Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Modal Dengkul ? Bisa !

Bisnis Modal Dengkul ? Bisa !

Bisnis Modal Dengkul ? Bisa !

Bisnis Modal Dengkul? Bisa!

Bisnis Modal Dengkul? Bisa!

Bisnis Modal Dengkul ? Bisa ! – Logikanya, bisnis pasti memerlukan modal uang dan bukan modal dengkul. Jadi, mana mungkin memulai bisnis hanya dengan modal dengkul? Loh pasti mungkin saja. Ingin tahu bagaimana rahasianya? Berikut rahasianya :

Modal dasar

Ternyata untuk dapat memulai suatu bisnis tidak harus selalu diawali dengan uang. Uang memanglah penting, tetapi ternyata bukanlah yang terpenting. Ada tiga modal dasar yang harus dimiliki saat ingin memulai suatu usaha.

1. Keberanian.
Jika ingin memulai suatu usaha baru, modal pertama dan paling terutama bukanlah uang, tetapi keberanian ya keberanian untuk berubah, keberanian bermimpi, keberanian bertindak, keberanian gagal dan keberanian untuk dapat sukses. Segunung ide ditambah segudang uang tak ada artinya jika tanpa keberanian. Henry Nestle, raja bisnis untuk industri makanan bayi dan makanan kering, memulai bisnisnya dari keberanian untuk dapat berubah. Pada masa krisis ekonomi yang berkepanjangan, sulit bagi masyarakat di negaranya untuk dapat mencari makanan bagi bayi. Nestle yang pada saat itu adalah seorang ahli kimia, menggunakan semua keahliannya untuk menemukan solusi terbaik bagi makanan bayi yang tentunya mudah dibuat dan juga bergizi. Setelah berjuang dan berusaha, akhirnya Henry berhasil untuk dapat menemukan ramuan yang paling tepat bagi makanan bayi. Temuannya ini kemudian dikembangkan dan menjadi bisnis yang berhasil serta mendunia.

2. Keyakinan.
Selain keberanian, kita juga harus memiliki keyakinan sukses. Keyakinan hanya dapat kita raih jika kita memiliki mimpi sukses yang sudah jelas. Semakin jelas gambaran kita mengenai mimpi kita maka semakin tinggi derajat keyakinan kita untuk dapat sukses. Dengan gambaran yang jelas, akan lebih mudah bagi kita untuk dapat mempersiapkan semua yang diperlukan ataupun dipersyaratkan demi terwujudnya mimpi tersebut. Kenichi Ohmae, seorang Management Guru dari Jepang, melihat perlunya semua orang terutama pembisnis untuk bisa memiliki gambaran kesuksesan mereka di masa depan dengan jelas, karena gambaran yang jelas ini bisa menumbuhkan keyakinan untuk mewujudkannya secara proaktif. Keyakinan juga dapat ditumbuhkan dari persiapan yang cukup. Charles Schwab seorang investor yang juga merupakan pionir dalam mendirikan perusahaan pialang, dengan menuliskan semua hal yang ingin diraihnya secara rinci. Rincian mimpi sukses ini disusunkembali berdasarkan prioritas dari apa yang ingin dicapainya, dan rencana aksi untuk dapat mencapainya. Strategi penyusunan prioritas serta rencana aksi ini, ternyata berhasil menumbuhkan keyakinan dari Schwab untuk mencapai sukses. Dengan strategi ini, Schwab berhasil membangun kerajaan bisnisnya dalam bidang investasi sehingga menjadi perusahaan pialang terkemuka di dunia.

3. Ketekunan.
Usaha bisnis memerlukan perjuangan yang tekun sebelum kata sukses dapat diwujudkan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak pantang menyerah sebelum sukses itu dapat diraihnya. Mungkin saja ia harus mengalami banyak sekali kegagalan, tetapi ia harus bangkit kembali dan memiliki keuletan untuk terus mencoba lagi. Thomas Alva Edison, penemu bola lampu dan juga pendiri perusahaan barang-barang elektronik terkenal di dunia berhasil meraih sukses berkat ketekunannya yang luar biasa. Dalam usaha menemukan bola lampu tersebut, Edison harus mengalami banyak sekali kegagalan. Jika orang lain berhenti untuk berusaha ketika terantuk pada kegagalan pertama, kedua, ketiga ataupun keempat, tidak demikian dengan Edison. Ia puluhan kali harus mendapatkan kegagalan, sebelum pada akhirnya bola lampu berhasil ditemukannya. Ketekunannya ini tidak hanya dapat dinikmati oleh Thomas Alva Edison sendiri, melainkan juga oleh masyarakat di seluruh dunia.

Modal dengkul

”Saya tidak mempunyai uang untuk dapat memulai usaha. Saya belum memiliki cukup modal dalam berbisnis.” Ini yang sering dijadikan alasan oleh banyak orang untuk menunda dalam memulai bisnisnya. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai modal besar itu datang. Usaha itu dapat dimulai hanya dengan modal ”dengkul”. Lantas caranya? Ini dia caranya :

1. Ide.
Semua usaha itu berawal dari ide yang kemudian dijual. Jadi, asal kita sudah mempunyai ide bisnis yang baik dan walaupun belum punya modal kita bisa menjual ide bisnis kita tersebut kepada orang lain untuk kemudian dijadikan uang. Bill Gates juga memulai usahanya dengan hanya bermodal ide. Setelah drop out dari Harvard, Bill Gates berani mempunyai mimpi untuk memiliki bisnis yang dapat menjadi saingannya IBM. Dengan keberaniannya, Bill Gates menjual ide briliannya dan menawarkan solusi bisnis dalam bidang teknologi informasi kepada berbagai investor, sampai akhirnya iapun mampu menggalang dana yang cukup untuk memulai usahanya.

2. Bayar di Muka.
Dasar dalam sebuah bisnis adalah kepercayaan. Jika orang lain sudah menaruh kepercayaan kepada kita, tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk dapat melakukan bisnis dengan modal dengkul. Misalnya saja, jika kita mendapat pesanan untuk dapat mengekspor barang ke luar negeri, tetapi kita tidak punya uang yang cukup untuk memproduksi barang yang hendak diekspor tersebut, kita bisa mencoba untuk meminta pembeli agar membayar di muka sebagian. Uang yang kita dapatkan ini dapat kita gunakan untuk memproduksi barang yang telah dipesan oleh pembeli. Untuk mendapatkan uang muka tersebut, kita juga dapat mencoba untuk mengajukan aplikasi kredit ekspor ke bagian Trade Services di Bank, dengan menunjukan sales contract yang sudah ditandatangani untuk dapat mengekspor sejumlah barang serta dokumen lain yang tentunya diperlukan. Dengan menunjukan kepastian pembelian barang dari mitra di luar negeri itu, akan lebih mudah bagi kita agar dapat memperoleh fasilitas kredit dari bank. Cara ini banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis yang mengekspor barangnya ke luar negeri ataupun yang mengimpor barangnya dari luar negeri.

3. Perantara.
Tidak ada modal bukan alasan bagi kita untuk tidak mencoba untuk memulai bisnis. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar bisa memulai bisnis dengan modal dengkul. Salah satunya caranya adalah dengan bertindak sebagai perantara. Pisisi kita di sini kita bertindak seperti perantara antara produsen dan konsumen. Kita dapat membantu pemilik barang untuk menjualkan barangnya kepada konsumen. Lalu kita juga bisa menjualkan barangnya tersebut di tempat usaha kita. Setelah barang terjual, kita bisa mendapatkan komisi dari hasil yang terjual. Uang yang terkumpul itu, dapat kita gunakan untuk mengembangkan bisnis kita lebih lanjut.

4. Jual Keahlian.
Jika kita memiliki keahlian ataupun pengalaman berharga dalam suatu bidang yang jarang dimiliki oleh orang lain, kita bisa mencoba untuk menjual keahlian dan pengalaman kita tersebut agar dapat membantu orang lain dalam melakukan bisnis mereka. Jika kita memiliki pengalaman dan keahlian di bidang IT, kita dapat menawarkan pengalaman serta keahlian kita sebagai solusi bagi bisnis orang lain. Jika kita memiliki keahlian di dalam bidang bahasa Inggris, kita bisa menawarkan jasa untuk terjemahan dokumen, interpreting di dalam seminar ataupun dalam pertemuan bisnis dan lain sebagainya.

Pada prinsipnya, jika kita sudah mempunyai tekad untuk memulai sebuah bisnis, uang bukanlah satu-satunya modal utama. Yang harus dimiliki adalah keberanian, keyakinan, dan juga ketekunan. Setelah itu, kita juga tidak perlu menunggu sampai modal besar itu terkumpul. Kita bisa mendapatkan modal dari berbagai macam sumber, antara lain dengan menjual ide yang kita punyai, memenangkan kepercayaan kepada mitra bisnis sehingga mereka bersedia membayar di muka untuk jasa yang kita tawarkan, menjadi perantara atau menjual keahlian kita sebagai solusi bagi orang banyak. Jadi, siapa bilang kita tidak mungkin untuk memulai usaha dengan hanya ”modal dengkul” saja?

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates