Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir

Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir

Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir

Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir

Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir

Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir – Kelahiran merupakan saat yang ditunggu oleh semua calon orang tua. Melahirkan bayi yang sehat merupakan dambaan setiap orang. Akan tetapi tidak jarang bayi baru lahir terkena masalah kesehatan. Berikut maslah kesehatan yang biasa terjadi pada bayi baru lahir:

1. Timbul kotoran pada mata bayi/belekan
Mata bayi yang baru lahir tidak selalu tampak bersih, namun terkadang mengeluarkan kotoran berwarna putih serta berselaput, mirip belekan. Kedaan seperti ini menyebabkan keadaan yang tidak nyaman untuk bayi, dapat menghambat aliran air mata bayi, bayi akan kesulitan membuka mata dan lainnya. Kedaan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor seperti: infeksi jalan lahir serta terdapat penyumbatan pada saluran air mata bayi.

2. Ruam pada kulit bayi
Ruam pada kulit bayi dapat disebabkan akibat udara serta penggunaan popok. Kulit bayi yang baru lahir sangat halus, sensitif serta rentan akibat perubahan suhu yang ekstrim, terlalu panas ataupun terlalu dingin. Udara dengan panas yang lebih membuat bayi tidak nyaman dengan demikian mudah rewel serta menangis. Penyebabnya yaitu karena bayi baru lahir belum dapat berkeringat secara efektif serta memproduksi panas tubuh internal akan lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan masalah pada kulit bayi seperti ruam, biang keringat serta iritasi kulit.

3. Sesak nafas pada bayi yang baru lahir
Bayi baru lahir akan mengalami sesak nafas yang dapat ditandai dengan frekuensi nafas yang tinggi, dapat mengeluarkan suara yang tidak biasa contohnya mendengkur yang sangat keras, yang dapat berakibat fatal apabila wajah bayi hingga membiru. Penyebabnya yaitu: infeksi pada bayi akibat tersedak, pembesaran pada kelenjar thymus, akibat tersedak air ketuban, terjadi kelainan pada trakea dan lain- lainnya.

4. Kolik pada bayi
Kolik atau biasanya bayi akan terus menerus menangis selama berjam-jam. Menangis menandakan bahwa bayi lapar, haus, kedinginan, kepanasan, basah akibat ompol, takut, tidak nyaman dan lainnya.

5. Timbul Muntah atau gumoh
Muntah atau gumoh merupakan hal yang wajar dapat dialami oleh semua bayi, utamanya bayi baru lahir. Hal ini diakibatkan karena adanya kelebihan lendir pada perut bayi sebab volume lambung bayi masih kecil serta klep penutup lambung bayi belum terbentuk dengan sempurna. Selain itu, menangis secara berlebihan akan menyebabkan bayi gumoh.

6. Timbul Demam
Demam merupakan tanda sistem pertahanan tubuh yang sedang aktif untuk bekerja. Demam pada bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu terdapat infeksi, perubahan suhu menjdi dingin akan menjadi demam.

7. Terjadi Infeksi tali pusat
Tali pusat merupakan sumber makanan serta oksigen bagi bayi selama masih dalam kandungan. Setelah bayi lahir, bayi tidak akan tergantung pada tali pusat serta sudah semestinya tali pusat tersebut dipotong. Perawatan pada tali pusat harus dilaksanakan dengan hati-hati untuk menghindari infeksi. Gejala infeksi tali pusat yaitu akan timbul ruam ataupun bengkak disekitar pusar, tercium bau yang tidak sedap, terdapat cairan yang lengket jernih terkadang bernanah, bayi akan demam, selera menyusu menurun dan lainnya.


8. Timbul Diare

Normalnya, bayi baru lahir akan mengeluarkan feces kehitaman serta agak lembek, ini akibat bawaan lahir atau sisa makanan dari plasenta. Bayi baru lahir dapat mengalami diare, akibat virus yang disebut rotavirus, bakteri, alergi susu sapi dan lainnya sebagainya.

9. Timbul Kejang
Kejang akan ditemui pada bayi baru lahir, hal ini menandakan adanya suatu penyakit pada sistem syaraf pusat (SSP), kelainan metabolik serta adanya penyakit lain. Kejang pada bayi sulit dikenali serta dibedakan antara gerakan reflek bayi atau gerakan refleks moro dengan kejang terebut. Kejang sering atau disebut step. Cirinya yaitu: gigi akan terkatup kuat, bayi muntah, bayi akan berhenti bernafas sejenak, bayi tidak sadarkan diri, bola mata bergerak dan berputar dengan cepat, gerakan yang ekstrim contohnya gerakan berenang, gerakan mengayuh dan lainnya.

10. Timbul Kuning
Kuning pada bayi yang disebut ikterus (jaundice) merupakan kondisi yang dialami oleh 80% bayi yang baru lahir. Kuning terjadi akibat kadar bilirubin terlalu tinggi dalam darah. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang diperoleh oleh pemecahan hemoglobin (Hb) yang terjadi di dalam hati atau liver. Bayi baru lahir mempunyai organ yang belum berfungsi dengan sempurna. Liver atau hati bertugas memecah bilirubin pada bayi belum bekerja dengan baik, dengan demikian menyebabkan kadar bilirubin tinggi.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates