Askep Diabetes Melitus

Askep Diabetes Melitus

Askep Diabetes Melitus

Askep Diabetes Melitus

Kali ini admin ingin memberikan informasi mengenai Askep Diabetes Melitus , atau disebut dengan DM ada yang pernah membuat laporan Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus ? baikalah jika belum, mari simak contoh Askep Diabetes Melitus pada artikel ini, agar bisa membantu teman-teman dalam membuat asuhan keperawatan pada pasien dengan kasus Diabetes Melitus.

Asuhan Keperawatan Pada Ny.Em Dengan Gangguan
Sistem Endokrin : Diabetes Mellitus  Type I
Di Ruang Penyakit Dalam
RSUD Kota Bandung

A.  PENGKAJIAN
1.    Pengumpulan Data

a.    Identitas

1)    Identitas Klien

Nama                                :  Ny EM
Umur                                :  66 tahun
Jenis Kelamin                 :  Perempuan
Status Marital                 :  Menikah
Agama                              :  Islam
Pendidikan                      :  SD
Pekerjaan                         :  IRT
Suku/ Bangsa                  :  Sunda/ Indonesia
Tanggal Masuk RS         :  10 November 2011
Tanggal Pengkajian       :  12 November 2011 Jam 20.00
No Medrec                       :  126234
Diagnosa Medis              :  DM TYPE I + Ganggren Diabetikum
Alamat                              :  Jl.Raya Ujungberung KM 12 RT 01 RW 01 Pasangrahan Ujungberung

2)    Identitas Penanggung Jawab

Nama                                :  Ny. N
Umur                                :  30 tahun
Jenis Kelamin                 :  Perempuan
Pendidikan                      :  SMP
Pekerjaan                         :  IRT
Hub.dengan klien          : Anak
Alamat                             : Cigending, RT 01/08 Kel.Cigending, Kec.Ujungberung Kota  Bandung

b.    Riwayat Kesehatan

1)    Riwayat Kesehatan Sekarang

a)    Keluhan Utama saat Masuk Rumah Sakit

 Sejak ± 1 bulan sebelum masuk rumah sakit, klien mengeluh ada luka di kaki kemudian klien membawanya ke dokter spesialis penyakit dalam. Menurut dokter, karena terdapat luka dikaki tersebut sehingga klien  harus dirawat.

b)    Keluhan Utama Saat Dikaji

Pada saat dikaji tangal 20 Juli 2010 pukul 15.10 WIB klien mengeluh nyeri, nyeri bertambah jika klien bergerak dan berkurang bila diistirahatkan. Nyeri dirasakan hilang timbul dan terasa seperti urat yang ditarik tiba-tiba, nyeri dirasakan di area  luka ulkus pada kaki dan tidak menyebar dengan skala nyeri 3 dari skala 0-5 (McGill), yaitu nyeri sedang. Nyeri dirasakan sepanjang hari namun hilang timbul. Akibat nyeri tersebut klien tidak dapat tidur dengan tenang dan karena luka tersebut klien mengalami kesulitan dalam berjalan/ beraktifitas.

2)    Riwayat Kesehatan Dahulu

Menurut penuturan klien + 5 tahun yang lalu klien sudah mederita sakit diabetes mellitus.  Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang berat, klien mengalami luka yang tidak sembuh pada kakinya sejak sebulan sebelum masuk Rumah Sakit.

3)    Riwayat Kesehatan Keluarga

Klien mengatakan dikeluarganya ada yang memiliki penyakit seperti yang diderita oleh klien sekarang ini, yaitu orang tua klien ( Ayah Klien). Klien juga mengatakan bahwa dikeluarganya tidak ada yang memiliki penyakit TBC, Hepatitis maupun penyakit menular lainnya.

c.    Pemeriksaan Fisik

1)    Sistem Pernafasan

Bentuk hidung tampak terlihat simetris, tidak terdapat pernapasan cuping hidung, tidak ada cynosis, sinus tidak nyeri, tidak ada deviasi trakhea, tidak terpasang selang oksigen pada hidung, dada simetris, pergerakan dada simetris, tidak terdapat retraksi pada dinding dada, tidak ada masa, pengembangan paru simetris, pada perkusi dada dihasilkan bunyi paru resonan, pada auskultasi terdengar suara vesikuler di perifer paru, respirasi 24 x / menit.

2)    Sistem Kardiovaskuler

Konjungtiva merah muda, tidak terdapat peninggian vena jugularis, kuku klien tampak bersih, akral perifer teraba hangat, CRT kembali < 3 detik,  TD = 140/90 mmHg, pada palpasi arteri radialis teraba berdenyut cukup kuat dan reguler dengan frekuensi 68 x/ menit, bunyi jantung murni regular dan tidak ada bunyi jantung tambahan. Klien mengeluh sering merasa kesemutan pada tangan dan kakinya.

3)    Sistem Gastrointestinal

Bentuk mulut simetris, warna bibir merah muda, mukosa bibir tidak kering, lidah bersih, tidak terlihat adanya stomatitis, letak tonsil simetris dan berwarna merah muda, mulut dan gigi terlihat sedikit bersih, terdapat gigi berlubang, susunan gigi tidak lengkap, abdomen klien datar dan lembut, bising usus 10x/ menit, tidak teraba masa, tidak terdapat nyeri tekan pada abdomen, hepar tidak teraba/ tidak ada pembengkakan hepar.

4)    Sistem Urinaria

Tidak ada nyeri pada area ginjal, pada saat palpasi ginjal kanan- kiri tidak teraba, tidak terpasang kateter pada genital..

5)    Sistem Muskuloskeletal

Tingkat aktivitas klien terbatas, aktivitas klien dibantu sebagian oleh keluarga. Postur tubuh klien tidak ada kelainan. Kepala simetris, bentuk proporsional, tidak ada massa, tidak terdapat nyeri tekan, krepitasi (-), pembengkakan (-). Fleksi leher bebas, klien sulit bergerak untuk berjalan karena ada luka pada kakinya sebelah kanan.
–     Ekstremitas Atas

Tangan kanan dan kiri klien tampak simetris keduanya, pada tangan kiri terpasang infus RL  20 gtt/menit, pada tempat pemasangan infus tidak adanya pembengkakan ataupun kemerahan, kekuatan otot 4/4, tonus otot kuat, ROM kedua ekstremitas atas dapat digerakan dengan bebas, deformitas (-), tidak terdapat kontraktur sendi dan tidak terdapat atrofi otot tidak ada nyeri tekan pada tulang. Terdapat bekas luka pada tangan, kuku pendek dan bersih. klien mengatakan sering merasa kesemutan pada tangannya.

–      Ekstremitas Bawah

Kaki bentuk simetrister dapat luka pada kaki kanan bagian bawah sehingga klien sulit berjalan, kekuatan otot 5/3. Kulit kaki terlihat kering.

6)    Sistem Integumen

Kulit klien tampak terlihat kering dan kasar serta banyak terdapat bekas luka, rambut dan kulit kepala tidak tampak kotor,rambut tidak tampak kusut, bersih, suhu 36,8 °C, kuku klien tampak kuning dan menebal serta pendek, turgor kulit baik dan dapat kembali dalam 3 detik.

»» Lihat Askep Diabetes Melitus Secara Lengkap

»» Lihat Laporan Pendahuluan Diabetes Melitus

You may also like...

1 Response

  1. June 11, 2016

    […] »» Lihat Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *