Saturday , 27 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Klasifikasi, Tingkatan, Tahapan, Derajat, Skala Pemeriksaan Dalam Keperawatan

Klasifikasi, Tingkatan, Tahapan, Derajat, Skala Pemeriksaan Dalam Keperawatan

Klasifikasi, Tingkatan, Tahapan, Derajat, Skala Pemeriksaan Dalam Keperawatan

Klasifikasi Tingkatan Tahapan Derajat Skala Pemeriksaan Dalam Keperawatan

Klasifikasi Tingkatan Tahapan Derajat Skala Pemeriksaan Dalam Keperawatan

Klasifikasi, Tingkatan, Tahapan, Derajat, Skala Pemeriksaan Dalam Keperawatan – Dalam dunia keperawatan terdapat banyak sekali klasifikasi, tingkatan, tahapan, derajat, skala pemeriksaan yang harus dikaji. Berikut penulis sampaikan sebagian kecilnya.

Kekuatan Otot
0: tidak terdapat kontraksi
1: ada kontraksi tapi tidak bisa bergeser
2: hanya terjadi pergeseran dan pergerakan sendi
3: dapat melawan gravitasi, tapi tidak bisa melawan
4: tidak dapat melawan tahanan (lemah), namun dapat melawan gravitasi
5: bisa melawan tahanan pemeriksa dengan kekuatan penuh

Ketajaman Penglihatan
6/6       : Bisa membaca dengan benar huruf pada Snelen Chart dan orang normal pun dapat melakukannya (jarak 6 meter)
6/30    : Bisa membaca huruf pada jarak 6m, sedangkan orang normal bisa membaca pada jarak 30 meter.
3/60     : Bisa melihat dan menentukan jumlah jari dengan benar pada jarak 3 meter sedangkan orang normal 60 meter.
1/300  : Bisa melihat lambaian tangan pada jarak 1 meter, sedangkan orang normal 300 meter.
1/-         : Hanya bisa merasakan adanya sinar saja
0            : Buta total

Persentasi Luka Bakar

Kepala dan leher: 9 %
Dada, perut, punggung dan bokong: 4 x 9 %
Ekstremitas atas: 2 x 9 %
Paha, betis dan kaki: 4 x 9 %
Perineum dan genital: 1 %

Derajat Luka Bakar
1: pada lapisan epidermis (sembuh 5-7 hari)
2: pada lapisan dermis (sembuh 16-21 hari)
3: mencapai subkutis

Klasifikasi Denyut Nadi
0: tidak teraba adanya denyut nadi
1: denyut nadi berkurang dan sulit diraba
2: normal, teraba dengan mudah dan tidak mudah hilang
3: denyut nadi kuat dan seperti memantul terhadap ujung jari

Klasifikasi Oedema
1+: depresi 2 mm
2+: depresi 4 mm
3+: depresi 6 mm
4+: depresi 8 mm

Penilaian Kesadaran dengan Glasgow Coma Scale (GCS)
Mata
4: membuka mata dengan spontan
3: membuka mata dengan dengan perintah
2: membuka mata dengan dengan rangsang nyeri
1: tanpa reaksi

Motorik
6: melakukan gerakan sesuai perintah
5: melakukan gerakan untuk melokalisir nyeri
4: melakukan gerakan untuk menghindari nyeri
3: melakukan gerakan fleksi abnormal
2: melakukan gerakan ekstensi abnormal
1: tanpa reaksi

Verbal
5: berorientasi dengan baik
4: disorientasi waktu & tempat, namun dapat mengucapkan kalimat
3: hanya mengucapkan kata-kata tak bermakna
2: hanya mengerang
1: tanap reaksi

Tingkat Kesadaran
1.    Compos mentis : sadar penuh, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekeliling
2.    Apatis : segan untuk berhubungan dengan kehidupan sekitarnya, sikap acuh tak acuh.
3.    Somnolen : mau tidur saja tapi dapat dibangunkan dengan rangsangan nyeri, tetapi jatuh tidur lagi.
4.    Delirium: keadaan kacau motorik, memberontak, berteriak-teriak dan tidak sadar terhadap orang lain tempat dan waktu.
5.    Sopor/ semikoma : kesadaran yang menyerupai koma, reaksi hanya dapat ditimbulkan dengan rangsangan nyeri.
6.    Koma : kehilangan kesadaran sama sekali dan tidak dapat dibangunkan dengan rangsangan apapun.

Klasifikasi Refleks
4+ : sangat cepat, hiperaktif
3+ : sedikit cepat dari rata – rata
2+ : sesuai dengan rata – rata/normal
1+ : sedikit lambat, kurang dari normal

Skala Intensitas Nyeri
0: tidak terdapat nyeri
1: nyeri ringan
2: nyeri sedang
3: nyeri hebat/berat
4: nyeri sangat hebat
5: nyeri paling hebat

Skala Aktivitas
0: mampu merawat diri secara penuh/mandiri.
1: perlu penggunaan alat.
2: perlu bantuan atau pengawasan orang lain.
3: perlu bantuan, pengawasan orang lain dan peralatan.
4: ketergantungan dan tidak dapat melakukan atau berpartisipasi dalam perawatan.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, selain klasifikasi, tingkatan, tahapan, derajat, skala pemeriksaan yang telah kita bahas di atas. Masih banyak lagi yang dapat teman-teman pelajari. Namun pada kesempatan ini penulis hanya dapat menyampaikan sebagian kecilnya saja. Semoga dapat mengingatkan kembali materi-materi yang telah didapatkan semasa perkuliahan dulu. Terimakasih.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates