Friday , 21 July 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Mencoba Berbisnis Kelinci

Mencoba Berbisnis Kelinci

Mencoba Berbisnis Kelinci

Mencoba Berbisnis Kelinci

Mencoba Berbisnis Kelinci

Mencoba Berbisnis Kelinci – Merebaknya penyakit flu burung membuat kecut peternak ayam dan juga konsumen ayam. Kelinci yang sudah lama dibudidayakan di Lembang, Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi solusi ternak alternatif pengganti ayam. Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, daging kelinci menjadi pengganti daging ayam. Dalam waktu relatif singkat warung sate kelinci dari tadinya puluhan menjadi sekitar 100-an. Warung-warung sate ini diperkirakan membutuhkan sekitar 400 ekor kelinci setiap hari.

Harga daging kelinci saat ini stabil di posisi berada pada angka Rp 12.000/kg. Menurut Djiman, sebenarnya permintaan akan kebutuhan daging kelinci cukup tinggi akan tetapi peternak belum mampu memenuhinya.

Jika dibandingkan dengan daging ayam, sapi, domba dan babi, daging kelinci mengandung lemak dan kolesterol jauh relative lebih rendah tetapi proteinnya lebih tinggi. Kandungan lemak kelinci hanya 8%, sedangkan daging ayam, sapi, domba, dan babi masing-masing adalah 12%, 24%, 14%, dan 21%.

Kadar kolesterolnya adalah sekitar 164 mg/100 gram daging, sedangkan ayam, sapi, domba, dan babi adalah berkisar 220-250 mg/100 gram daging. Kandungan proteinnya mencapai angka 21%, sementara ternak lain hanya berada pada angka 17-20%.

Dengan kandungan gizi yang seperti itu, daging kelinci akan semakin luasuntuk dapat diterima pasar. Dan juga daging kelinci harus diupayakan untuk diversifikasi produk seperti nugget, sosis, dan bakso. “Saat banyak yang melakukan sosialisasi nugget kelinci di pasar-pasar tradisional. Harganya memang lebih mahal dari harga nugget ayam yaitu Rp 15.000/kg. Tapi, respon dari konsumen cukup lumayan.

Hitungan

Dari usaha pembibitan dengan 50 ekor induk betina dan 10 ekor induk jantan, mulai tahun kedua pemeliharaan, peternak sudah dapat menangguk untung sekitar Rp 27 juta. Tahun pertama laba usaha masih dialokasikan untuk bisa menutup biaya investasi seperti untuk pembelian bibit, pembuatan kandang serta pakan.

Perhitungan tersebut berdasarkan asumsi bahwa satu tahun seekor induk akan beranak tiga kali dan untuk sekali beranak sebanyak empat ekor. Sementara harga anak kelinci umur lima bulan saja sekitar Rp 90.000/ekor. Padahal kelinci dapat beranak empat kali dalam satu tahun dengan jumlah sekali beranak sekitar 6-12 ekor. Kelinci potong yang sekarang banyak dipelihara peternak adalah jenis English Spot dan Flemish Giant.

Selain daging, peternak juga bisa menjual kotoran dan air kencing dari kelinci. Pupuk dari kotoran kelinci paling banyak dicari oleh para petani salak di Yogyakarta karena bagus untuk tanaman dan buahnya. Harga pupuk kotoran kelinci mencapai harga Rp 7.500/kg, sedangkan air kencingnya dari kelinci mencapai harga Rp 5.000/liter.

Kelinci sangat membutuhkan perhatian ketika berumur di bawah dua bulan atau masa prasapih karena ia sangat amat rentan terhadap perubahan suhu atau musim dan stres. Kelinci juga tidak boleh terkena angin malam secara langsung, terutama pada saat peralihan penghujan ke kemarau ataupun sebaliknya.

Pakannya juga jangan terlalu basah ataupun terlalu kering. Pemberian yang dilakukan harus ajeg. Diusahan agar kelinci jangan sampai mendengar atau kemasukan bintang predator seperti kucing dan anjing karena bisa stres. Dan untuk dapat mengurangi stres, kelinci perlu dielus-elus.

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates