Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Hindari Terjadinya Halitosis ( Bau Mulut )

Hindari Terjadinya Halitosis ( Bau Mulut )

Hindari Terjadinya Halitosis ( Bau Mulut )

Hindari Terjadinya Halitosiss ( Bau Mulut )

Hindari Terjadinya Halitosiss ( Bau Mulut )

Hindari Terjadinya Halitosis ( Bau Mulut ) – Penyakit bau mulut atau disebut halitosis merupakan kondisi dimana terdapat bau yang tidak menyenangkan dari nafas seseorang. Masalah bau mulut mungkin bukan sesuatu yang asing lagi. Akibat bau mulut membuat orang sekeliling akan merasa terganggu serta perasaan tidak nyaman, terutama apabila dalam berkomunikasi. Penyebab bau mulut disebabkan oleh bakteri yang berkembang akibat makanan yang tertinggal di dalam mulut.  Penyebab bau mulut disebabkan oleh masalah kebersihan mulut. Bau mulut juga merupakan penyebab akibat kondisi kesehatan ataupun penyakit tertentu. Penyakit bau mulut atau halitosis, kadang bersamaan dengan karies gigi atau karang gigi serta penyakit periodontium.

Pada orang yang sehat, bau mulut sering dijumpai terutama pada waktu bangun tidur di pagi hari. Halitosis selain pada orang sakit, dapat terjadi pada orang sehat. Bau mulut terjadi akibat bakteri yang ada disekitar mulut menjadi aktif, akibat ada sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut, disekitar celah-celah gigi, kerongkongan dan langit-langit, sekitar lidah serta gusi. Ketika tidur, bakteri aktif pada waktu malam hari, akibat ada sisa makanan, akan membuat pH air liur yang lebih asam serta kurang aktivitas mengunyah dan berbicara.

Bau mulut mudah dicegah serta relatif mudah diobati, namun mudah juga terjadi apabila kesehatan dan kebersihan mulut tidak dapat menjaganya. Selain itu, bau mulut juga dapat diakibatkan oleh penyakit ginjal menahun, penyakit hati menahun dan infeksi saluran napas serta sinusitis (radang sinus pada rongga di tulang wajah). Bau mulut juga dapat diakibatkan oleh penyakit pada gusi (gusi bengkak ataupun gusi berdarah). Agar terhindar dari bau mulut diperlukan cukup minum serta cukup banyak bicara dan mengunyah.
Salah satu akibat merokok serta minum-minuman beralkohol dapat menyebabkan mulut bau, sehingga harus dihentikan. Penyebab bau mulut yang sering ditemukan adalah kebiasaan makan- makanan berbau, seperti petai, jengkol, bawang serta durian. Beberapa obat yang dapat menimbulkan bau mulut seperti antihistamin dan diuretik.

Cara mencegah bau mulut

Berikut ada beberapa yang dapat dilakukan untuk mencegah bau mulut, diantaranya:

1. Menyikat gigi setelah makan serta sebelum tidur. Lakukan flossing minimal sekali dalam sehari. Penggunaan obat kumur biasanya hanya dapat membantu menyegarkan nafas untuk sementara. Tanpa sikat gigi serta flossing sampai bersih, obat kumur tidak akan efektif untuk menghilangkan bau mulut.

2. Lakukan sikat lidah, sikat lidah ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan sikat gigi maupun sikat lidah khusus, permukaan lidah disikat 5 sampai 15 kali, khususnya bagian tengah lidah.

3. Selalu bersihkan alat-alat gigi tiruan lepasan ataupun kawat gigi lepasan secara rutin bagi yang menggunakannya.

4. Menjaga agar mulut tetap lembab, baik dengan minum air putih yang cukup, atau dengan mengunyah permen karet xylitol ataupun menghisap permen yang tidak mengandung gula.

5. Mengganti sikat gigi dengan yang baru setiap 3 bulan sekali.

6. Periksa gigi di dokter gigi, minimal 6 bulan sekali untuk memeriksa serta membersihkan gigi dari karang gigi.

Penyebab bau mulut

Terkadang meskipun sudah sikat gigi, minum obat kumur serta makan permen mint, namun masih tetap bau mulut. Berikut beberapa penyebab bau mulut meskipun sudah sikat gigi:

1. Masih terdapat partikel makanan yang terselip di mulut sehingga bakteri masih nempel di lidah.

2. Kurangnya air liur dalam mulut, kurang air liur mulut akan menjadi bau. Alkohol, kafein, dehidrasi atau efek samping obat dapat menyebabkan air liur berkurang serta mulut menjadi kering. Minum air putih yang banyak ataupun kunyahlah permen karet untuk memicu produksi air liur.

3. Konsumsi karbohidrat yang kurang sehingga terbentuk keton.

4. Kondisi kesehatan, penyakit – penyakit seperti gigi rusak, infeksi pernafasan serta pencernaan atau penyakit hormonal dapat menyebabkan bakteri berkembang lebih banyak dalam mulut.

5. Stres mempunyai hubungan dengan masalah pencernaan serta dapat mengganggu kebersihan mulut dan saraf – saraf di sekitarnya.

6. Perokok aktif, kandungan dalam rokok seperti tar, nikotin serta kandungan dalam rokok lainnya dapat membuat nafas tidak segar. Pada saat merokok, kelembaban dalam mulutpun akan berkurang dan itu merupakan gejala awal dari bau mulut.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates