Wednesday , 18 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Hindari Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hindari Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hindari Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hindari Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hindari Hipertensi Pada Ibu Hamil – Darah tinggi atau disebut dengan hipertensi merupakan keadaan gejala dimana tekanan darah pada pembuluh darah arteri meningkat. Tingginya tekanan akan menyebabkan kerja jantung semakin meningkat pada proses pemompaan darah serta bisa berakibat pada berbagai penyakit seperti penyakit stroke, penyakit jantung dan juga gangguan ginjal. Timbulnya penyakit tekanan darah tinggi ini diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat contohnya pengaturan pola makan yang tidak baik. Pada kondisi ini juga dapat terjadi pada saat hamil.

Kehamilan yang disertai dengan hipertensi dapat menimbulkan berbagai resiko bagi ibu serta resiko tehadap janin yang dikandung. Dikatakan hipertensi apabila tekanan darah pada ibu hamil berada di atas 140/90 mmHG. Ibu hamil akan rentan terkena hipertensi apabila ibu mengandung pada usia rentan yaitu <20 tahun atau hamil di usia >40 tahun. Disamping itu, hipertensi yang terjadi pada ibu hamil akan terjadi pada kehamilan pertama serta ciri hamil anak kembar. Beberapa gejala hipertensi pada ibu hamil biasanya ditandai sebagai berikut:

1. Terdapat kandungan protein pada urine saat melakukan pemeriksaan;

2. Timbul rasa nyeri pada bagian perut atas;

3. Menurunnya kadar trombosit darah;

4. Timbul mual dan muntah;

5. Terjadi gangguan penglihatan seperti penglihatan menjadi kabur dan sensitivitas terhadap cahaya;

6. Mengakibatkan sesak nafas karena adanya cairan pada paru-paru;

7. Kepala terasa pusing;

8. Berat badan naik secara drastis.

Jenis hipertensi pada ibu hamil:

1. Jenis hipertensi gestasional: biasanya jenis hipertensi ini muncul usia kandungan 20 minggu.
2. Jenis hipertensi kronis: hipertensi kronis biasanya muncul pada usia kehamilan <20 minggu.
3. Jenis hipertensi kronis dengan preeklamsia: hipertensi ini biasanya terjadi pada wanita sebelum hamil, setelah itu selama kehamilan hipertensi tersebut bertambah buruk.
4. Jenis preeklamsia: Gejala hipertensi ini muncul secara perlahan bahkan gejala ini hampir tidak nampak. Sehingga harus sering memeriksakan tekanan darah.

Bahaya hipertensi pada ibu hamil, diantaranya:

1. Menurunnya aliran darah ke plasenta: hal ini menyebabkan bayi tumbuh secara lambat serta tidak optimal, karena darah menuju plasenta yang membawa berbagai nutrisi ibu hamil serta oksigen sehingga asupan gizi tidak dapat terpenuhi secara optimal. Biasanya lahir csecara prematur.
2. Gangguan placental abruption: terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebagai akibat preeklamsia serta terjadi sebelum kelahiran bayi. Dampaknya terjadi pendarahan pada ibu dan bayi.
3. Lahir secara prematur: gangguan akibat hipertensi dapat menimbulkan komplikasi pada kehamilan dengan demikian bayi lahir secara prematur.
4. Menimbulkan kegagalan kerja jantung: hipertensi menimbulkan kerja jantung mengalami gangguan, baik saat kehamilan, persalinan, maupun setelah usai kehamilan.

Penanganan hipertensi pada ibu hamil, diantaranya:

1. Persiapan Kehamilan
Melaksanakan pemeriksaan selama masa pre natal dengan mengontrol berat badan, kontrol tekanan darah, kandungan protein dalam urine dalam kondisi janin selama dalam kandungan.  Memilih asupan makanan sehat serta konsumsi obat sesuai resep dokter. Untuk mengurangi resiko persalinan, biasanya ibu hamil harus dirawat.
2. Asupan nutrisi untuk ibu hamil dengan hipertensi
a. Diet sehat pada saat hamil
Asupan makanan yang dapat dikonsumsi yaitu sayur serta buah yang kaya serat, konsumsi ikan, kacang – kacangan serta susu yang rendah lemak.
b. Kurangi konsumsi garam
Konsumsi garan atau sodium bagi ibu hamil dianjurkan kurang dari 2,4 gr per hari. Selain itu hindari konsumsi makanan cepat saji dan makanan yang diolah dengan cara digoreng.
c. Minum yang teratur dan cukup
Ibu hamil dapat minum air putih saja ataupun dapat minum susu rendah lemak apabila diperlukan. Jangan pernah konsumsi minuman beralkohol karena konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah.
d. Konsumsi bawang putih
Bawang putih dapat mengurangi kadar kolesterol tubuh yang dapat meningkatkan tekanan darah tinggi.
e. Asupan suplemen yang dapat mengurangi tekanan darah tinggi
Alpha-linolenic acid atau ALA, asam lemak omega 3 serta co-enzim Q10 merupakan beberapa jenis suplemen yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil yang mengalami hipertensi.
f. Dianjurkan konsumsi coklat
Hasil penelitian menyimpulkan manfaat coklat dapat menekan resiko tekanan darah tinggi. Kandungan dalam coklat yaitu flavanol dan polifenol baik untuk menekan timbulnya resiko hipertensi pada ibu hamil.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates