Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri

Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri

Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri

Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri

Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri-Kelompok studi nyeri Perdossi (2000) telah menterjemahkan definisi nyeri yg dibuat IASP (International Association The Study of Pain) yg berbunyi “nyeri merupakan sebuah pengalaman sensorik & emosional yg tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan, baik actual maupun potensial, atau yg digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut”.

Mekanisme Terjadinya Nyeri
Mekanisme terjadinya nyeri secara sederhana dimulai dari transduksi stimuli akibat kerusakan jaringan dalam saraf sensorik menjadi aktivitas listrik seterusnya ditransmisikan melalui serabut saraf bermielin A delta & saraf tak bermielin C ke kornu dorsalis medula spinalis, talamus, & korteks serebri. Impuls listrik tersebut dipersepsikan & didiskriminasikan sebagai kualitas & kuantitas nyeri setelah mengalami modulasi sepanjang saraf perifer & disusun saraf pusat. Rangsangan yg bisa membangkitkan nyeri dapat berupa rangsangan mekanik, suhu (panas atau dingin) & agen kimiawi yg dilepaskan dikarenakan adanya trauma/inflamasi.
Berdasarkan penyebabnya, nyeri dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
1) Nyeri nosiseptif atau nyeri inflamasi, merupakan nyeri yg timbul akibat adanya stimulus mekanis pada nosiseptor.
2) Nyeri neuropatik, merupakan nyeri yg timbul akibat disfungsi primer pada sistem saraf.
3) Nyeri psikologik, bersumber dari emosi/psikis & umumnya tidak disadari.

Meskipun perbedaan antara nyeri secara umum & nosisepsi telah diketahui orang yg mendalami ilmu nyeri, penulis penelitian terkadang masihlah beranggapan nyeri juga sebagai sinonim dari nosisepsi. Nosisepsi mengandung pengertian deteksi dari kerusakan jaringan oleh aktivasi nosiseptor & transmisi sinyalnya ke dalam system saraf, sedangkan nyeri secara umum ialah suatu fenomena yg kompleks berupa pengalaman tidak nyaman yg berhubungan dengan trauma jaringan. Nosisepsi terjadi tanpa disadari begitu terpapar oleh stimulus sedangkan timbulnya rasa nyeri tidak pernah lepas dari kesadaran yg memiliki manifestasi sensorik, emosional, & kognitif.

»» Lihat SOP 2 Cara Mengatasi Nyeri

»» Lihat Cara Menilai Tingkat Nyeri

You may also like...

2 Responses

  1. April 8, 2016

    […] »» Lihat Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri […]

  2. April 8, 2016

    […] »» Lihat Proses Fisiologi Terjadinya Nyeri […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *