pasien dibawa ke ruangan operasi untuk dikeluarkan pelurunya. Di Harapkan dalam waktu seminggu posisi peluru telah mantap & tidak bergeser lantaran setidaknya sudah terbentuk jaringan bari disekitar lokasi peluru.

6. Vulnus combustion (luka bakar)

  • Pengertian : merupakan luka yg disebabkan akibat kontaksi antara kulit dengan benda/zat panas seperti air panas(air memdidih), api, dll.
  • Cara penanganan : Penanganan paling awal luka ini ialah alirkan di bawah air mengalir, bukan menggunakan odol apalagi minyak tanah. Alirkan di bawah air mengalir untuk perpindahan kalornya. apabila terbentuk bula boleh dipecahkan, perawatan luka jenis ini ialah perawatan luka terbuka dengan terus menjaga sterilitas mengingat luka jenis ini amat sangat mudah terinfeksi. & ingat kebutuhan cairan pada pasien luka bakar.

»» Lihat Laporan pendahuluan Combustio / Luka Bakar

7. Luka gigitan

  • Pengertian : luka jenis ini umumnya disebabkan dari luka gigitan binatang, seperti serangga, ular, & binatang buas lainya. Kali ini luka gigitan yg dibahas ialah jenis luka gigitan dari ular berbisa yg berbahaya.
  • Cara penanganan : mengeluarkan racun yg sempat masuk ke dalam tubuh korban dengan menekan sekitar luka sehingga darah yg sudah tercemar sebagian besar bisa dikeluarkan dari luka tersebut. Tidak dianjurkan mengisap tempat gigitan, hal ini bisa membahayakan bagi pengisapnya, lebih-lebih yg mempunyai luka walaupun kecil di bagian mukosa mulutnya. Sambil menekan agar racunnya ke luar juga dapat dilakukan pembebatan( ikat) pada bagian proksimal dari gigitan, ini bertujuan buat mencegah semakin tersebarnya racun ke dalam tubuh lainnya. Setelah Itu segera mungkin dibawa ke pusat kesehatan yg lebih maju untuk perawatan selanjutnya.

8. Laserasi/Luka Parut

  • Pengertian : Luka parut disebabkan sebab benda keras yg merusak permukaan kulit, contohnya lantaran jatuh waktu berlari.
  • Kiat penanganan : Kiat mengatasi luka parut, kalau ada perdarahan dihentikan lebih-lebih dulu dgn trick menekan bidang yg mengeluarkan darah bersama kasa steril atau saputangan/kain bersih. Setelah Itu cuci & bersihkan lebih kurang luka dgn air & sabun. Luka dibersihkan bersama kasa steril atau benda lain yg pass bersih. Tonton kepada luka, jikalau dijumpai benda asing ( kerikil, kayu, atau benda lain ) keluarkan. Jikalau nyatanya luka terlampaui dalam, rujuk ke hunian sakit. Sesudah bersih bakal diberikan anti-infeksi lokal seperti povidon iodine atau kasa anti-infeksi.

9. Terpotong/Teriris

  • Pengertian : Terpotong ialah bentuk lain dari perlukaan yg disebabkan oleh benda tajam, bentuk lukanya teratur & dalam, perdarahan cukup banyak, terlebih bila ada pembuluh darah arteri yg putus terpotong.
  • Cara penanganan : menangani perdarahan terlebih dulu yaitu dilakukan dengan menekan bagian yg mengeluarkan darah dengan memanfaatkan kasa steril atau kain yg bersih. Kalau ada pembuluh nadi yg ikut terpotong, & cukup besar, dilakukan pembalutan torniquet. Pembalutan dilakukan dengan menempatkan tali/ikat pinggang/saputangan pada bagian antara luka & jantung secara melingkar, selanjutnya dengan menggunakan sepotong kayu/ballpoint tali/ikat pinggang/saputangan tadi diputar hingga lilitannya benar-benar kencang. Tujuan cara ini buat menghentikan aliran darah yg ke luar dari luka. selanjutnya, luka ditutup & rujuk ke rumah sakit. Pembebatan torniquet dilakukan pada lengan atas atau paha. Pembebatan di tempat lain tidak akan efektif. Pada luka yg teriris dioles anti infeksi selanjutnya ditutup kasa steril.

PENANGANAN LUKA (secara umum)

Dalam penanganan luka, sudah umum diketahui bahwa salah satu yg mesti dilakukan yaitu tindakan debridement. Debridement bertujuan untuk menciptakan luka menjadi bersih sehingga mengurangi kontaminasi pada luka & mencegah terjadinya infeksi. Debridement dapat dilakukan dengan beberapa cara, dari yg kurang invasif sampai invasif, yaitu debridement secara biologik, mekanik, otolitik, enzimatik, & surgical.

PROSES PENYEMBUHAN LUKA

1. Fase Inflamasi

merupakan adanya respon vaskuler & seluler yg terjadi akibat perlukaan yg terjadi pada jaringan lunak. Tujuan yg hendak dicapai ialah menghentikan perdarahan & membersihkan lokasi luka dari benda asing, sel-sel mati & bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan.

2. Fase Proliferatif
merupakan memperbaiki & menyembuhkan luka & ditandai dengan proliferasi sel. Peran fibroblas amat sangat besar pada proses perbaikan yakni bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yg akan digunakan selama proses reonstruksi jaringan.

3. Fase Maturasi

Fase ini dimulai pada minggu ke3 sesudah perlukaan & berakhir hingga kurang lebih 12 bulan. Tujuan dari fase maturasi yaitu; menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yg kuat & bermutu. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi, warna kemerahan dari jaringa mulai berkurang dikarenakan pembuluh mulai regresi & serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-10 sesudah perlukaan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *