Tuesday , 24 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Antioksidan Mencegah Penuaan Dini

Antioksidan Mencegah Penuaan Dini

Antioksidan Mencegah Penuaan Dini

Antioksidan Mencegah Penuaan Dini

Antioksidan Mencegah Penuaan Dini

Antioksidan Mencegah Penuaan Dini – Banyak faktor yang dapat mempercepat proses penuaan dini pada kulit. Termasuk di paparan sinar UV, polusi, dan asap rokok yang menghasilkan radikal bebas. Untuk mengatasinya, hindari faktor penyebab penuaan dini tersebut. Studi intervensi mengindikasikan asupan nutrisi membantu mencegah penuaan dini pada kulit. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan tinggi antioksidan. Antioksidan sering digunakan dalam produk-produk perawatan kulit.

Antioksidan diketahui dapat mengikat dan menetralkan radikal bebas, menurunkan konsentrasi peroksida, memperbaiki kerusakan membran akibat oksidasi. Ada juga yang bekerja sebagai regulator sel dan dapat mempengaruhi metabolisme serta produksi kolagen.

Berikut ini beberapa antioksidan untuk mencegah penuaan dini pada kulit:

1. Vitamin C
Vitamin C, B3, dan E mampu menembus kulit dengan ukuran molekulnya yang kecil. Diungkap dalam sebuah jurnal “Dermatoendocrinology” 2012 lalu, vitamin C (asam L-aksorbat) dengan konsentrasi 5 – 15% dalam krim topikal memiliki efek anti penuaan dan merangsang produksi kolagen.

2. Vitamin E
Vitamin E mempertahankan keremajaan kulit dengan mempercepat produksi kolagen. Vitamin E juga dapat menghaluskan kulit, menjaga kelembaban, dan melindunginya dari kerusakan akibat sinar Ultra Violet. Vitamin E didapatkan dari bayam, sawi, brokoli, almond, zaitun, dan biji bunga matahari.
Meski demikian, vitamin E yang digunakan dalam krim topikal memberikan hasil lebih baik daripada suplemen oral. Vitamin E dalam bentuk alfa tokoferol dengan konsentrasi 2 – 20% berfungsi sebagai anti peradangan dan anti proliferasi. Namun efeknya tidak sekuat jika digunakan dengan vitamin B3 dan C.

3. Vitamin B3
Vitamin B3 termasuk antioksidan yang dapat mengatur metabolisme dan regenerasi sel, meningkatkan elastisitas kulit, meratakan warna kulit, mengurangi garis-garis halus, serta melawan peradagan dan senyawa depigmentasi. Vitamin B3 biasanya digunakan dalam konsentrasi 5% dalam krim topikal.

4. Vitamin A
Vitamin A (retinol) dan turunannya (retinaldehida dan tretinoin) merangsang biosintesis kolagen dan menurunkan aktivitas enzim kolagenase 1 dapat memecah ikatan peptida pada kolagen.
Retinol sering disertakan dalam produk anti penuaan karena risiko iritasinya yang lebih rendah dibandingkan tretinoin. Tak hanya memberikan efek positif pada penuaan yang disebabkan faktor eksternal, juga penuaan karena faktor internal (alami). Sedangkan, tretinoid dapat mengurangi kerutan, mempertahankan, dan mencegah pigmentasi.

5. Teh Hijau
Studi in vivo menunjukkan penggunaan krim topikal yang mengandung polifenol teh hijau sebelum terpapar sinar Ultra Violet dapat meminimalisir kerusakan DNA pada kulit. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan antioksidan katekin pada teh hijau. Jumlahnya lebih tinggi 5 kali daripada teh hitam. Antioksidan pada the hijau dapat menjaga sel kulit dari kerusakan, mengurangi kerutan di wajah, dan mengatasi peradangan.

6. Likopen
Likopen merupakan karotenoid yang memberikan warna merah pada buah-buahan dan sayur. Likopen membantu melawan penuaan dini dengan merangsang produksi kolagen dan mencegah kerusakan DNA pada kulit. Antioksidan ini bisa diserap oleh kulit dengan mudah sehingga dapat dimanfaatkan baik krim topikal maupun suplemen atau makanan.

7. Kopi
Biji kopi mengandung antioksidan polifenol yang mencegah kerusakan kolagen, mengurangi kerutan, dan menghindarkan kulit dari kerusakan. Sifat anti peradangannya mampu mengurangi garis-garis halus dan mempertahankan keremajaan kulit.

8. Resveratrol
Antioksidan resveratrol diperoleh dari berbagai makanan, seperti anggur (terutama pada kulit), mulberry, kacang-kacangan, bubuk kakao, dan coklat hitam. Beberapa studi terpisah menunjukkan bahwa resveratol dalam krim topikal melindungi kulit dari sinar UV B dan mencegah kerusakan akibat tekanan oksidatif salah satu penyebab penuaan dini.

9. Proantosianidin
Flavonoid banyak terdapat pada anggur (terutama biji), akar pakis tangkur, cranberry, dan daun salam. Proantosianidin termasuk antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dan mencegah kulit teroksidasi. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji anggur bisa mengaktifkan kembali vitamin yang tidak aktif.

10. Genistein
Genistein adalah senyawa polifenol isovlafon yang ditemukan pada kedelai. Antioksidan ini memiliki kemampuan mencegah penuaan dini dengan meningkatkan produksi kolagen dan melindunginya dari radiasi sinar matahari.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa genistein dapat melindungi kulit dari UV B baik lewat suplemen maupun krim topikal. Uji klinis terpisah mengungkap jika 53% wanita merasa kulitnya lebih kencang dan kerutan berkurang setelah penggunaan krim genistein selama 1 bulan.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates