Wednesday , 29 March 2017
Home » Info Kesehatan » Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Delima

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Delima

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Delima

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Delima

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Delima

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Delima – Buah delima diperkirakan berasal dari Iran. Di India, daging dan bijinya digunakan sebagai tonik untuk jantung dan tenggorokan. Abad 1500 SM, buah delima dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menghilangkan cacing pita. Delima tercatat dalam sejarah dan mitologi Yunani, Israel, Budha, Kristen, dan Islam karena manfaatnya yang besar.

Kandungan Nutrisi

Kandungan polifenolnya, seperti sianidin, punikalagin, tanin dan antosianin delphinidin, dan pelargonidin glikosida di dalam daging buahnya paling menonjol. Kandungan fenolik delima bisa menurun oleh teknik pemrosesan dan pasteurisasi, maka konsumsilah buah delima dalam kondisi segar. Polifenol dalam kulit buah delima memiliki tiga kali lebih banyak yang termasuk tanin, galokatekin, katekin, dan prodelpinidin. Delima mengandung vitamin C mencapai 17% kebutuhan harian per 100 g, vitamin K, E, B kompleks, mangan, fosfor, potasium, dan mineral lainnya. Minyak biji delima mengandung asam searat, asam punisat, asam palmiat, asam oleat, dan asam linoleat.

Manfaat

1. Memperlambat perkembangan kanker prostat
American Institute of Cancer Research merekomendasikan pasien kanker untuk menerapkan diet berbasis tanaman dengan gizi seimbang selama mendapatkan pengobatan, dan delima bisa menjadi salah satu alternatif.
Penelitian tahun 2006 lalu mencoba menambahkan 227 ml sari delima per hari ke dalam pola makan pasien kanker pria. Hasilnya, perkembangan dan pertambahan jumlah sel kanker dapat ditekan. Diduga, elagitanin dapat mencegah pergerakan sel kanker. Aliran darah ke tumor pun menurun sehingga mempersulit sel kanker untuk mendapatkan nutrisi. Studi yang diterbitkan di “International Journal of Oncology” tahun 2008 lalu menambahkan ekstrak delima pada tikus yang diinokulasi dengan sel kanker prostat manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran dan densitas pembuluh tumor menurun.

2. Menurunkan kolesterol
Penelitian tahun 2004 membuktikan bahwa konsumsi 50 ml sari delima / hari selama lebih dari 3 tahun dapat menurunkan kerusakan arteri akibat kolesterol hingga 50%.
Dalam penelitian lain di Israel, sari delima menurunkan kadar kolesterol dan mencegah pembentukan plak baik pada pria maupun tikus percobaan. Kombinasi antioksidan, serat pangan, dan nutrisi lain dalam delima diduga berperan dalam manfaat ini.

3. Menyehatkan jantung
Salah satu penelitian 2005 lalu membuktikan bahwa konsumsi 238 ml sari delima / hari selama lebih dari 3 bulan mampu meningkatkan aliran darah ke jantung dan menurunkan risiko serangan jantung. Studi lain pada pasien hipertensi, konsumsi sari delima selama 2 minggu menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik. Peneliti menduga bahwa tanin dan punikalagin menyehatkan jantung karena mampu mencegah kerusakan akibat radikal bebas.

4. Menyehatkan pencernaan
Serat pangan dalam delima membantu melancarkan dan menyehatkan sistem pencernaan. Sarinya mengobati disentri dan kolera. Kulit pohon dan daunnya mengobati diare dan masalah pencernaan lainnya. Delima memiliki kalori sedang sehingga direkomendasikan oleh ahli gizi untuk disertakan dalam diet.

5. Meredakan osteoarthritis/radang sendi
Studi tahun 2009 oleh Case Western Reserve University yang diterbitkan dalam “The Journal of Nutrition” membuktikan bahwa antioksidan dalam ekstrak delima dapat menurunkan kadar senyawa penyebab peradangan. Delima mencegah pembentukan enzim yang merusak kartilago, jaringan ikat yang terdapat pada sendi. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal “Phytotherapy Research” tahun 2010 menemukan bahwa sari delima dapat mencegah kerusakan sel kondrosit pada kartilago.

6. Menjaga kesehatan gigi
Sebuah penelitian dilakukan oleh Faculty of Medicine of Juazeiro do Norte 2006 lalu mengatakan bahwa ekstrak hidroalkohol dari buah delima digunakan untuk berkumur selama 1 menit sangat efektif dalam melawan pembentukan plak gigi dibandingkan dengan air terdestilasi dan chlordexidine.

7. Buah delima dan diabetes
“Journal of Medicinal Food” melaporkan efek konsumsi sari buah delima, cranberry, anggur Concord, apel, nanas, dan cerry hitam terhadap proses pengikatan glukosa ke molekul protein. Hasilnya, ekstrak delima yang memiliki asam punikalagin dan elagat paling efektif dalam menghambat glikasi hingga 98%.
Studi lain membuktikan bahwa minyak biji delima dapat meningkatkan sekresi insulin pada hewan percobaan. Studi kajian di 2013 membuktikan bahwa komponen delima dapat menurunkan tekanan oksidatif dan peroksidasi lipid. Sari delima memiliki komponen anti-diabetik seperti oleanolat, punikalagin, elagat, galat, ualat, dan asam ursolat. Delima juga berpotensi mencegah obesitas dan menurunkan risiko penyakit jantung yang menjadi komplikasi diabetes.

8. Alzheimer
Punikalagin dalam delima menghambat perkembangan dan pembentukan mikrologia, inflamasi sel otak penderita Alzheimer, berdasarkan penelitian dari University of Huddersfield tahun 2014. Efek anti inflamasi pada buah delima bermanfaat untuk perawatan parkinson dan artritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates