Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Cara Mencegah Penyakit Reumatik

Cara Mencegah Penyakit Reumatik

Cara Mencegah Penyakit Reumatik

Cara Mencegah Penyakit Reumatik

Cara Mencegah Penyakit Reumatik

Cara Mencegah Penyakit Reumatik -Penyakit reumatik atau rheumatoid seperti osteoartritis merupakan penyakit sendi yang ditandai dengan penipisan rawan sendi yang bermanfaat sebagai shock absorber ataupun bantalan peredam kejut diantara dua tulang. Penipisan rawan sendi tersebut akan menyebabkan terjadinya peradangan pada selaput sendi. Dengan usia di atas 50 tahun menjadi faktor predisposisi timbulnya osteoartritis, faktor lainya yaitu akibat obesitas serta faktor jenis kelamin. seseorang yang mengalami obesitas atau kegemukan, akan mengalami osteoartritis terutama terjadi pada lutut serta pergelangan sendi. Karena sendi tersebut harus menopang berat badan yang berlebihan.

Faktor jenis kelamin, dapat diketahui bahwa osteoartritis lebih banyak terjadi pada perempuan dari pada laki-laki. Faktor hormonal serta kerja berat dalam rumah tangga salah satu yang berperan untuk terjadinya osteoartritis pada wanita. Pada perempuan usia pertengahan, osteoartritis akan terjadi pada tangan serta lutut yang muncul secara bersamaan. Sedangkan pada laki-laki usia pertengahan, osteoartritis akan mengenai lutut. Faktor lain penyebab asrtritis diantaranya: akibat aktivitas fisik, faktor genetik, akibat faktor sistemik serta akibat faktor mekanik, seperti trauma dan bentuk sendi bawaan.

Gejala timbulnya penyakit osteoartritis sangat bervariasi, seperti nyeri, kaku sendi, pembengkakan pada sendi, keterbatasan dalam gerak serta krepitasi. Upaya rehabilitatif medik, latihan sangatlah berperan untuk menanggulangi penyakit reumatik, utamanya yang berhubungan dengan nyeri. Manfaat latihan yaitu untuk mengurangi rasa nyeri yang terjadi, pada gerak sendi dan untuk meningkatkan kekuatan otot, memperkuat tulang serta jaringan penunjang, dapat mencegah kerusakan pada bentuk sendi, dapat mempertahankan asupan makanan ke sendi, dapat meningkatkan kesegaran tubuh dan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Latihan yang dilaksanakan penderita osteoartritis dapat dilakukan di air maupun di darat.

Penatalaksanaan terapi penderita osteoartritis biasanya dapat dilakukan secara menyeluruh, baik secara fisik, psikologis dan rehabilitatif serta dapat melakukan upaya pendekatan secara paripurna kepada penderita. Pada kenyatannya, tidak semua penderita osteoartritis memerlukan terapi, akan tetapi upaya pencegahan terhadap gangguan fungsi gerak harus dilaksanakan. Yakni dengan menghindari penggunaan sendi yang berlebihan, utamanya pada sendi penopang tubuh seperti lutut, panggul, jari, leher serta vertebra. Apabila terjadi serangan osteoartritis, sendi yang terkena istirahatkan dan jika perlu dapat digunakan bebat elastik, tongkat, bidai, cervical collar, atau lumbo sacral corset.

Selain melakukan penguatan otot, dapat dianjurkan untuk melatih ketahanan otot. Dalam mengurangi spasme otot, dibutuhkan traksi leher atau lumbal. Pada leher, traksi dengan beban tertentu dapat memperlebar foramen intervertebrale dengan demikian dapat mengurangi penjepitan syaraf. Untuk orang tua, pemberian traksi dapat dilakukan dengan pengawasan serta indikasi yang tepat. Alangkah baiknya, program terapi serta latihan yang diberikan harus dengan ukuran yang paling aman, dengan memperhatikan umur serta kondisi pasien.

Dalam upaya penanganan pasien osteoartritis dengan menggunakan terapi obat-obatan juga tidak dapat dikesampingkan, meskipun obat ini tidak dapat menyembuhkan serta membebaskan dari dampak yang diinginkan. Penggunaan obat analgetik serta AINS atau Anti-inflamsi Non steroid dapat sebagai terapi simptomatik dalam meredakan nyeri. Selain itu, upaya pembedahan biasanya dapat dilaksanakan pada kondisi tertentu dimana osteoartritis telah menyebabkan gangguan yang besar. Dengan demikian, tindakan koreksi bedah sangatlah diperlukan. Akan tetapi pada prinsipnya, reumatoid ini dapat dicegah serta ditunda dengan memperhatikan pola hidup sehat serta tetap aktif, sesuai dengan ukuran dan porsi yang benar dan dapat dilakukan. Latihan fisik dapat dilakukan sebagai pelengkap.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates