Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Beberapa Mitos Persalinan Yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Mitos Persalinan Yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Mitos Persalinan Yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Mitos Persalinan Yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Mitos Persalinan Yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Mitos Persalinan Yang Perlu Anda Ketahui – Persalinan merupakan momen yang begitu berharga, maka banyak Ibu yang berlomba membekali dirinya dengan pengetahuan seputar persalinan. Namun ada saja Ibu yang masih mempercayai mitos-mitos yang belum tentu kebenarannya, seperti mitos-mitos berikut ini:

1.    Wanita tahu kapan mereka akan melahirkan
Ibu pergi ke rumah sakit untuk melahirkan biasanya pada usia kandungan antara 37 – 40 minggu, namun berbeda-beda bagi tiap wanita dan tiap kehamilan. Ibu tak selalu tahu kapan mereka akan melahirkan, karena kontraksi terkadang susah dibedakan, begitu juga dengan kram yang dialami.

2.    Melahirkan merupakan proses yang singkat
Melahirkan bukan proses yang singkat terjadi hanya dalam waktu tertentu. Melainkan proses melahirkan yang cukup panjang dan harus melalui beberapa tahapan. Jangan percaya dengan tayangan televise, setelah kontraksi, pergi ke rumah sakit, mengejan, kemudian bayi lahir. Kenyataannya, ada beberapa tahapan yang bisa membuat proses melahirkan tertunda/lama, bahkan hingga 24 jam setelah merasakan kontraksi.

3.    Air ketuban selalu pecah
Hanya 10% wanita mengalami air ketuban pecah sebelum sampai ke rumah sakit, melahirkan tak selalu ditandai dengan pecahnya air ketuban.

4.    Melahirkan merupakan proses menyakitkan
Pada umumnya wanita percaya bahwa melahirkan selalu menyakitkan, membahayakan dan membuat mereka berada di ambang kematian. Namun tak selamanya proses melahirkan menyakitkan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, sekarang ini proses melahirkan bisa mendapatkan epidural yang mengurangi rasa sakit. Selain itu, banyak proses persalinan terbaru seperti water-birth yang dipercaya dapat mengurangi rasa sakit saat melahirkan.

5.    Tidak boleh berhubungan intim setelah melahirkan
Berhubungan intim memang tidak dianjurkan pada 40 hari setelah melahirkan, karena dapat mencegah proses kontraksi/mengecilnya rahim. Selain itu, juga mempermudah terjadinya infeksi atau pendarahan pada jalan lahir yang masih sensitif karena meningkatnya aliran pembuluh darah pada saat melahirkan.

6.    Pinggul sempit tidak dapat melahirkan normal
Faktanya panggul sempit memungkinkan untuk tidak dapat melahirkan normal. Bedakan panggul dengan pinggul. Panggul adalah kumpulan tulang dengan sedikit otot, sedangkan kumpulan otot dan lemak disekitarnya disebut pinggul. Oleh karena itu, ibu dengan pinggul yang besar belum tentu memiliki panggul yang besar juga.

7.    Tidak boleh terlalu banyak bergerak setelah melahirkan
Jika kondisi ibu baik, 8 jam pertama pasca melahirkan sudah dapat BAB dan BAK serta selera makan pun baik, semakin cepat ibu beraktivitas seperti biasa maka semakin baik. Saat berbaring, disarankan kedua kaki dalam posisi lurus, tidak saling tumpang tindih atau ditekuk.

8.    Dilarang makan telur, daging, udang, ikan laut, lele, keong, daun lembayung, buah pare, nanas, gula merah, dan makanan yang digoreng
Mitos ini sangat merugikan karena setelah melahirkan memerlukan makanan bergizi seimbang agar ibu dan bayi sehat, sedangkan telur, daging, udang, ikan laut, lele, keong kaya akan protein yang bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka pada ibu setelah melahirkan. Termasuk mitos tentang setelah melahirkan hanya boleh makan tahu dan tempe tanppa garam, penyajian makanan lainnya pun harus disangan / dibakar. Seperti kita ketahui, tempe dan tahu berbahan dasar kacang yang merupakan sumber protein nabati.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates