SOP Suction

SOP Suction

SOP Suction

SOP Suction

Kali ini admin ingin memberikan informasi mengenai SOP Suction , atau umumnya disebut penghisapan lendir. Sebelumnya sudah ada yang tau bagaimana SOP Suction ? baiklah jika belum, admin akan berbagi sedikit informasi tersebut.  Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai SOP Suction , mari kita mulai dengan membahas dari pengertiannya.

Pengertian
Suction merupakan suatu metode untuk mengeluarkan lendir atau sekret dari jalan nafas. Penghisapan ini umumnya dilakukan melalui mulut, nasofaring, atau trakea.

Tujuan

  1. Mempertahankan kepatenan jalan nafas.
  2. Mencegah aspirasi pulmonal yang disebebkan oleh cairan atau darah.

Pengkajian

  1. Mengkaji akan adanya kebutuhan penghisapan lendir.
  2. Mengobservasi tanda-tanda vital, terutama nadi & pernafasan.
  3. Mengobservasi status respirasi klien seperti sesak nafas, hipoksia atau adanya sianosis.
  4. Mengauskultasi bunyi nafas; stridor.

»» Lihat SOP Penanganan Syok Hemoragik

Intervensi
Persiapan Alat :

Alat Nonsteril.

  1. Sarung tangan
  2. Alat penghisap lendir/suction dengan botol yang berisi larutan desinfektan, misal : Lysol 2%.
  3. Pinset.
  4. 2 kom kecil tertutup : 1 kom kecil tertutup berisi aquades / NaCl 0,9% & 1 kom kecil tertutup berisi larutan
  5. desinfektan (savlon 1 : 100)
  6. Tongue spatel apabila perlu.
  7. Kertas tissue.
  8. 1 botol NaCl 0,9%.
  9. Kantong balutan kotor.
  10. Plester & gunting.
  11. Oksigen.
  12. Nierbeken / bengkok.

»» Lihat SOP Memandikan Pasien

Alat Steril.
Kateter penghisap/suction  steril.

Persiapan Klien :
Menjelaskan prosedur & tujuan dilakukannya penghisapan lendir.

Implementasi

  1. Menutup sampiran (apabila perlu).
  2. Mencuci tangan terlebih dahulu.
  3. Mengatur posisi klien sebeluym melakukan prosedur tindakan.
  4. Meletakkan nierbeken dekat dengan posisi klien.
  5. Menggunakan handscoen bersih.
  6. Menghubungkan kateter suction dengan pipa suction.
  7. Menyalakan mesin, masukkan kateter penghisap ke dalam kom berisi aquades / NaCl 0,9%.
  8. Memasukkan ujung kateter dengan tangan kanan ke dalam mulut / hidung hingga kerongkongan
  9. Melepaskan jepitan & penghisap lendir dengan menarik & memasukkan kateter dengan perlahan-lahan dengan arah seperti diputar. Lama penghisapan sekitar 10 – 15 detik dalam 3 menit buat mencegah hypoxia.
  10. Menarik kateter & bersihkan dengan aquadest / NaCl 0,9%.
  11. Mengulangi prosedur hingga jalan nafas bebas dari lendir.
  12. Mematikan mesin & lepaskan kateter dari selang penghisap.
  13. Merapihkan pasien & kembalikan keposisi semula.
  14. Merapihkan alat & lepas sarung tangan.
  15. Mencuci Tangan.

»» Lihat SOP Perawatan Luka Diabetes Melitus

Evaluasi

  1. Mengauskultasi suara nafas & bandingkan keadaan saluran nafas sebelum & sesudah dilakukan penghisapan lendir.
  2. Mengidentifikasi adanya perbaikan status respiratorik.

Dokumentasi

  1. Mencatat hasil dari pengkajian pada saluran nafas sebelum & setelah penghisapan, ukuran kateter yg digunakan, lama penghisapan, jalur penghisapan, toleransi klien, tekanan mesin yg digunakan, karakteristik lendir (jumlah, bau, warna, & konsistensi lendir).
  2. Mencatat mengenai respon klien selama prosedur.

»» Lihat SOP Mengukur Tekanan Darah

»» Lihat SOP Fisioterapi Dada

»» Lihat SOP Teknik Relaksasi Nafas Dalam

»» Lihat SOP Huknah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *