Thursday , 19 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kenali Penyebab Terjadinya TBC Paru

Kenali Penyebab Terjadinya TBC Paru

Kenali Penyebab Terjadinya TBC Paru

Kenali Penyebab Terjadinya TBC Paru

Kenali Penyebab Terjadinya TBC Paru – Penyakit TBC atau tuberkolosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari suatu bakteri yang dinamakan mycobacterium tubercolosis. Infeksi mycobacterium tubercolosis sifatnya sangat menular sehingga penyakit TBC menjadi penyakit menular yang sangat cepat. Seseorang yang terkena penyakit TBC akan menularkan penyakit secara tidak sengaja akibat batuk atau meludah. Dari hal tersebut bakteri akan menyebar dengan cepat melalui udara setelah itu masuk ke lingkungan lain seperti lewat air dan juga tanah. Orang yang terkena penyakit TBC aktif akan menularkan infeksi TB ke orang lain yang ada di sekitarnya. Akan tetapi orang yang menderita TB laten tidak dapat menularkan penyakit TB ke orang lain. Penyakit TBC dapat menginfeksi bagian paru-paru. Sistem kekebalan tubuh seseorang akan mempengaruhi penyebaran TBC di dalam tubuh.

Berikut faktor resiko terkena TBC, diantaranya:

1. Penderita yang mengalami gejala HIV/AIDS
2. Orang yang tinggal di lingkungan yang kumuh, kotor serta minim dengan asupan nutrisi
3. Orang yang terbiasa mengkonsumsi minuman beralkohol dengan jumlah yang tinggi
4. Orang yang tinggal di jalanan dengan resiko polusi dan lingkungan yang kotor
5. Orang yang sudah mengalami berbagai penyakit serta menyerang sistem kekebalan tubuh
6. Orang yang menangani penderita TBC serta tidak menjaga kesehatan pribadi dan juga lingkungan.

Penyakit TBC pada awalnya akan menyerang pada bagian paru-paru saja. Pada saat kondisi ini terus terjadi serta tidak dirawat dengan baik dengan demikian penyakit akan berkembang dengan cepat. Penyakit TBC ini bisa menjadi salah satu penyakit dengan komplikasi

Berikut merupakan beberapa komplikasi pada penderita TBC yang terlambat mendapatkan perawatan:

1. Terjadi komplikasi TBC yang resisten terhadap obat-obatan
Penderita yang mengalami TB dengan resisten terhadap obat-obatan, biasanya penderita disarankan untuk menjalani rehabilitasi serta perawatan dengan obat jangka waktu yang lebih panjang, seperti lebih dari satu tahun.

2. Terjadi kerusakan paru-paru
Bakteri yang sudah berkembang di dalam paru-paru akan lebih mudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh. Bakteri akan mengakibatkan infeksi dalam waktu yang sangat cepat serta menyebabkan kerusakan jaringan pada bagian paru-paru biasanya ditandai dengan batuk darah.
3. Terjadi komplikasi organ dalam
Komplikasi akan menyerang pada organ tubuh seperti hati, ginjal, selaput otak serta sum-sum tulang belakang.
4. Terjadi kehilangan kemampuan
Bakteri dapat menyebar serta menyerang ke bagian sendi tubuh dengan ditandai rasa sakit pada bagian sendi, bengkak, nanah serta kerusakan sendi parah. Penderita akan mulai kehilangan kemampuan untuk melakukan berbagai aktivitas serta sulit untuk bergerak.
5. Terjadi kerusakan mata
Komplikasi yang serius bisa menyebabkan kerusakan pada bagian mata seperti pada organ kornea dan juga retina.
Hal ini dapat mengakibatkan retina mengalami pembengkakan serta merusak kesehatan mata.

Berikut beberapa langkah pengendalian TBC, diantaranya:

1. Menghindari kontak langsung dengan penderita TBC, seperti menggunakan masker, kaus tangan serta selalu memelihara kebersihan diri dan juga lingkungan.

2. Penderita TBC alangkah baiknya tidak masuk ke dalam lingkungan umum sebelum  dinyatakan sembuh, kecuali menggunakan masker.
3. Penderita TBC laten alangkah baiknya segera melakukan tindakan perawatan dengan mengkonsumsi obat khusus selama jangka waktu tertentu sesuai dengan petunjuk dokter.
4. Penderita TBC aktif harus menjalani perawatan khusus hingga dinyatakan sembuh serta terus memeriksakan kondisi kesehatan secara umum.
5. Sebaiknya pada anak- anak diberikan vaksin BCG untuk mematikan bakteri tuberkolosis yang akan menyerang tubuh anak- anak dalam sewaktu-waktu.
6. Orang yang mengalami gejala TBC contphnya batuk parah, demam, sulit untuk bernafas serta berat badan yang turun drastis alangkah baiknya menjalani pemeriksaan TBC.
7. Orang yang sudah menderita TBC serta menjalani perawatan rutin dengan obat selama 3 atau 6 bulan harus mengkonsumsi obat dengan disiplin serta tidak menghindari obat supaya perawatan dapat dilakukan hingga tuntas.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates