Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Jambu Biji Solusi Untuk Penyakit Demam Malaria

Jambu Biji Solusi Untuk Penyakit Demam Malaria

Jambu Biji Solusi Untuk Penyakit Demam Malaria

Jambu Biji Solusi Untuk Penyakit Demam Malaria

Jambu Biji Solusi Untuk Penyakit Demam Malaria

Jambu Biji Solusi Untuk Penyakit Demam Malaria – Demam Malaria atau DHF (Dengue Hemoragi Fever) mungkin sering kali kita mendengar nama penyakit tersbut  bakan mungkin kita pernah mengalaminnya. Apa itu penyakit DHF. DHF adalah penyakit demam akut yang di sebabkan oleh virus dengue yang di tularkan oleh nyamuk aedes aegepty lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia serta Demam yang akut, selama 2 sampai dengan 7 hari, adapun gejalanya DHF seringkali mengalami,sakit kepala,nyeri pada otot, nyeri persendian, mual muntah, trombosit menurut serta terdapat bintik merah pada kulit sebagai manifestasi perdarahan. Sehingga bisa menyababkan perdarahan

Penyebab perdarahan dikarenakan trombositopenia atau bisa di sebut penurunan jumlah trombosit serta faktor kapiler. Pada fagosit didapatkan fagositosis dan proliferasi sistem retikulo endothelia yang akan menyebabkan penghancuran terhadap trombosit yang sudah mengalami metamorfosis seluler sehingga dapat mengakibatkan perdarahan . Pengobatan untuk penyakit ini terutama di tujukan  agar mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok bila perlu dilakukan penberian cairan melalui infuse, atau presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum atau makan buah jambu biji atau dengan dauan jambu biji.

Berdasarkan hasil penilitian, daun jambu biji adalah bahan yang sangat bagus untuk meningkatkan jumlah trombosit, sehingga perdarahan bisa dihindari. “Menurut penelitian, memberikan air rebusan jambu biji bisa menaikkan jumlah trombosit sampai 100.000/mm3 dalam tenggang waktu sekitar 16  jam, Sedangkan menurut salah seorang yang menelititi penelitian tentang jambu biji, mengatakan bahwa penderita yang hanya mendapat infus dan tidak minum air rebusan daun jambu biji, trombosit akan naik sesudah kurang lebih 33 jam. Padahal, titik rawan penyakit DHF adalah 24 jam. Kalau sudah begini, trombositnya harus secepatnya dinaikkan. Memang, tuturnya, jumlah trombosit ini akan naik, bila massa kritisnya sudah lewat. Tetapi masa harus  menunggu sampai kritis dulu? Iya kalau selamat. Kalau enggak kan bisa menyebabkan kematian.” adapun 1 Lembar = 1 Kg

Agar menghasikan air rebusan daun jambu biji, dengan cara cuci bersih lima lembar daun jambu biji tersebut, kemudian rebus dengan air sampai airnya tinggal sepertiga bagian. “untuk ukuran seberapa banyak air terserah saja, segelas silahkan, sepanci juga silahkan, asal direbus sampai jumlahnya tinggal sepertiga. Yang penting bukan jumlah airnya, tetapi daun jambu bijinya. Daun jambu biji merah maupun putih bisa.” Kenapa daun jambu biji bisa menaikan trombosit mungkin teman teman bertanya tanya. Daun jambu biji mengandung enzim quercetin yang berfungsi memperlamat terbentuknya enzim mRNA yang ada terdapat di dalam virus. Oleh karena terhambat inilah, virus akan mati. “Jadi, selain memperbaiki trombosit, air rebusan ini dapat membunuh virusnya, sekaligus menambahkan cairan. Kalou misalkan dengan jambu biji nya dengan cara di jus jambu biji merah, yang selama ini sering kita dengar atau tidak asing lagi di telinga kita yang dikenal sebagai obat penyakit DHF.

Bisa saja digunakan, tetapi kandungan quercetin yang berada di dalam buah jambu biji ini lebih sedikit dibanding daunnya. Untuk Perbandingannya, 1 lembar daun jambu biji sama dengan satu kg jambu biji. Kalau untuk air rebusan ini perlu 5 lembar daun jambu biji, sehingga penderita perlu mengonsumsi 5 kg jambu biji supaya sama kandungan nya dengan jambu biji merah. Cara pemberiannya, penderita meminumnya sesering mungkin, contohnuy 2 sampai dengan setiap 3 jam sekali.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates