Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Jeruk

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Jeruk

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Jeruk

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Jeruk

Kandungan Nutrisi Dan Manfaat Jeruk

Kandungan Nutrisi  Dan Manfaat Jeruk – Jeruk berasal dari Asia Tenggara dan Asia Timur. Jeruk sempat dihargai sangat mahal sebelum abad ke-20 di Eropa bahkan hanya disajikan saat perayaan hari-hari besar. Selain rasanya yang disukai banyak orang. Jeruk mengandung berbagai vitamin, nutrisi, dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan Nutrisi

Kandungan vitamin C dalam jeruk mencapai 53,2 mg / 100 g atau mencukupi 90% kebutuhan harian. Termasuk serat pangan pektin, folat, vitamin B1, A; antioksidan flavanoid beta karoten, beta cryptoxanthin, zeaxanthin, dan lutein ; potasium, tembaga, asam pantotenik, dan kalsium;
fitonutrien yakni citrus flavanones, anthocyanins, hydroxycinamic acids, hesperidin, naringin, naringenin, dan berbagai polifenol.

Manfaat

1. Mencegah penyakit jantung dan stroke
Jeruk mengandung serat pangan pektin yang mengikat kolesterol dengan asam empedu dalam usus besar. Vitamin C di dalamnya membantu mencegah oksidasi kolesterol. Jika teroksidasi, kolesterol dapat menempel di dinding arteri dan membentuk plak pemicu pengerasan dinding arteri atau ateroklerosis. Selain itu, kandungan folat dalam jeruk mampu menurunkan kadar homosistein, penyebab penyakit kardiovaskular. Sedangkan potasium dan flavanone herperidin membantu menurunkan darah tinggi. WHO menyarankan agar buah-buahan citrus disertakan dalam menu diet untuk pencegahan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
Penelitian besar di Amerika yang dikaji oleh CSIRO (The Commonwealth Scientific and Industrial Research) membuktikan bahwa penambahan konsumsi buah dan sayur sebanyak 1 porsi dalam sehari mengurangi risiko stroke hingga 4%. Persentasi ini meningkat hingga 19% untuk buah-buahan citrus termasuk jeruk.

2. Mengontrol kadar gula dalam darah
Serat pangan berfungsi untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Fruktosa menjaga kadar gula agar tidak naik terlalu tinggi. Jeruk mengandung antioksidan antingerin yang membantu menjaga berat badan tetap ideal, mencegah obesitas, dan meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Menurunkan risiko kanker usus besar
Tingginya serat pangan pada jeruk membantu tubuh menjauhkannya dari sel-sel usus besar. Pektin melindungi membran mukosa usus besar dengan mengurangi paparan senyawa beracun. Jeruk kaya vitamin C yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas pemicu kanker.

4. Berpotensi mencegah kanker dan bisul perut
Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of the American College of Nutrition” membuktikan potensi jeruk untuk mencegah kanker dan bisul perut. Hasil studi membuktikan bahwa risiko terkena infeksi Helicobacter pylori, bakteri penyebab bisul pada perut lebih rendah 25% pada partisipan yang memiliki kadar vitamin C tinggi.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C membantu tubuh meningkatkan resistensi terhadap kuman termasuk flu dan infeksi telinga. Jeruk pun mengandung vitamin A yang menjaga kesehatan membran mukosa agar kuman penyebab penyakit tidak mudah masuk. Studi yang diterbitkan di British Journal of Nutrition bahkan membuktikan bahwa meminum segelas jus jeruk jauh lebih bermanfaat daripada mengonsumsi suplemen vitamin C.

6. Mencegah pembentukan batu ginjal
Penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition membuktikan bahwa risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat berkurang pada wanita yang meminum ½ – 1 liter jus jeruk, grapefruit, dan apel setiap hari.

7. Menjaga kesehatan sistem pernafasan
Penelitian yang diterbitkan di “Cancer Epidemiology, Biomakers, and Prevention” membuktikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi cryptoxanthin memiliki risiko terkena kanker paru 27% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

8. Mengurangi risiko terkena radang sendi
Penelian yang diterbitkan dalam “American Journal of Clinical Nutrition” membuktikan jika meminum segelas sari jeruk setiap hari menurunkan risiko terkena radang sendi. Dari 25 ribu partisipan yang mengonsumsi zeaxaanthinnya paling tinggi memiliki risiko 52% lebih rendah, sedangkan asupan cryptoxanthinnya tertinggi memiliki pengurangan risiko sebesar 49%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates