Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Mitos Seputar Demam Yang Terjadi Pada Bayi Dan Anak

Mitos Seputar Demam Yang Terjadi Pada Bayi Dan Anak

Mitos Seputar Demam Yang Terjadi Pada Bayi Dan Anak

Mitos Seputar Demam Yang Terjadi Pada Bayi Dan Anak

Mitos Seputar Demam Yang Terjadi Pada Bayi Dan Anak

Mitos Seputar Demam Yang Terjadi Pada Bayi Dan Anak – Banyaknya mitos yang beredar di masyarakat seputar demam pada bayi dan anak menyebabkan penanganan yang salah kaprah. Padahal masalah yang kerap kali terjadi pada bayi dan anak adalah demam, karena kekebalan tubuhnya masih sangatlah rentan terhadap penyakit.

Berikut penjelasan ilmiah yang dipaparkan oleh Dr. Florentina R. Wahjuni, CQ.Phy, CHt, CI., Ahli Kesehatan Holistik.

1. Harus memakai pakaian yang tebal atau selimut
Pakaian tebal atau selimut akan menaikkan suhu tubuh. Sementara suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celsius pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang. Saat anak atau bayi demam, disarankan mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin agar bisa menyerap keringat. Perhatikan suhu ruangan dan sirkulasinya agar cepat sembuh dan agar anak tetap tenang saat demam. Kompres hangat di bagian kanan kiri leher, ketiak, dan selangkangan.

2.  Kompres dengan alkohol saat anak demam
Alkohol yang sering digunakan untuk kepentingan medis berkadar 70% dan sangat toksik (beracun) karena mudah sekali diserap kulit. Alkohol memang terasa dingin tetapi tidak mempengaruhi suhu tubuh secara spesifik. Jika kompres alkohol dilakukan, sama saja seperti memberi anak minum alkohol karena efek samping yang timbul sama. Sebaiknya kompres memakai handuk yang direndam dalam air hangat yang sudah jelas tidak akan membuat kulit bayi atau anak iritasi

3. Balur anak dengan bawang merah saat demam
Bawang merah bersifat melebarkan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan suhu tubuh. Namun, sifatnya iritatif bagi kulit, sehingga bisa menimbulkan kelainan di kulit seperti luka bakar ringan. Selain itu, bau bawang merah bisa membuat anak atau bayi yang sedang demam tidak nyaman.

4.  Demam disebabkan tumbuh gigi
Sebagian anak terkadang menderita demam dengan derajat suhu rendah (kurang dari 38 derajat Celsius) saat sedang tumbuh gigi, terutama bila gusi sedang bengkak. Tapi, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan anak yang sedang tumbuh gigi selalu demam.

5.  Kopi mencegah atau mengobati kejang demam
Jangan sekali-kali memasukkan benda apapun ke mulut anak yang demam hingga kejang, termasuk kopi. Anak bisa tersedak bahkan berhenti bernapas. Selain itu, kopi tidak ada manfaat untuk mencegah atau mengobati kejang demam. Apalagi, jika anak sudah memiliki riwayat kejang. Kafein justru menyebabkan asam lambung meningkat sehingga perut anak bisa sakit. Bila mengkonsumsi kafein dalam jumlah banyak, maka konsumsi air putih untuk diminum harus lebih tinggi juga.
Mungkin sebagian orang tua sempat mempercayai mitos-mitos tersebut di atas. Tapi setelah mengetahui efek samping yang dapat ditimbulkan, apakah masih akan mempercayainya? Penulis harap tidak ya, karena masih banyak penanganan-penanganan lain yang dapat meminimalisir terjadinya risiko pada bayi dan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates