Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Pola Makan Dan Makanan Untuk Mencegah Kanker

Pola Makan Dan Makanan Untuk Mencegah Kanker

Pola Makan Dan Makanan Untuk Mencegah Kanker

Pola Makan Dan Makanan Untuk Mencegah Kanker

Pola Makan Dan Makanan Untuk Mencegah Kanker

Pola Makan Dan Makanan Untuk Mencegah Kanker – Jumlah penderita kanker dewasa ini semakin bertambah seiring dengan meningkatnya polusi, radikal bebas, dan perubahan gaya hidup. Di Indonesia, jumlah penderita kanker diperkirakan bertambah sebanyak 200 ribu orang per tahunnya. WHO menduga angka ini masih akan terus meningkat ke depannya. Angka kematian kanker pun termasuk tinggi, yakni menempati urutan ke-2 pada kematian akibat penyakit tidak menular setelah jantung di dunia. Meski disebabkan banyak faktor, risiko terkena kanker dapat diturunkan dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut tips utama dalam mengatur pola makan untuk mencegah kanker:

1. Mengatur komposisi makanan
Kombinasi diet yang tepat menurunkan risiko terkena kanker dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja. Penelitian yang dilakukan American Institute for Cancer Research (AICR) menganjurkan agar menerapkan diet berbasis nabati. Yakni dengan memenuhi dua pertiga porsi makanan dengan sayuran, buah-buahan, dan serealia utuh, sementara sepertiga lainnya dapat ditambahkan daging atau ikan.

2. Perbanyak warna dalam masakan
Tumbuhan memiliki berbagai warna tergantung dari pigmen yang dikandungnya. Semakin beragam warna makanan, semakin banyak nutrisi yang akan didapatkan. Utamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna hijau, merah, dan oranye gelap karena kandungan nutrisinya semakin tinggi.

3. Jangan lewatkan waktu sarapan
Asam folat merupakan vitamin B yang dapat melindungi tubuh dari risiko terkena kanker usus besar, rektum, dan payudara. Asam folat dapat ditemukan pada sereal dan produk gandum utuh lainnya, jus jeruk, jus melon, jus stroberi, asparagus, telur, polong-polongan, biji bunga matahari, dan sayur berdaun hijau seperti bayam atau selada.

4. Kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan
Untuk mengurangi risiko terkena kanker usus besar dan colorectal, AICR menganjurkan untuk konsumsi daging merah seperti daging sapi, babi, atau domba dibatasi sebanyak 510 gr / minggu. AICR juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging olahan seperti hot dog, ham dan sosis yang dimasak melalui pengasapan, pembakaran, atau pengasinan.

5. Rajin mengonsumsi tomat
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi tomat dapat menurunkan risiko terkena beberapa tipe kanker termasuk kanker prostat. Produk olahan tomat seperti jus, saus, dan pasta diduga dapat meningkatkan potensi pencegahan kanker.

6. Sering minum teh hijau
Teh hijau dikenal akan kandungan anti oksidan yang tinggi dan dapat menurunkan risiko terkena kanker. Beberapa penelitian membuktikan bahwa teh hijau memperlambat atau mencegah perkembangan sel kanker di usus besar, liver, payudara, dan prostat. Efek serupa juga ditunjukkan pada jaringan paru-paru dan kulit. Dalam penelitian lebih lanjut, the hijau sering dikaitkan dengan penurunan risiko kanker perut, kandung kemih, dan pankreas.

7. Banyak mengonsumsi anggur
Anggur terutama yang berwarna ungu dan merah kaya resveratol yang memiliki anti oksidan dan anti inflamasi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa anggur mencegah kerusakan yang memicu terbentuknya kanker pada sel tubuh. Salah satu studi yang diterbitkan di Translational Oncology menunjukkan bahwa kombinasi folifenol pada anggur merah dapat mencegah perkembangan sel kanker payudara pada tikus.

8. Batasi konsumsi alkohol
Alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker mulut, tenggorokan, laring, esofagus, liver, payudara, usus besar, dan rectum. Hal ini disebabkan oleh sifat alkohol yang dapat merusak DNA secara langsung, terutama jika dikombinasikan dengan merokok. AICR merekomendasikan agar konsumsi alkohol dibatasi tidak lebih dari 2 gelas per hari untuk pria dan 1 gelas untuk wanita.

9. Perbanyak minum air putih
Air tidak hanya melegakan dahaga, juga dapat mencegah timbulnya kanker kandung kemih. Pasalnya, cairan dapat mengencerkan konsentrasi zat penyebab kanker kandung kemih. Memperbanyak asupan cairan juga membuat lebih sering buang air kecil sehingga mempersingkat kontak antara zat tersebut dengan sistem perkemihan.

10. Rajin makan polong-polongan
Polong-polongan diyakini dapat membantu memerangi kanker, dikarenakan polong-polongan mengandung fitokimia yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas pemicu kanker. Dalam beberapa penelitian, fitokimia mampu memperlambat pertumbuhan tumor dan mencegahnya mengeluarkan zat yang dapat merusak sel tubuh.

11. Perbanyak makan sayuran berdaun gelap dan kubis-kubisan
Brokoli, sawi, selada, kembang kol, kubis, pakcoy, dan kale mengandung komponen yang dapat melindungi tubuh dari kanker serviks, usus besar, payudara, dan paru-paru. Begitu pula dengan sayuran berdaun gelap seperti bayam dan kangkung kaya akan serat, asam folat, dan karotenoid. Senyawa-senyawa tersebut diduga melindungi tubuh dari serangan kanker pangkal tenggorokan, paru-paru, pancreas, mulut, perut, dan kulit.

12. Gunakan rempah-rempah
Kurkumin merupakan bahan yang terdapat pada kunyit dan berpotensi mencegah kanker. Hasil penelitian membuktikan bahwa kurkumin dapat menekan transformasi, proliferasi, dan invasi berbagai macam sel kanker. Beberapa rempah lain seperti cengkeh, oregano, jahe, dan kayu manis juga mengandung anti oksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

13. Olah makanan secara tepat
Menggoreng, membakar, dan memanggang daging dengan temperatur sangat tinggi membentuk senyawa karsinogen yang menyebabkan kanker. Cobalah merebus atau mengkukus untuk meminimalisir terbentuknya karsinogen.

14. Perbanyak makan buah beri
Blueberry, stroberi, raspberry dan buah-buahan beri lainnya memiliki senyawa fitokimia yang disebut asam elagik. Senyawa yang termasuk anti oksidan ini dapat memerangi kanker dengan beberapa cara sekaligus, termasuk menonaktifkan substansi penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

15. Kurangi konsumsi gula dan garam
Gula dapat meningkatkan jumlah kalori dalam tubuh yang dapat memicu obesitas dan meningkatkan risiko terkena kanker. Coba gantikan gula dengan madu atau buah yang kaya nutrisi bermanfaat bagi kesehatan.
Konsumsi garam pun perlu dibatasi agar tidak lebih dari 2,4 g / sehari. Penelitian membuktikan bahwa asupan garam berlebih dapat merusak lapisan perut. Para ahli menilai hal itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker perut.

16. Jangan hanya mengandalkan suplemen
American Cancer Society dan AICR menekankan bahwa memperoleh nutrisi pencegah kanker dari polong, buah, dan sayuran jauh lebih baik daripada mendapatkannya dari suplemen. Pasalnya, konsumsi suplemen dalam dosis tinggi diperkirakan dapat mempengaruhi risiko terkena kanker.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates