Thursday , 19 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Bahaya Penggunaan Styrofoam

Bahaya Penggunaan Styrofoam

Bahaya Penggunaan Styrofoam

Bahaya Penggunaan Styrofoam

Bahaya Penggunaan Styrofoam

Bahaya Penggunaan Styrofoam – Styrofoam dengan nama lain polystyrene, banyak digunakan karena mempunyai keunggulan tidak mudah bocor, praktis serta ringan. Bahan dasar polystyrene adalah polistirena, yang merupakan plastik sangat ringan, kaku, tembus cahaya serta murah. Namun, kelemahan polystyrene ini sifatnya yang mudah rapuh. Salah satu jenis polystyrene yang sangat populer di kalangan masyarakat produsen maupun konsumen yaitu polistirena foam. Polistirena foam dikenal luas dengan istilah styrofoam yang sering digunakan dengan tidak tepat oleh masyarakat.  Sebenarnya styrofoam merupakan nama dagang yang sudah dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical. Oleh perusahaan Styrofoam dimaksudkan agar digunakan untuk insulator pada bahan konstruksi bangunan.

Polistirena foam sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun tidak dapat dengan mudah di daur ulang sehingga pengolahan limbahnya harus dilakukan secara benar agar tidak merugikan lingkungan sekitarnya. Penggunaan polistirena yang bekas dapat digunakan sebagai bahan aditif dalam pembuatan aspal polimer yang merupakan salah satu cara meminimalisir limbah tersebut. Styrofoam hanya salah satu dari puluhan plastik bahkan ratusan jenis plastik. Masyarakat  awam akan sulit membedakan jenis-jenis plastik, meskipun barang ini sangat gampang ditemukan di sekitar kita. Styrofoam banyak digunakan dalam produk elektronik seperti casing, kabinet serta komponen lainya. Adapun peralatan rumah tangga yang terbuat dari styrofoam seperti sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember dan lainnya.

Dibalik semua keunggulan dari polystyrene ini dapat menimbulkan kerugian yang sangat merugikan bagi manusia serta alam. Ditinjau dari dampak terhadap kesehatan, dari kandungan yang terdapat di dalamnya seperti benzen, karsinogen serta styrene akan mudah bereaksi dengan cepat saat makanan dimasukkan kedalam styrofoam. Uap panas dari makanan yang dimasuka ke dalam polystyrene akan memicu rekasi kimia lebih cepat, seperti zat benzen apabila bereaksi serta masuk ke dalam tubuh kemudian masuk ke dalam jaringan darah dan terakumulasi selama bertahun-tahun akan menyebabkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, menyebabkan anemia serta bahkan mengurangi produksi sel darah merah yang sangat dibutuhkan tubuh.

Zat yang tidak kalah bahayanya yaitu karsinogen yang dapat menyebabkan kanker, carsinogen akan lebih berbahaya apabila pemakaian wadah styrofoam ataupun plastik yang digunakan secara berulang karena sifat karsinogen mudah larut.  zat lain dalam polystyrene yaitu styrene, hasil penelitian menyimpulkan ditemukan 75% ASI atau air susu ibu terkontaminasi styrene. Hal tersebut terjadi akibat ibu menggunakan wadah polystyrene pada saat mengkonsumsi makanan. Penelitian sejenis juga menyimpulkan bahwa styrene bisa bermigrasi ke janin melewati plasenta pada ibu yang sedang hamil. Apabila  terpapar dalam jangka waktu yang panjang, akan menyebabkan penumpukan styrene dalam tubuh. Sehingga mengakibatkan muncul gejala saraf, seperti muncul kelelahan, rasa gelisah, kesulita tidur serta anemia.

Pencegahan dampak polystyrene
Sebenarnya banyak pencegahan untuk para pedagang, salah satu cara untuk mencegah akibat dampak dari polystyrene adalah dengan melapisi polystyrene menggunakan plastik transparan. Namun hal ini sebenarnya akan menambah jumlah reaksi zat kimia yang terjadi pada pengemasan makanan bertambah, karena plastik juga merupakan bahan yang berbahaya untuk pembungkus makanan, sehingga langkah ini dianggap kurang cocok untuk mengurangi bahaya polystyrene. Dengan demikian antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahaya polystyrene bagi kesehatan yaitu dengan membawa sendiri wadah yang akan digunakan untuk membungkus makanan serta segera pindahkan makanan yang sudah dibungkus dengan polystyrene ke dalam wadah yang lebih aman sepeti piring kaca ataupun mangkuk kaca. Setelah itu kumpulkan bahan pembungkus makanan styrofoam ini agar nantinya dapat di daur ulang.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates