Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Lemon

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Lemon

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Lemon

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Lemon

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Lemon

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Lemon – Asal buah lemon diperkirakan dari China, Myanmar, atau India. Sarinya terdiri dari 5 hingga 6% asam sitrat yang membuatnya memiliki rasa asam. Namun, lemon kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Kandungan Nutrisi

Kandungan vitamin C lebih tinggi dibandingkan jeruk nipis, yakni dapat memenuhi 88% kebutuhan harian per 100 gram. Asam sitrat merupakan asam organik yang melimpah di dalam lemon, dengan jumlahnya mencapai 47 gram/liter dalam sari buahnya.
Lemon mengandung senyawa fitokimia seperti polifenol, terpenes, naringin, naringenin, , diosmin, eriositrin, hesperidin dan d-limonene. Selain itu, juga mengandung vitamin dan mineral penting lain seperti vitamin B6, potasium, zat besi, kalsium, magnesium, dan serat pangan.

Manfaat

1. Mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi
Sari lemon membantu mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi. Campurkan beberapa tets lemon pada makanan, lemon bertindak sebagai pencuci dan pembersih darah. Baik juga diminum setelah makan untuk membantu melancarkan pencernaan.

2. Mengatasi flu, demam, dan infeksi tenggorokan
Sari lemon baik diminum untuk mengatasi flu, demam, dan pilek. Vitamin C didalamnya juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Lemon sering digunakan untuk mengatasi infeksi tenggorokan karena senyawa antibakteri yang dimilikinya.

3. Mengatasi masalah gigi dan gusi
Sari lemon banyak digunakan dalammembantu meredakan nyeri jika dioleskan di area yang mengalami sakit gigi. Memeraskan sari lemon pada gusi dapat menghentikan pendarahan. Lemon dapat digunakan untuk membersihkan gigi sehari-hari, sekaligus mencegah bau mulut yang disebabkan masalah gigi dan gusi.

4. Membantu menurunkan berat badan
Sari lemon kerap disertakan dalam menu diet penurunan berat badan. Caranya, sari lemon dicampurkan dengan air hangat dan madu. Lemon rendah kalori, bahkan termasuk yang terendah di antara buah citrus lainnya. Sekitar 100 gr lemon mengandung 29 kalori.

5. Membantu melawan kolera
Penambahan jus lemon pada waktu makan utama dapat memberikan perlindungan terhadap wabah kolera yang pernah melanda beberapa desa di Afrika Barat. Beberapa penelitian membuktikan bahwa lemon dan jeruk nipis dapat memperpendek siklus penyembuhan dan mempercepat aktivitas sel imun bernama monosit.

6. Menurunkan risiko jantung dan stroke
Defisiensi vitamin C sering dikaitkan dengan meningkatnya penyakit stroke, terutama pada pemilik badan obesitas atau tekanan darah tinggi. Asupan serat tedari buah-buahan citrus, termasuk lemon, dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Minyak esensial dalam lemon mampu mencegah oksidasi kolesterol LDL. Lemon mengandung senyawa fitokimia seperti antioksidan hesperidin dan diosmin. Hesperidin menguatkan pembuluh darah dan atherosklerosis. Sedangkan diosmin digunakan pada beberapa obat yang mempengaruhi sistem peredaran darah. Bertujuan untuk meningkatkan kesehatan otot vaskular dan mengurangi inflamasi kronis pada pembuluh darah.

7. Mencegah pembentukan batu ginjal
Beberapa studi membuktikan bahwa asam sitrat efektif dalam mencegah pembentukan batu ginjal. Hal ini dikarenakan asam sitrat dapat mengencerkan urin dan meningkatkan jumlah urin. Studi ini juga mengatakan bahwa meminum 2 liter limun sehari dapat meningkatkan kadar asam sitrat secara signifikan.

8. Mencegah anemia
Meski mengandung sedikit zat besi, lemon kaya vitamin C dan asam sitrat yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

9. Pencegahan kanker
Peneliti dari US Agricultural Research Service (ARS) juga membuktikan bahwa tubuh dapat menyerap senyawa limonoid bernama limonin yang jumlahnya hampir sama dengan vitamin C dalam buah-buahan citrus. Lemon mengandung senyawa fitokimia seperti hesperetin, naringin, naringenin, dan eriocitrin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas.

10. Mencegah radang sendi (artritis reumatoid)
Studi membuktikan bahwa dosis tinggi suplemen vitamin C menyebabkan osteoartritis, studi lain mengungkap hasil sebaliknya. Studi yang disampaikan dalam “Annals of the Rheumatic Diseases” pada lebih dari 20 ribu subjek yang bebas artritis pada awal penelitian. Haslinya, partisipan yang paling sedikit mengkonsumsi makanan kaya vitamin C memiliki risiko 3 kali lebih besar terserang artritis daripada partisipan yang paling banyak memakannya.

11. Mengatasi scurvy
Scurvy merupakan gangguan yang timbul akibat kekurangan vitamin C. Gejalanya meliputi anemia, radang gusi, tubuh lemas, hingga pendarahan pada kulit. Sekitar 100 gr lemon dapat memenuhi 88% kebutuhan vitamin C harian. Lemon banyak digunakan untuk menangani gangguan telinga seperti meniere dan tinnitus.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates