Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Mitos Yang membahas Seputar Asi

Mitos Yang membahas Seputar Asi

Mitos Yang membahas Seputar Asi

Mitos Yang membahas Seputar Asi

Mitos Yang membahas Seputar Asi

Mitos Yang membahas Seputar Asi – Dari sekian mitos-mitos yang beredar di masyarakat, mitos seputar ASI pun mewarnai kepercayaan masyarakat. Apa sajakah itu, mari kita bahas lebih lanjut!

1.  Menyusui menyebabkan payudara kendur
Saat hamil, hormon-hormon memasok kelenjar ASI, sehingga membuat ukuran payudara menjadi lebih dari ukuran biasanya. Setelah masa menyusui selesai, ukuran payudara pun akan kembali normal. Bentuk payudara dapat kembali normal dengan melakukan senam payudara atau pemilihan bra yang tepat.

2. Jika tiba-tiba berhenti menyusui, maka ASI langsung tidak keluar lagi
Seorang ibu yang menghentikan pemberian ASI sementara, bisa menyusui kembali dengan teknik relaktasi yang tepat. Biasakan bayi mengisap puting susu sekalipun ASI belum keluar atau keluar sedikit.

3.  Bayi diare tidak boleh diberi ASI
Bayi diare justru harus diberikan ASI karena mengandung 88% air sehingga bayi tidak membutuhkan cairan lain. Bila diare berat, boleh diberi cairan oralit (yang diberikan dengan cangkir). ASI mengandung antibodi (zat kekebalan) imunoglobulin terhadap infeksi dan mengandung sel darah putih (leukosit) yang membantu memerangi infeksi. ASI juga mengandung lactobacillus bifidus, yaitu bakteri yang tumbuh dalam usus halus untuk mencegah bakteri berbahaya.

4. ASI yang keluar pertama kali harus dibuang, karena basi
ASI yang keluar 5 – 7 hari pertama disebut kolostrum. Cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur (protein tinggi) dan zat daya tahan tubuh (immunoglobulin) yang lebih tinggi daripada susu matang. ASI juga mengandung laktosa atau hidrat arang dan lemak dalam kadar rendah sehingga sangat mudah dicerna . Jika kolostrum dibuang, bayi akan kurang atau tidak mendapatkan zat-zat pelindung terhadap penyakit infeksi.

5. Ibu yang meminum ASI perahnya dapat memperbanyak ASI
Banyak sedikitnya ASI dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu dan konsumsi makanan.

6. Payudara kecil dan puting datar ASI-nya sedikit
Banyak tidaknya ASI  tergantung kelenjar pembentuk air susu. Puting datar atau terbenam tak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada areola payudara bukan pada putting payudara. Posisi saat menyusui bayi yang tepat menjadi faktor keberhasilan pemberian ASI.

7. Jika ibu makan pedas, ASI juga akan berasa pedas
Apa yang dimakan ibu, tidak 100% akan dirasakan pula oleh bayi lewat ASI. Hanya  samar-samar  dan bertahan paling lama 8 jam.

8. Sepulang bepergian, ASI harus dibuang dulu saat mau menyusui karena basi
ASI basi biasanya berwarna kekuningan dan kental atau berwarna putih keruh dan encer. Warna dan kejernihannya tergantung bahan nutrisi yang terkandung didalamnya.

9. ASI menyembuhkan sakit mata
Pada bayi baru lahir sampai usia 3 bulan, ada saluran air mata yang belum terbuka sehingga membuat mata bayi berair dan belekan. bersihkan dengan menggunakan kapas yang dicelupkan ke dalam air hangat, bukan mengoleskan ASI ke mata bayi.

10. Jika ibu sakit, bayi bisa tertular
Jika ibu yang sedang sakit flu, tidak akan menularkan pada bayi lewat ASI karena mengandung antibodi yang bisa menghambat  virus maupun bakteri. Kecuali terinfeksi virus HIV atau hepatitis.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates