Thursday , 27 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Pepaya

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Pepaya

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Pepaya

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Pepaya

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Pepaya

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Pepaya – Pepaya merupakan buah tropis asli Amerika Selatan. Meski pertama kali dibudidayakan di Meksiko, pepaya sangat mudah dikembangkan di Indonesia. Pepaya memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari perawatan kulit, hipertensi dan pencegahan kanker. Pepaya sudah sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Kandungan Nutrisi

Pepaya mengandung pro vitamin A karotenoid, beta karoten, vitamin C, B1 (Tiamina), B2 (Riboflavin), B3 (Niacin), B5 (Asam pantotenik), B6, B9 (folat), E, dan K. Namun yang paling menonjol, vitamin C-nya mencapai 103 % kebutuhan harian yang disarankan, lebih tinggi dari jeruk dan lemon. Pepaya mengandung serat pangan dan berbagai senyawa fitokimia termasuk likopen dan polifenol. Buah ini mengandung pektin yang biasa digunakan untuk membuat jeli. Kandungan magnesium, potasium (kalium), dan kalsium ditemukan cukup tinggi dalam pepaya.

Manfaat

1. Baik untuk perawatan dan kesehatan kulit
Pepaya mengandung vitamin A dan enzim papain, yang membantu untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati dan protein mati, sehingga kulit tampak lebih muda dan bersinar. Pepaya juga dapat membantu mengatasi jerawat serta menghilangkan noda bekas jerawat.

2. Mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke
Kandungan antioksidan dalam vitamin C dan provitamin A karotenoid dalam pepaya membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Kedua vitamin tersebut mencegah oksidasi kolesterol yang menyumbat pembuluh darah.

3. Buah pepaya memiliki banyak manfaat untuk tubuh.
Kandungan kalori pada pepaya sangat rendah, hanya 39 kalori/100 gr, dan bebas kolesterol. Serat pangan yang ada di pepaya dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah.
Sementara itu, asam folat diperlukan dalam mengubah homosistein menjadi asam amino lunak seperti sistein dan metionin. Jika tidak diubah, homosistein berpotensi merusak dinding pembuluh darah.

4. Mencegah kanker usus besar
Serat pangan dalam pepaya dapat mengikat racun penyebab kanker usus besar. Folat, vitamin C, beta karoten, dan vitamin E mampu mengurangi risiko kanker usus besar juga terdapat dalam pepaya. Nutrisi tersebut melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas termasuk kanker. Serat ini membantu melancarkan sistem pencernaan sehingga membantu mencegah sembelit.

5. Mengurangi peradangan
Pepaya mengandung enzim papain dan chymopapain yang menurunkan peradangan. Antioksidan dalam pepaya termasuk vitamin C dan beta karoten bersifat anti inflamasi. Beberapa orang yang menderita penyakit peradangan seperti asma, osteoarthritis, dan radang sendi merasakan kondisinya membaik setelah mendapatkan nutrisi.
Pepaya juga sering digunakan untuk merawat ruam, sengatan, alergi, luka, dan kulit terbakar. Salep pepaya dibuat dari irisan daging pepaya yang telah difermentasi.

6. Meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyegarkan sel-sel pembunuh kuman dan menjaga produksi interferon, protein pembunuh virus dalam tubuh. Vitamin C dapat diperoleh dengan mudah dengan mengkonsumsi pepaya.
Ditambah lagi, pepaya mengandung vitamin A yang menjaga kelembaban membran mukosa sehingga kuman tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

7. Menurunkan risiko terkena degenerasi makula (Age-related Macular Degeneration/ AMD)
Degenerasi makula  merupakan penurunan kemampuan penglihatan karena bertambahnya usia. Hasil penelitian yang diterbitkan Archives of Ophthalmology menunjukkan makan 3 porsi buah sehari menurunkan risiko terkena AMD hingga 36 % dibandingkan yang hanya makan 1,5 porsi atau kurang dalam sehari.
Diperkirakan kandungan vitamin A, C, dan E dalam buah pepaya terkait dengan perlindungan terhadap AMD.

8. Mengurangi risiko terkena radang sendi
Walaupun ada penelitian yang menunjukkan konsumsi vitamin C dengan dosis tinggi dapat menyebabkan osteoarthritis, studi lain justru menemukan makanan kaya vitamin C seperti pepaya dapat melindungi tubuh dari risiko terkena radang sendi.
Studi yang diterbitkan di Annals of the Rheumatic Diseases melibatkan 20.000 narasumber. Hasilnya, mereka yang mengkonsumsi makanan kaya vitamin C lebih sedikit berisiko terkena arthritis daripada mereka yang makan lebih banyak.

9. Mencegah kanker prostat
Pepaya kaya likopen yang dapat membantu mencegah terkena kanker prostat. Salah satu studi membuktikan bahwa pria yang lebih sering mengkonsumsi buah kaya likopen memiliki risiko 82 % lebih rendah daripada mereka yang tidak.

10. Mengobati demam berdarah
Pepaya dapat meningkatkan trombosit dalam darah sehingga sering digunakan untuk pengobatan demam berdarah. Selain buahnya, trombosit dapat ditingkatkan secara alami dengan memakan rebusan daun pepaya.

11. Mengurangi risiko hipertensi
Pepaya dikenal untuk mengurangi risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kandungan potasium dalam pepaya mampu mengontrol tekanan darah dan mengurangi efek buruk dari sodium. American Hearth Association menyarankan agar mengkonsumsi 4700 mg potasium (kalium) per hari untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Sekitar 16 % kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan makan satu buah pepaya per hari.

About cecep tamahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates