Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Stop Melakukan 6 Kesalahan Ini Saat Berbisnis Online

Stop Melakukan 6 Kesalahan Ini Saat Berbisnis Online

Stop Melakukan 6 Kesalahan Ini Saat Berbisnis Online

Stop Melakukan 6 Kesalahan Ini Saat Berbisnis Online

Stop Melakukan 6 Kesalahan Ini Saat Berbisnis Online

Stop Melakukan 6 Kesalahan Ini Saat Berbisnis Online – Cobalaha kamu hitung berapa temanmu yang punya bisnis online? Di dalam satu lingkungan pertemanan saja pasti ada paling minimal satu orang yang mempunyai bisnis online, terutama para kaum hawa. Dari mulai jualan makanan, pakaian sampai aksesoris. Karena zaman sekarang, apapun juga sudah bisa dijual secara online dengan mudah. Perkembangan teknologi digital memang sudah bisa membuka banyak kesempatan di berbagai macam bidang, terutama dalam dunia bisnis. Kesempatan ini tentu tidak akan dilewatkan oleh anak muda seperti kamu.
Agar bisnis online kamu bisa bertahan di tengah menjamurnya banyaknya lapak, tentu perlu strategi yang berbeda. Sayangnya banyak sekali pemilik bisnis online yang minim pengetahuan perihal ini dan justru membuat para pembeli jengah tanpa sengaja. Kesalahan yang paling sering sekali terjadi adalah saat kamu mulai mempromosikan produk. Kira-kira apa saja ya kesalahannya? Berikut adalah kesa;ahan yang dilakukan pada saat berjualan online :

1. Terlalu sering membuat posting-an berisi promosi
Sebagai pedagang memang harus serta sah-sah saja sih namun nggak tiap menit juga kali. Agar produk atau jasamu lebih dikenal oleh orang, kamu memang harus rajin dalam melakukan promosi. Dan mem-posting-nya secara rutin di dalam media sosialmu memang perlu, wajar, dan bahkan sah-sah saja. Tapi kalau posting-nya terlalu banyak sekali sampai timeline temanmu penuh dengan promosi produkmu, itu sih justru malah ngeselin banget! Bukannya jadi ingin beli untuk melihatpun mereka gax mau bahkan mereka justru akan merasa iyuuuuh dan malas mengikuti posting-anmu lagi.
Disarankan untuk kamu bisa membuat fanpage dan biarkanlah orang menyukai serta berinteraksi di sana, agar tidak ‘nyampah’ di mana-mana. Kalau bisa, postingan fanpagemu nanti isinya jangan hanya soal promosi doang, sesekali coba posting gambar – gambar yang unik, lucu, motivasi, dan hal – hal ringan lainnya untuk selingan.

2. Mengunggah foto produk yang tidak menarik, norak, dan informasinya tidak jelas
Duh, kamu kayak gini kamu bakalan kalah saing terus nih! Kamu mungkin belum jadi pebisnis besar yang profesional dan tidak mempunyai pengetahuan tentang bagaimana cara membuat iklan yang oke. Tapi harusnya, ini tidak jadi alasan untuk memasang foto produk yang asal – asalan. Sekarang banyak sekali informasi mengenai cara mengiklankan produkmu di internet dan itu bisa kamu akses secara gratis.
Jangan hanya puas dengan foto produk yang berasal dari distributormu saja karena foto dari distributormu kemungkinan juga di pakai oleh orang yang distributornya sama dengan kamu oleh karena itu kamu harus mulai belajar aplikasi edit foto dan desain. Paling tidak Corel Draw atau Photoshop agar foto produkmu jadi lebih menarik.

3. Berbohong perihal ketersediaan produk
‘Berbohong’ bahwa produkmu masih ready stock padahal tidak itu kesalahan yang sangat fatal. Alhasil, pelangganmu akan berangsur – angsung kabur karena kamu tidak bisa memnuhi harap mereka untuk bisa mendapatkan produk yang di beli dari kamu secara online yang katanya ready stok padahal kosong.
Ingat calon pembeli paling tidak nyaman atau bahkan kesal kalau barang yang kamu pajang ternyata tidak ready stock, padahal pada saat itu mereka sudah telanjur naksir dan pesan. Selain itu, kesalahan lain yang sering dilakukan adalah kamu tidak selalu meng-update informasi mengenai keadaan produk dan tidak konsisten dalam mempromosikannya, konsisten disini bukan berarti harus selalu setiap saat, tapi seperlunya saja dengan strategi-strategi tertentu.

4. Bahasa jualan yang terlalu alay atau berlebihan
Isi dari informasi produk panjang sekali padahal enggak informatif sama sekali. Kalimat promosi untuk bisa mengenalkan produk harusnya tidak harus panjang-panjang. Orang-orang justru akan jenuh kalau kalimatmu terlalu panjang atau berputar – putar. Kalimat dalam promosinya cukup yang informatif saja mengenai detail produk tidak perlulah tambahan bahasa-bahasa alay.

5. Informasi kontak yang tidak lengkap, tidak mudah diingat, dan sulit dipahami.
Hal yang seperti ini yang bisa bikin calon pembeli merasa kesal dan malah lari karena malas ribet. Misalnya : ‘Kalau mau order, silahkan ke Jakarta Timur terlebih dahulu, lalu setelah itu lanjutkan naik Trans Jakarta ke Jakarta Barat ya, Sista-sista…’ Haduh prosedur apaan sih ini!!?
Paling tidak, akun online shop-mu itu harus dengan jelas mencantumkan informasi jika mau pesan harus ke mana, kalau ingin bertanya harus ke mana, kalau ingin melihat katalog produk harus di mana, kalau ingin komplain harus menghubungi siapa, dan seterusnya.
Kalau ada pesan dari calon pembeli, harusnya kamu juga langsung ditanggapi jadi calon pembeli merasa nyaman dan percaya.

6. Tidak mengecek barang secara langsung dari supplier
Tidak mengecek barang secara langsung dari supplier dan ternyata barang yang dijual itu tidak sebagus seperti di gambar. Mungkin kamu memang statusnya hanya sebagai reseller, tapi bukan berarti kamu tidak mengecek kualitas dari produk yang akan kamu jual. Paling tidak kamu mempunyai salah satu contoh produknya atau dapat berkunjung langsung ke supplier-mu demi melihat kualitas produknya secara langsung. Jadi, kamu bisa menjelaskan dengan sangat baik kepada pelanggan berdasarkan pengalaman pribadimu sendiri dan bukan hanya sekadar ‘katanya’.

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates