Sunday , 26 March 2017
Home » Info Kesehatan » Sehat Dan Bugar Saat Menjalankan Puasa

Sehat Dan Bugar Saat Menjalankan Puasa

Sehat Dan Bugar Saat Menjalankan Puasa

Sehat Dan Bugar Saat Menjalankan Puasa

Sehat Dan Bugar Saat Menjalankan Puasa

Sehat Dan Bugar Saat Menjalankan Puasa – Puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Saat berpuasa dianjurkan untuk terus berbuat kebaikan dan mendulang pahala, termasuk dengan bekerja. Lantas, bagaimana menghindari rasa malas selama berpuasa? Bagaimana menjaga kesehatan dan kebugaran  dari sahur hingga berbuka? Simak beberapa tips sehat menjalankan puasa berikut ini:

1. Jangan pernah lewatkan sahur
Sama halnya dengan sarapan yang menjadi waktu makan terpenting dalam sehari, sahur sangat diperlukan dan jangan sampai dilewatkan. Melewatkan waktu sahur ibarat memperpanjang waktu puasa sehingga  akan mengambil cadangan energi lebih banyak. Akibatnya,  mudah terasa lelah dan cepat haus. Ketika melewatkan sahur juga cenderung makan berlebihan saat berbuka. Sertakan makanan yang mengandung karbohidrat dan protein sebagai sumber energi. Karbohidrat kompleks ini akan dicerna secara lambat sehingga  bisa merasa kenyang lebih lama. Jangan lupa untuk mengakhirkan sahur seperti anjuran Nabi Muhammad SAW.

2. Tidak makan berlebihan saat berbuka puasa
Puasa menuntut untuk bisa mengendalikan dan menahan diri. Percuma saja menahan lapar dan haus seharian jika tidak bisa mengendalikan diri saat berbuka. Kalap makan dan minum saat berbuka justru dapat meningkatkan berat badan secara cepat, apalagi jika kita memilih menu tak sehat. Meski demikian, jangan berlebihan menahan diri untuk tidak segera berbuka meski adzan maghrib sudah berkumng. Rasulullah justru menyarankan kita untuk menyegerakan berbuka.

3. Hindari makanan terlalu asin, manis, dan berlemak
Anggapan untuk berbuka dengan yang manis sering terdengar. Entah darimana kepercayaan ini berasal. Yang jelas, anggapan ini sudah melekat di masyarakat. Tak heran jika pedagang es/sirup dan minuman manis lainnya menjamur di bulan puasa.
Makanan atau minuman manis memang diperlukan untuk menormalkan kadar gula darah yang turun selama puasa, namun tentu saja harus dikonsumsi secara wajar. Berlebihan mengkonsumsi makanan manis justru  meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat dan meningkatkan nafsu makan .
Makan makanan manis dan berlemak terlalu banyak juga  menyebabkan rasa lelah dan mengantuk. Sebagai gantinya, cukup konsumsi beberapa butir buah kurma, jika tidak, air putih seperti yang dilakukan Rasulullah. Hindari juga makanan asin yang dapat memicu rasa haus dan dehidrasi.

4. Cukupi kebutuhan cairan
Kekurangan cairan menyebabkan rasa lemas dan kurang konsentrasi selama berpuasa. Apalagi tinggal di daerah tropis yang cuacanya cenderung panas. Cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi. Air putih paling dianjurkan, namun dapat digantikan dengan susu atau jus buah murni.
Sebaliknya, hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cola yang memiliki sifat diuretik. Perbanyak juga asupan buah-buahan yang tinggi cairan seperti semangka.

5. Olahraga ringan
Tetap lakukan olahraga rutin. Hanya saja, batasi porsinya. Olahraga di siang bolong bisa memicu dehidrasi dan menguras energi . Sebaiknya, cukup lakukan olahraga ringan seperti jogging dan bersepeda selama 15-20 menit saat menjelang berbuka.
Usahakan untuk selalu mengikuti salat berjamaah di masjid. Selain membentuk kebiasaan baik, cara ini juga akan membuat  rutin berjalan dan bergerak setiap hari.

6. Gosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur
Saat berpuasa,  tubuh akan membakar cadangan lemak sebagai energi utama dan meningkatkan kadar keasaman darah. Oleh karena itu nafas biasanya berbau. Untuk meminimalisir bau yang timbul, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan mulut dengan menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur. Menggosok gigi setelah sahur membantu menghilangkan rasa kantuk yang menyerang dan mencegah  kembali tidur. Ingat bahwa tidur setelah sahur bisa mengganggu proses pencernaan dan mungkin membuat  melewatkan salat subuh.

7. Konsultasi ke dokter
Beberapa orang diberbolehkan untuk tidak berpuasa jika menderita sakit, berusia lanjut, sedang hamil atau menyusui. Jika  memiliki kondisi tersebut namun merasa mampu untuk berpuasa, jangan lupa untuk konsultasi ke dokter untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin muncul. Tanyakan juga apakah  perlu mengkonsumsi suplemen atau menghindari makanan tertentu agar terus sehat selama berpuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates