Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Hindari Kebiasaan Ini Saat Mengatasi Jerawat

Hindari Kebiasaan Ini Saat Mengatasi Jerawat

Hindari Kebiasaan Ini Saat Mengatasi Jerawat

Hindari Kebiasaan Ini Saat Mengatasi Jerawat

Hindari Kebiasaan Ini Saat Mengatasi Jerawat

Hindari Kebiasaan Ini Saat Mengatasi Jerawat – Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami pria maupun wanita. Walau tidak berbahaya, jerawat dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri Pada sebagian orang, jerawat menghilang dengan sendirinya. Ada juga yang belum mendapatkan hasil meski telah melakukan perawatan. Mugkin sebaiknya untuk menghindari hal-hal berikut ini:

1. Produk yang mengandung scrub
Hindari penggunaan eksfoliator yang mengandung scrub saat sedang berjerawat karena tidak akan membantu menghilangkan jerawat, kecuali disertai asam salisilat atau benzoil peroksida.
Scrub justru dapat menghilangkan lemak di lapisan kulit terluar dan menyebabkan iritasi yang berkibat pada kulit sulit mentoleransi obat dan jerawat semakin parah.

2. Berlebihan dalam membersihkan wajah
Tak perlu menggunakan spons atau kuas untuk membersihkan wajah. Lebih baik, oleskan cleanser dengan ujung jari. Pilih cleanser yang bisa menyeimbangkan pH untuk mengurangi iritasi. Gunakan air hangat kuku untuk membersihkan cleanser karena meninggalkan residu dapat menyebabkan iritasi. Setelah, tepuk-tepuk wajah dengan handuk bersih. Tunggu sekitar 5 sampai 15 menit sebelum menggunakan obat jerawat.

3. Produk yang mengandung minyak
Jerawat seringkali muncul saat terjadi perubahan hormonal dalam tubuh yang menyebabkan kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Supaya tidak semakin parah, hindari penggunaan produk perawatan wajah, make up, dan tabir surya yang mengandung minyak.
Gunakan produk yang bebas minyak (oil-free) atau noncomedogenik. Jika sudah terlanjur dapat diganti dengan memakai make up berbahan dasar mineral seperti dimethicone, powdered silica, powdered titanium dioxide, powdered zinc oxide.

4. Memencet jerawat dengan paksa
Memencet jerawat sembarangan dapat membuat kulit iritasi dan memperparah jerawat. Bakteri P. acnes akan semakin terperangkap dalam pori-pori dan menyebabkan iritasi. Hal ini dapat memperlama proses penyembuhan jerawat dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas luka.
Para dermatologis menyarankan untuk mengoleskan obat jerawat yang tepat di area bermasalah dibandingkan memencetnya dengan paksa.

5. Menyentuh jerawat
Tak hanya memencet jerawat dengan paksa, menyentuh jerawat pun dapat menyebabkan iritasi. Bisa saja bakteri yang terdapat pada jari dan kuku meningkatkan terbentuknya jerawat baru dan menimbulkan bekas luka. Tidak perlu juga menutupi jerawat dengan karena dapat meningkatkan suhu tubuh yang memperparah jerawat.

6. Menggunakan alkohol
Isopropil alkohol atau alkohol gosok (rubbing alcohol) sering digunakan untuk menghilangkan jerawat, namun senyawa kimia ini dapat merusak DNA pada sel di sekitar pori-pori. Sel-sel tersebut akan mati dan jika tidak dibersihkan, dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan iritasi, dan memicu timbulnya jerawat baru.

7. Melakukan tanning
Menggelapkan kulit dengan menggunakan tanning bed atau berjemur di bawah sinar matahari dapat memberikan efek negatif bagi kulit. Terutama jika sedang menggunakan retinoid seperti adapalene, tretinoin, atau tazarotene untuk mengobati jerawat. Obat-obatan tersebut akan menipiskan lapisan kulit terluar sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV atau lampu tanning bed.
Tanning juga meningkatkan risiko terkena melanoma. Pemakaian tanning bed sebelum usia 35 tahun meningkatkan risiko melanoma hingga 75%.

8. Menggunakan ponsel kotor
Dermatologis Mitchell Kline dari New York-Presbyterian Medical Center menyatakan jika menempelkan ponsel di pipi dapat menyebabkan penyumbatan minyak dalam pori-pori. Akibatnya, jerawat baru lebih mudah muncul. Lebih baik menggunakan headset atau handsfree saat menelepon dan rutin membersihkan ponsel.

9. Makan makanan berindeks glikemik tinggi
Makanan berindeks glikemik tinggi seperti roti putih, pasta putih, keripik kentang, kukis dan cake dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat dan produksi hormonal androgen. Perubahan hormonal inilah yang diduga dapat memicu timbulnya jerawat.

10. Merawat jerawat membandel sendiri
Jika mengobati jerawat sendiri tidak ada perubahan, jangan ragu untuk konsultasi keĀ  dokter kulit. Para dermatologis lebih paham dengan masalah kulit dan memiliki solusi yang paling tepat.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates