Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » TIPS AMAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIBAKAR

TIPS AMAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIBAKAR

TIPS AMAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIBAKAR

TIPS AMAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIBAKAR

TIPS AMAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIBAKAR

TIPS AMAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIBAKAR – Banyak menu makanan yang diolah secara dibakar dan tidak sedikit orang yang menggemarinya, seperti ayam bakar, ikan bakar, sate, dan masih banyak lagi menu makanan yang diolah dengan cara dibakar. Makanan yang diolah dengan cara dibakar memiliki rasa yang khas dengan aroma menggoda. Para ilmuwan mengatakan bahwa makanan yang diolah dengan cara dibakar mempunyai dampak buruk bagi kesehatan. Dalam dunia kesehatan, mengkonsumsi makanan yang diolah dengan cara dibakar berpotensi menimbulkan berbagai dampak kesehatan akibat tertelannya sebagian makanan yang gosong. Beberapa dampak yang akan ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang dibakar setiap hari:

1.  Mengakibatkan Kanker
Mengkonsumsi makanan yang dibakar terlalu sering, akan meningkatkan resiko terkena penyakit kanker, terutama kanker saluran cerna pada bagian atas. Jenis kanker ini dapat tumbuh dan berkembang pada kerongkongan bahkan rongga mulut. Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa dalam jangka panjang, mengkonsumsi makanan yang dibakar akan beresiko menyebabkan tumbuhnya penyakit kanker lambung.

2.  Menyebabkan Asam Lambung Naik
Makanan yang dibakar, akan menyebabkan kinerja lambung menjadi berat sehingga sulit untuk dicerna. Makanan yang dibakar menjadi pantangan bagi ia yang memiliki penyakit lambung dan maag, karena makanan tersebut dapat menyebabkan asam lambung meningkat.
Setelah kita ketahui beberapa dampak akibat konsumsi makanan yang dibakar, dengan demikian kita harus merubah kebiasaaan dalam pengolahan makanan dengan cara direbus.

Berikut beberapa alasan mengapa makanan yang dibakar berbahaya :

a. Mengandung Partikel Berbahaya dan Hidrokarbon
Penyebab pembakaran arang ataupun kayu dapat menyebabkan pembentukan hidrokarbon dan partikel yang berbahaya untuk kesehatan serta dapat mencemari udara.

b. Memiliki Suhu Tinggi
Daging yang dimasak sampai berubah warna menjadi kehitaman banyak mengandung Heterocyclic amines (HCAs) yang merupakan senyawa kimia yang muncul dari daging yang diproses atau dimasak pada suhu tinggi. Dengan demikian untuk mengurangi risiko kanker, agar memperhatikan suhu dan lama memasak.

Beberapa cara aman dalam mengkonsumsi dan mengolah makanan yang dibakar:

a. Hindari Bagian yang Gosong
Apabila anda mengkonsumsi olahan daging yang gosong atau terbakar maka sama saja telah memasukkan racun kedalam tubuh sendiri. Dari segi kesehatan, pengolahan makanan yang paling baik yaitu dikukus ataupun direbus. Meskipun sesekali tetap boleh mengkonsumsi makanan yang pengolahannya dibakar dengan cara yang benar namun tetap harus diselingi dengan konsumsi buah dan sayuran supaya nutrisi yang masuk kedalam tubuh lebih seimbang. Sejenis daging merah, seperti daging sapi, yang pengolahannya dengan cara dibakar mempunyai potensi lebih tinggi untuk timbulnya risiko kanker apabila dibandingkan dengan daging putih seperti ikan ataupun daging ayam.

b. Jangan Mengkonsumsinya Terlalu Sering
Dalam mengkonsumsi makanan yang pengolahannya dengan cara dibakar, dianjurkan untuk mengkonsumsi sesekali saja pada waktu tertentu. Asal dimasak dengan cara yang benar, tentunya makanan yang dibakar tidak menimbulkan bahaya yang dapat dirasakan seketika.

c. Daging yang Tidak Terlalu Berlemak
Asap yang berlebihan akan dihasilkan dari daging yang berlemak, disini proses zat karsinogen akan terbentuk. Kadar lemak yang tinggi pada daging akan membuat olahan tersebut cepat gosong.

d. Gunakan Api Kecil
Memasak dengan api yang terlalu tinggi menjadi salah satu penyebab gosongnya bagian luar daging. Dengan demikian masaklah atau bakarlah daging dengan temperature sedang agar dapat mencegah terbentuknya zat karsinogen.

e. Rendam Daging di dalam Bumbu
Berdasarkan The American Institute for Cancer Research menyimpulkan bahwa merendam daging dalam bumbu lamanya 30 menit dapat mengurangi pembentukan zat karsinogen. Dalam memilih bumbu, pilih bumbu tradisional serta alami untuk menurunkan kadar HCAs di dalam bakaran daging.

f. Lakukan Cara Pengolahan yang Baik
Untuk menghindari daging terbakar dan membentuk zat penyebab kanker, gunakan panggangan yang tidak langsung bersentuhan dengan api.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates