Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Mencegah Dampak Pencemaran Udara Akibat Karbon Monoksida

Tips Mencegah Dampak Pencemaran Udara Akibat Karbon Monoksida

Tips Mencegah Dampak Pencemaran Udara Akibat Karbon Monoksida

Tips Mencegah Dampak Pencemaran Udara Akibat Karbon Monoksida

Karbon monoksida merupakan suatu gas yang terdiri dari satu atom C atau karbon dan juga satu atom O atau oksigen. Karbon monoksida yang terdiri dari satu atom karbon diman secara kovalen akan berikatan dengan satu atom oksigen atau O. Gas ini bersifat tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan juga tidak akan mengiritasi. Akan tetapi di sisi lain karbon monoksida ini akan mudah terbakar serta bersifat sangat beracun jika gas terhirup oleh manusia serta akan memasuki sistem peredaran darah. Karbon monoksida terbentuk akibat adanya proses pembakaran yang tidak sempurna karena terjadi kekurangan oksigen. Berikut beberapa penjelasan bahaya dari gas karbon monoksida, diantaranya:

Gas karbon monoksida (CO) apabila masuk ke dalam bagian sistem peredaran darah dapat menggantikan posisi oksigen dalam tubuh yang akan berikatan dengan hemoglobin (Hb) yang ada dalam darah. Gas CO juga pada akhirnya akan mudah masuk ke bagian jantung, masuk ke bagian otak serta juga akan masuk ke organ vital penunjang kehidupan manusia yang lainnya. Gas ini bersifat sangat toksik untuk tubuh manusia, dengan demikian dampaknya bisa fatal. Ikatan CO dengan suatu Hb di dalam darah bisa membentuk suatu karboksi haemoglobin. Yang menyebabkan dua hal, sebagai berikut:

1. Gas oksigen akan menjadi kalah bersaing dengan karbon monoksida dengan demikian kadar oksigen yang ada di dalam darah manusia akan menjadi menurun drastis. Oksigen sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh sel, dalam jaringan serta organ bagian dalam tubuh manusia. Dengan keberadaan suatu karbon monoksida di dalam darah, dengan demikian bisa menghambat metabolisme dalam tubuh manusia.

2. Gas karbon monoksida juga akan menghambat terjadinya suatu proses respirasi ataupun menghambat oksidasi sitokrom. Hal ini akan berdampak pembentukan energi menjadi tidak maksimal. Karbon monoksida juga dapat berikatan langsung dengan sel otot jantung serta dengan sel tulang. Dampaknya akan mengalami keracunan karbon monoksida dalam sel tersebut serta juga akan merembet pada sistem saraf manusia.

Apabila seseorang sedang mengalami paparan karbon monoksida 1.000 ppm selama beberapa menit maka dapat menimbulkan kejenuhan karboksi haemoglobin. Sehingga dampaknya orang tersebut kesadarannya akan menurun atau akan mengalami pingsan. Sedangkan apabila dalam waktu yang lebih lama maka dapat menyebabkan kematian.

Tanda dan gejala akibat keracunan gas karbon monoksida

Apabila seseorang mengalami paparan karbon monoksida dengan jumlah yang besar dapat menimbulkan gejala seperti timbulnya keracunan, penderita akan mengalami sakit kepala, rasa mual serta timbul muntah. Gejala ini akan bertambah yakni akan terasa lelah, dapat mengeluarkan keringat yang cukup banyak, akan menyebabkan pola pernafasan menjadi cepat dan nafas menjadi pendek, akan timbul rasa gugup dan menyebabkan menurunnya fungsi penglihatan. Perlu diketahui bahwa puncak dari gejala ini yaitu kesadaran menurun bahkan sampai menyebabkan pingsan yang sebelumnya akan ditandai dengan penderita mengalami sakit dada. Apabila penderita mengalami nyeri dada, maka karbon dioksida sudah berada di organ jantung. Banyak kasus kematian akibat keracunan suatu karbon monoksida sebagai akibat penderita kesulitan bernafas serta edema dalam paru yang diakibatkan oleh adanya kekurangan oksigen pada level sel, dimana suatu sel ini tidak mendapatkan cukup oksigen dari darah malah justru akan mengikat gas karbon monoksida.

Berikut beberapa tips untuk mencegah atau mengurangi pencemaran udara di lingkungan

1. Kurangilah penggunaan kendaraan dengan menggunakan bahan bakar, misalnya dengan jalan kaki, menggunakan sepeda atau bisa menggunakan kendaraan umum agar lebih efisien.
2. Lakukan perawatan kendaraan bermotor dengan baik supaya tidak boros bahan bakar yang digunakan serta asapnya tidak akan mencemari udara.
3. Biasakan menggunakan bahan bakar tanpa timbal.
4. Kurangilah penggunaan bahan bakar fosil dan dapat menggantinya dengan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti : penggunaan biodiesel.
5. Aturlah emisi kendaraan bermotor anda, yakni memasang alat pengubah suatu katalik.
6. Kembangkanlah teknologi mesin yang tidak perlu menggunakan bahan bakar fosil, misalnya dengan membuat mobil dari listrik.
7. Tanamlah sebanyak-banyaknya pohon apapun di sekitar lingkungan anda.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates