ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Tn. A

ASUHAN KEPERAWATAN  GERONTIK PADA Tn. A
DENGAN POST STROKE DI PANTI WERDA KARITAS

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Tn. A

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Tn. A

A.    Pengkajian
1. Identitas
NAma : Tn. A
Umur  : 67 th
Alamat : Jln. Dukman No. 48 Bandung
Pendidikan : SMA
Jenis kelamin : Laki-laki
Suku  : Cina
Agama : Kristen
Pekerjaan  : Wiraswasta
Status Perkawinan     : Pernah menikah
Tanggal Masuk Panti    : 24 Desember 2008
Tanggal Pengkajian     : 07 Juli 2015

2. Identitas Keluarga
Nama  : Tn. K
Pekerjaan   : Wiraswasta
Alamat  : Jln. Dukman No. 48 Bandung
Hub. Dengan Klien : Adik Klien

3. Riwayat Masuk Panti
Menurut penuturan klien, klien dibawa kepanti oleh adik kandungnya dengan alasan agar klien bisa ada yang merawat, dikarenakan klien tidak ada keluarga yang bisa merawatnya.

4. Status Kesehatan Saat Ini
a. Status kesehatan selama setahun
Klien tidak mengalami masalah kesehatan selama setahun yang lalu
b. Status kesehatan umum selama 5 tahun yang lalu
Menurut penuturan klien, sekitar +5 tahun yang lalu klien pernah mengalami penyakit stroke
c. Keluhan utama
Klien mengatakan kedua kaki sulit untuk digerakan
d. Pengetahuan tentang penatalaksanaan masalah kesehatan
Klien hanya tahu ketika sakit harus segera pergi kedokter
e. Derajat keseluruhan fungsi relatif terhadap masalah kesehatan dan diagnosa medis
f.  Obat-obatan
Saat ini klien tidak mengkonsumsi therapy obat
g.    Nutrisi
Klien mengatakan tidak ada makanan yang dipantrang untuk saat ini

5. Riwayat kesehatan dahulu
Klien mengatakan bahwa dirinya pernah memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan stroke

6. Riwayat kesehatan keluarga
Menurut pengakuan klien, di keluarganya tidak ada yang memiliki riwayat penyakit yang diderita oleh klien seperti darah tinggi dan stroke

7. Pemeriksaan fisik :
a. Keadaan umum :
Kesadaran         : Compos Mentis
Tekanan darah     : 150/90 mmHg
Suhu         : 3607C
Nadi         : 85 x/menit
Respirasi         : 23 x/ menit
Tinggi Badan     : 158 cm

b. Integumen
Tidak terdapat luka dan lesi pada anggota tubuh, terdapat beberapa perubahan pigmentasi pada anggota tubuh, tektur kulit tipis dan kering, warna rambut klien keseluruhan beruban, kuku klien lebih keras.

c. Hemopoietik
Tidak terdapat pendarahan pada klien, tidak ada pembengkakan kelenjar limfa, klien tidak mengalami anemia, klien tidak memiliki riwayat transfusi darah.
 
d. Kepala
Kepala simetris, bentuk bulat, tiadak ada lesi dan tidak ada nyeri, distribusi rambut merata, tidak ada alopesia, dan tidak rontok, kulit kepala bersih serta tidak ada ketombe.

e. Wajah
Wajah tidak simetris, warna kulit sama dengan warna kullit yang lain, kumis(+) , janggut (+), fungsi nervus fasialis (VII) baik terbukti dengan klien mampu mengangkat alis, dapat  menahan pipi yang dikembungkan dan ditekan tangan pemeriksa. Fungsi sensasi baik terbukti klien dapat merasakan goresan lembut kapas, dapat merasakan dan membedakan sensasi dingin dan panas, serta dapat merasakan dan membedakan sensasi tujum dan tajam pada semua area.

f. Telinga
Telinga simetris, posisi pina sejajar dengan mata, tidak ada lesi dan kemerahan. Tidak ada pembengkakan dan lesi pada telinga luar, liang telinga bersih dan terdapat sedikit serumen, serumen tidak keras dan tidak bau. Membran timfani berwarna kelabu utuh, klien tidak menggunakan alat bantu pendengaran, fungsi pendengaran baik terbukti klien mampu mendengar bisikan pemeriksa pada jarak 50 cm, dan bisa menjawab pertanyaan pemeriksa dengan baik dan benar.

g. Mata
Alis tidak simetris, bulu mata ke atas, kelopak mata mampu mengedip, konjuctiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, dan tidak ada lesi. Kornea halus, reflex kornea positif, reaksi pupil terhadap cahaya baik, kebersihan mata bersih. Bola mata klien dapat mengikuti gerakan tangan pemeriksa pada 5 posisi, klien tidak menggunakan alat bantu penglihatan, klien dapat melihat jari pemeriksa, dan penglihatan klien masih jelas terbukti klien masih bisa menyebutkan nama obyek yang dilihatnya serta tidak ada nyeri tekan pada saat bola mata ditekan.

h. Hidung
Posisi simetris, warna kulit sama dengan warna kulit yang lain, tidak ada lesi dan secret, mukosa hidung tidak kemerahan, lembut, septum simetris, tidak ada masa, klien dapat membedakan bau kayu putih dan kopi.

i. Mulut
Bibir tidak simetris, warna merah kecoklatan, mukosa lembab, tidak ada lesi, pada gusi, jumlah gigi klien tidak lengkap. Lidah simetris, bersih tidak ada lesi, warna merah gerakan lidah tidak ada hambatan, tonsil simetris, tidak membesar dan tidak kemerahan dan nyeri. Uvula  tidak membesar warna merah muda. Fungsi pengecapan baik terbukti klien mampu membedakan rasa manis dan asin

j. Leher
Bentuk simetris, warna kulit leher sama dengan warna kulit anggota tubuh lain, tidak ada jaringan parut, tidak ada pembengkakan, posisi trachea di tengah. Klien dapat menyentuhkan dagu ke sternum (flexi 350) dapat menengadah (ekstensi 450), dapat menekuk leher dengan telinga mengarah ke dagu (lateral ke kiri dan ke kanan 300 ), rotasi kiri dan kanan (500), pergerakan leher tidak kaku dan tidak terbtas, tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, denyut nadi pada arteri karotis kuat, dan tidak ada perubahan akibat inspirasi dan ekspirasi. Tidak ada peningkatan vena jugularis, tidak ada pembengkakan kelenjat tiroid, reflex menelan baik.

k. Thoraks
Bentuk dada simetris, tidak ada kifosis, tidak ada nyeri tekan, tidak ada jaringan parut, tidak ada massa, ekspansi dada simetris frekuensi nafas 23 x/menit. Batas paru normal, tidak ada suara nafas tambahan, pengembangan paru simetris, tidak ada wheezing dan suara nafas tambahan lainnya. Batas jantung normal, tidak terjadi pembesaran, palpasi normal pada semua area, bunyi jantung normal, BJ I dominan di area trikuspidal dan mitral dan bunyi jantung II di area pulmonal dan aortic,  tidak ada bunyi jantung tambahan. Tidak ada pembesaran pada kelenjar limfe.

l. Abdomen
Bentuk abdomen simetris, warna kulit merata, tidak ada striae, tidak ada hiperpigmentasi, tidak ada lesi, tidak ada bekas operasi, tidak  ada pernafasan perut, tidak Nampak pelebaran pembuluh darah vena diseluruh area abdomen, umbilicus, tidak hiperpigmentasi dan tidak berbau. Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada distensi pada gaster. Hepar tidak teraba. Pada saat kandung empedu di tekan klien tidak mengeluh nyeri dan tidak menghentikan nafas dalamnya. Bising usus pada semua kwadran, terdengar timphani di semua kwadran, saat  palpasi suhu teraba hangat. Kandung kemih kosong, ginjal tidak teraba dan klien mengatakan tidak ada rasa nyeri saat BAK dan BAB,  BAB lancar tidak ada keluhan.

m. Ekstremitas atas dan bawah
Bentuk simetris, tidak ada benjolan, tidak ada pembengkakan dan kemerahan, reflek bisep dan trisep (+), reflex plantar dan patella  serta achilles(+), kekuatan otot tangan atas kiri dan kanan 4, ektremitas bawah kanan 3, dan kiri 3

n.Sistem Genitouria
Genitalia bersih, tidak terpasang kateter, bentuk dan anatomy alat kelamin utuh, tidak ada lesi dan nyeri tekan.

o. Persyarafan
1)  Test fungsi cerebral
Kesadaran composmentis, orinetasi terhadap orang, waktu, tempat dan lingkungan baik, GCS 15; E4 (mata membuka dengan spontan), M6 (dapat bergerak sesuai perintah) V5 (dapat menjawab semua pertanyaan).
2) Test fungsi Nervus (Cranialis)
a)    Nervus I (Olfaktorius)
Klien dapat mengenali bau kopi dan balsa
b) Nervus II (Optikus)
Penglihatan klien baik, bisa membaca  dalam jarak 50 cm, yaitu membaca tulisan nama perawat,klien membaca tidak menggunakan alat bantu.
c)  Nervus III, IV, dan VI ( Okulomotoris, Trochlearis dan Abdusen
Pupil berkontraksi mengecil saat dirangsang cahaya (++), gerakan okuler ke arah lateral, medial dan oblique dengan bebas.
d) Nervus V ( Trigeminus)
Klien merasakan pilinan kapas pada kelopak mata, daerah maksila dan mandibula, refleks kornea (++), pada saat mengunyah kekuatan otot massester dan temporal kuat.
e)    Nervus VII (fasialis)
Klien dapat merasakan asin dan manis pada 2/3 anterior lidah,     klien dapat menggerakkan dahi, meringis dan tersenyum, klien dapat tersenyum secara simetris.
f) Nervus VIII (Auditorius)
Klien dapat menjawab pertanyaan perawat dengan benar dan tepat
g) Nervus IX
Klien dapat merasakan rasa pahit pada obat
h) Nervus X (vagus)
Klien dapat menelan dengan baik tanpa merasa sakit pergerakan uvula bebas.
i) Nervus XI (Assesorius)
Klien dapat melawan tahanan saat menoleh ke samping dan dapat mengangkat baloadhu, kekuatan menahan lemah.
j) Nervus XII (Hipoglosus)
Klien dapat menjulurkan lidahnya dan dapat menggerakkan lidahnya dengan bebas. Dengan posisi di tengah.

»» Download File Lengkapnya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *