Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Pentingnya Sadari ( Periksa Payudara Sendiri )

Pentingnya Sadari ( Periksa Payudara Sendiri )

Pentingnya Sadari ( Periksa Payudara Sendiri )

Pentingnya Sadari ( Periksa Payudara Sendiri )

Pentingnya Sadari ( Periksa Payudara Sendiri )

Pentingnya Sadari ( Periksa Payudara Sendiri ) – Penderita kanker payudara di Indonesia berada di urutan kedua setelah kanker leher rahim. Penderita kanker payudara pun ada yang baru berusia 18 tahun. Di negara lain sebagian besar penderita kanker payudara ditemukan pada stadium awal, sehingga segera dapat diobati dan disembuhkan. Sedangkan di negara kita, sebagian besar penderita kanker ditemukan pada stadium lanjut, ketika penyembuhan sudah sulit dilakukan.

Padahal, untuk mendeteksi kanker payudara stadium dini sangatlah mudah serta bisa dilakukan sendiri di rumah. Cukup beberapa menit, sebulan sekali yaitu dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari/Sarari). Semakin sering memeriksa payudara, maka akan semakin mengenalnya dan semakin mudah menemukan sesuatu yang tidak seperti biasanya. Sadari atau Sarari merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi diri sendiri dari resiko kanker payudara.

Payudara memiliki bagian-bagian (lingkungan) yang apabila diraba terasa berbeda – beda. Sisi atas agak ke samping cenderung terasa bergumpal – gumpal besar. Jika diraba, payudara bagian bawah terasa seperti hamparan pasir atau kerikil. Sedangkan bagian bawah puting susu terasa seperti sekumpulan biji – bijian yang besar. Kadang ada juga gumpalan yang menyerupai sebuah mangkuk. Kondisi ini bisa berbeda untuk setiap wanita.
Pemeriksaan lengkap payudara sendiri dibagi atas beberapa tahap:

1.    Melihat
Berdirilah di depan cermin dengan kedua lengan tergantung lepas dan tanpa pakaian serta di dalam ruangan yang terang. Perhatikan payudara Anda:
a.    Apakah bentuk serta ukuran payudara kanan dan kiri simetris?
b.    Apakah bentuknya membesar atau mengeras
c.    Apakah arah putingnya lurus ke depan? Atau berubah arah?
d.    Apakah putingnya tampak tertarik ke dalam?
e.    Apakah puting atau kulitnya ada yang lecet?
f.    Apakah kulitnya terlihat kemerahan? Kebiruan? Kehitaman?
g.    Apakah kulitnya terasa menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk)?
h.    Apakah permukaan kulitnya mulus, tidak tampak adanya kerutan atau cekungan?
Semua pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui adanya tumor yang terletak dekat dengan kulit.

2. Memijat
Untuk mengetahui ada tidaknya cairan yang keluar dari puting susu yaitu dengan kedua tangan dilakukan secara lembut pijat payudara dari tepi hingga ke puting, (seharusnya tidak ada cairan, kecuali sedang menyusui).

3. Meraba
Untuk meraba payudara, berbaringlah di atas tempat tidur dan lakukan satu demi satu kemudian letakkan sebuah bantal dibawah bahu kiri, sedangkan lengan kiri direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala. Untuk meraba payudara, gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar, mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya serta lakukan kembali gerakan memutar dari tepi payudara sampai puting susu. Lakukan terus secara berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan gerakan, dapat digunakan lotion atau sabun sebagai pelicin.

4. Meraba Ketiak
Setelah itu raba ketiak dan area disekitar payudara agar diketahui adanya benjolan yang diduga suatu anak sebar kanker.
Apabila sudah menopause lakukan pemeriksaan payudara pada tanggal atau waktu yang sama setiap bulan. Apabila belum menopause, waktu terbaik untuk memeriksa payudara 7-10 hari setelah terakhir haid. Biasanya benjolan kanker payudara tidak sakit.
Apabila ada benjolan yang tidak seperti biasanya, segera periksakan ke dokter. American Cancer Society menganjurkan perempuan menjalani pemeriksaan klinis payudara sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, lamanya tiga tahun sekali untuk wanita berusia 20-39 tahun dan setiap tahun untuk wanita di atas 40 tahun.
Sulitkah melakukan Sadari atau Sarari? Sama sekali tidak sulit. Mari lakukan Sadari.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates