Prinsip 6 Benar Pemberian Obat

Prinsip 6  Benar Pemberian Obat

Prinsip 6 Benar Pemberian Obat

Prinsip 6 Benar Pemberian Obat

Kali ini admin ingin memberikan informasi mengenai  prinsip 6  benar pemberian obat , Sebelumnya apakah sudah ada yang tau mengenai salah satu prinsip dalam pemberian obat? Baiklah jika belum, admin akan berbagi sedikit informasi tersebut.  Saat ini seiring dengan perkembangan ilmu dalam dunia kesehatan dan semakin kritisnya masyarakat terhadap tuntutan pelayanan kesehatan yang sempurna. Dalam mencapai pelayanan kesehatan yang sempurna ada beberapa proses yang harus dilakukan, salah satunya  menjaga  keselamatan pasien. Keselamatan pasien kita ibaratkan sebuah kunci suatu kendaraan. jika suatu kendaraan tidak memiliki kunci maka apakah kendaraan itu bisa berjalan, begitu juga dengan pelayanan kesehatan, bila dalam pelayanan kesehatan keselamatan pasien tidak kita perdulikan maka sudah pasti kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan akan sangat berkurang.karena alasan tersebut pentingnya keselamatan pasien itu harus kita jaga, salah satunya tentang pemberian obat kepada pasien.

1. Benar Pasien

Sebelum obat diberikan kepada pasien, identitas pasien harus kita cek kembali yaitu papan identitas yang ada di tempat tidur dan gelang identitas atau bisa langsung ditanyakan kepada pasien atau keluarganya. bila pasien tidak dapat berespon secara verbal, respon non verbal dapat kita gunakan, misalnya pasien mengangguk atau menundukan kepala.

2. Benar Obat

Setiap obat mempunyai nama dagang dan nama generik. Jika kita menemukan obat dengan nama dagang yang baru kita kenal harus diperiksa nama generiknya, jika perlu bisa hubungi apoteker untuk menanyakan langsung nama generiknya atau kandungan obat di dalamnya. Sebelum memberikan obat kepada pasien, label pada botol atau kemasannya harus dicek lebih dari satu kali. Pertama ketika membaca permintaan obat dan botolnya diambil dari rak obat, kedua label yang terdapat pada botol dibandingkan dengan obat yang diminta, ketiga saat dikembalikan kembali kedalam rak obat. apabila labelnya tidak bisa terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan harus segera  dikembalikan ke bagian farmasi.

3. Benar Dosis

Sebelum memberi obat, perawat harus memeriksa kembali dosis yang akan diberikan sesuai intruksi. Jika perawat merasa ragu, perawat harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum dilanjutkan ke pasien. Jika pasien meragukan dosisnya perawat harus memeriksanya lagi. Ada beberapa obat seperti pada obat ampul maupun tablet memiliki dosis yang berbeda tiap ampul atau tabletnya. Misalnya pada ondansentron 1 amp, dosisnya berapa ? Ini penting !! karena 1 amp ondansentron dosisnya ada 4 mg, ada juga 8 mg. ada antibiotik 1 vial dosisnya 1 gr, ada juga 1 vial 500 mg. jadi Anda harus tetap hati-hati dan teliti.

4. Benar Cara/Rute

Obat dapat diberikan melalui beberapa cara atau rute yang berbeda. Faktor yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh kondisi umum dari pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik dari obat, serta tempat kerja dari obat tersebut. Obat dapat diberikan melalui peroral,  parenteral, sublingual, topikal, rektal, dan secara inhalasi.

5. Benar Waktu

Ini merupakan hal penting, dalam prinsip 6  benar pemberian obat khususnya bagi obat yang efektivitasnya tergantung untuk mencapai atau mempertahankan kadar darah yang memadai. Jika obat harus diminum sebelum makan, untuk memperoleh kadar yang dibutuhkan , harus diberikan pada satu jam sebelum pasien makan.

6. Benar Dokumentasi

Setelah obat itu diberikan kepada pasien, harus didokumentasikan beberapa hal diantaranya dosis, rute, waktu dan oleh perawat siapa obat itu diberikan. Bila pasien menolak meminum obatnya, atau obat itu tidak dapat diminum, harus di buat lembar penolakannya serta tulis alasannya dan jangan lupa untuk  dilaporkan.

You may also like...

1 Response

  1. November 30, 2016

    […] ini admin ingin memberikan informasi mengenai 12  benar cara pemberian obat , Sebelumnya apakah anda sudah mengetahui mengenai salah satu prinsip dalam pemberian obat? Baiklah […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *