Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Pemicu Sakit Maag

Pemicu Sakit Maag

Pemicu Sakit Maag

Pemicu Sakit Maag

Pemicu Sakit Maag

Pemicu Sakit Magh – Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh terbentuk dari beberapa keadaan yang kesemuanya menyebabkan peradangan pada lambung. Biasanya, peradangan tersebut penyebab dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang dapat mengakibatkan borok pada lambung yakni Helicobacter pylori. Namun faktor lain seperti trauma fisik dan pemakaian secara kontinyu beberapa obat penghilang sakit dapat menyebabkan magh. Pada beberapa kasus, magh mengakibatkan borok (ulcer) dan meningkatkan resiko kanker lambung. Namun, bagi banyak orang, magh bukanlah penyakit yang serius serta dapat segera membaik dengan pengobatan. Meskipun banyak kondisi yang dapat mengakibatkan gastritis, gejala serta tanda penyakit ini sama antara satu dengan yang lainnya.

Gejala tersebut diantaranya:

1. Perih pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk pada saat makan

2. Mual dan muntah

3. Nafsu makan hilang

4. Perut kembung

5. Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan

6. Berat badan menurun

Magh yang terjadi secara tiba – tiba (akut) biasanya mempunyai gejala atau tanda mual serta sakit pada perut bagian atas. Selain itu magh kronis yang berkembang secara bertahap biasanya mempunyai tanda seperti sakit yang ringan pada perut bagian atas serta terasa penuh atau nafsu makan hilang. Terkadang, magh dapat mengakibatkan pendarahan pada lambung, namun hal tersebut jarang menjadi parah kecuali apabila pada saat yang sama terjadi borok pada lambung. Pendarahan pada lambung dapat mengakibatkan muntah darah atau terdapat darah pada feces serta memerlukan pengobatan dan perawatan segera.

Gastritis merupakan salah satu dari sekian banyak jenis penyakit pencernaan dengan tanda yang mirip atau hampir sama antara penyakit satu dengan yang lainnya, sehingga magh ini mudah dianggap sebagai penyakit lainnya, seperti penyakit:

1. Gastroenteritis, disebut sebagai flu perut (stomach flu), biasanya terjadi akibat infeksi virus pada usus. Gejalanya meliputi diare, kram perut dan mual atau muntah, juga ketidaksanggupan untuk mencerna. Gejala dari gastroenteritis sering hilang dalam 1 ataupun 2 hari sedangkan untuk gastritis dapat terjadi terus menerus.

2. Heartburn, rasa sakit seperti terbakar yang terasa di belakang tulang dada, biasanya hal ini terjadi setelah selesai makan. Hal ini terjadi akibat asam lambung naik serta masuk ke dalam esophagus (saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dengan perut). Heartburn juga mengakibatkan rasa asam pada mulut serta terasa sensasi makanan yang sebagian sudah dicerna kembali ke mulut.

3. Stomach ulcers, apabila rasa perih serta panas dalam perut terjadi terus menerus kemudian parah, maka hal ini kemungkinan disebabkan akibat adanya borok dalam lambung. Stomach (peptic) ulcer ataupun yang disebut borok lambung yaitu luka terbuka yang terjadi dalam lambung. Gejala yang paling umum yaitu rasa sakit yang semakin parah apabila malam hari ataupun lambung sedang dalam keadaan kosong. Gastritis serta stomach ulcers mempunyai beberapa dampak yang sama, terutama infeksi H.pylori. Penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya gastritis serta begitu juga sebaliknya.

4.  Nonulcer dyspepsia merupakan gangguan fungsional yang tidak terkait pada penyakit tertentu. Penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui, namun stress serta terlalu banyak makan gorengan, mengkonsumsi makanan yang pedas ataupun mengkonsumsi makanan berlemak diduga dapat mengakibatkan penyakit ini. Tanda dan gejala penyakit ini yaitu nyeri pada perut atas, kembung serta mual.

Salah satu komponen dari cairan lambung merupakan asam hidroklorida. Asam ini sangat korosif sehingga paku besi dapat larut dalam cairan. Gastritis biasanya terjadi apabila mekanisme pelindung ini kewalahan serta menyebabkan rusak dan meradangnya dinding lambung. Beberapa penyebab yang dapat menyebabkan terjadinya gastritis antara lain :

1. Infeksi oleh bakteri;

2. Pemakaian obat penghilang rasa nyeri secara kontinyu;

3. Konsumsi alkohol secara berlebihan;

4. Konsumsi kokain

5. Stres;

6. Kelainan autoimmune;

7. Radiasi dan kemoterapi.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates