Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Peluang Berbisnis Sate

Peluang Berbisnis Sate

Peluang Berbisnis Sate

Peluang Berbisnis Sate

Peluang Berbisnis Sate

Peluang Berbisnis Sate – Terdapat aneka macam ragam sate dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Antara lain sate ayam, sate sapi serta sate kambing. Sate ayam, sate sapi dan sate kambing bisa dinikmati dengan dua jenis bumbu, yaitu bumbu kecap dan bumbu kacang. Sate ayam, sate sapi dan sate kambing biasanya dijual bersama dengan sup atau gulai, yang dibuat dengan menggunakan campuran tulang dan serta daging kambing, ayam atau daging sapi yang tidak dijadikan sate.

Pedagang sate bisa mulai berjualan di pinggir jalan raya di dekat pasar, perkantoran, perumahan, ataupun daerah sekitar kampus. Biasanya antara pedagang sate mempunyai aturan bahwa untuk wilayah tertentu hanya ada satu pedagang sate. Jadi, perhatikan daerah sekitar lokasi yang akan hendak dijadikan tempat berjualan sate sebelum memutuskan untuk berjualan di suatu tempat agar tidak saling merugikan.

Perlengkapan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis dalam usaha sate ini antara lain gerobak, tenda, meja, kursi, ipsau, panggangan sate dan kipas bamboo atau kipas listrik. Perlengkapan makan berupa piring, gelas serta mangkuk (jika ada tambahan menu sup atau gulai), sendok, dan tentunya garpu.

Tenda bisa dibuat dengan ukuran kecil atau sedang tergantung dari ukuran tempat dan tingkat keramaian pengunjung. Meja kayu dapat dibuat antara 1 sampai 2 buah dengan kursi anatar 6 sampai 10 buah.

Pemilik bisnis usaha sate dapat turun tangan sendiri atau bisa juga mempekerjakan karyawan. Karyawan bertugas untuk melayani pesanan pembeli ataupun bertugas untuk membakar sate. Karyawan sebaiknya dilatih terlebih dahulu tentang bagaimana cara membakar sate agar bisa mengetahui tingkat kematangan dari daging secara tepat.

Promosi bisa dilakukan dengan cara membuat spanduk bertuliskan jenis usaha sate yang dipasang mengelilingi tenda atau gerobak sate. Spanduk bisa dilengkapi gambar atau foto sate yang menggugah selera dan bisa menarik hati sehingga dapat mendatangkan pengunjung. Promosi lanjutan lainnya dapat dilakukan dengan membuat brosur atau stiker, terutama jika melayani pesanan antar (delivery order), melayani pesanan sate untuk berbagai macam acara baik akikah, pernikahan, dan ulang tahun.

Harga untuk satu porsi sate kambing berkisar Rp 10.000,- s/d Rp 12.000, dan satu porsi biasanya berisi 10 tusuk. Harga untuk satu porsi sate ayam lebih murah, yaitu berkisar Rp 8.000,- s/d Rp 10.000 yang berisi 10 tusuk. Dan Harga untuk harga sate sapi hampir sama dengan sate kambing berkisar Rp 10.000,- s/d Rp 12.000 yang berisi 10 tusuk. Harga tersebut belum termasuk tambahan lontong atau nasi. Harga lontong dan nasi sekitar Rp 4.000,- per porsi. Sementara harga gulai sekitar Rp 15.000,- per porsi sudah plus dengan nasi.

Resiko dari bisnis usaha sate antara lain banyaknya penjual makanan yang sejenis. Kualitas serta harga yang ditawarkan oleh pebisnis usaha sate sangat bervariasi sehingga pebisnis usaha baru harus mampu mencari celah agar dapat bersaing.

Berikut Beberapa tip dan trik berbisnis sate :

1. Menjaga kualitas dan rasa dari segi bumbunya yang lezat dan dagingnya begitu yang empuk. Sate yang empuk secara tidak langsung bisa memperluas pangsa pasar, karena mulai anak-anak samapi orang dewasa dapat memakannya dengan mudah.

2. Lokasi yang terbilang ramai tidak selalu berpotensi sebagai tempat bisnis usaha sate. Pangsa pasar makanan ini dapat dibilang menengah ke atas. Penyebabnya harga satu porsi sate dianggap cukup mahal untuk sebagian orang. Lokasi yang dekat dengan perkantoran, perumahan serta pusat jajanan atau perbelanjaan merupakan beberapa contoh strategis tempat usaha sate.

3. Menjalin kerjasama dengan supplier juga amatlah sangat penting. Pada momen-momen tertentu misalnya hari besar agama, harga daging akan meningkat karena banyaknya permintaan. Menjalin kerjasama dengan tempat rumah potong hewan atau peternak akan meminimalisir resiko agar tidak kekurangan bahan baku ataupun kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Berikut analisis untuk bisnis usaha sate

Asumsi:

1. Masa pakai dari gerobak atau etalase, tenda, meja dan kursi, dan spanduk 3 tahun.

2. Masa pakai dari peralatan masak dan panggangan sate 2 tahun.

3. Masa pakai dari peralatan makan dan perlengkapan lain-lain 1 tahun.

a. Biaya Investasi
Etalase atau gerobak = Rp. 2.000.000
Tenda = Rp. 200.000
Meja serta kursi = Rp. 500.000
Spanduk atau banner = Rp. 400.000
Peralatan untuk masak = Rp. 200.000
Panggangan untuk sate = Rp. 400.000
Peralatan makan seperti piring, mangkuk, dan sendok = Rp. 150.000
Perlengkapan lain-lain seerti tempat tissue dll = Rp. 100.000
Total dari biaya investasi = Rp. 3.950.000

b. Biaya Operasional
1. Biaya Tetap
Penyusutan terhadap etalase atau gerobak ~ 1/36 x Rp 2.000.000 = Rp. 55.600
Penyusutan terhadap meja dan kursi ~ 1/36 x Rp 500.000 = Rp. 14.000
Penyusutan terhadap tenda ~ 1/36 x Rp 200.000 = Rp. 6.000
Penyusutan terhadap spanduk ~ 1/36 x Rp 400.000 . = Rp. 11.000
Penyusutan panggangan sate ~ 1/24 x Rp 400.000 = Rp. 17.000
Penyusutan peralatan masak ~ 1/24 x Rp 200.000 = Rp. 8.400
Penyusutan peralatan makan ~ 1/12 x Rp 150.000 = Rp. 12.500
Penyusutan perlengkapan lain-lain ~ 1/24 x Rp 100.000 = Rp. 4.200
Upah untuk 1 orang karyawan per bulan = Rp. 700.000
Total biaya tetap setiap bulan = Rp. 828.700

2. Biaya untuk Variabel
Daging kambing, daging ayam, daging sapi ~ Rp 500.000,- x 30 hari = Rp. 15.000.000
Beras dan aneka bumbu ~ Rp 100.000,- x 30 hari = Rp. 3.000.000
Listrik = Rp. 60.000
Transport = Rp. 150.000
Total biaya variabel = Rp. 18.210.000
Total biaya operasional = Rp. 19.038.700

c. Penerimaan tiap Bulan
Sate ayam ~ Rp. 10.000 / porsi x 20 porsi x 30 hari = Rp. 6.000.000
Sate kambing ~ Rp. 13.000 / porsi x 15 porsi x 30 hari = Rp. 5.850.000
Sate sapi ~ Rp. 11.500 / porsi x 20 porsi x 30 hari = Rp. 6.900.000
Lontong ~ Rp. 2000 / buah x 15 buah x 30 hari) = Rp. 675.000
Nasi ~ Rp. 4.000 / porsi x 30 porsi x 30 hari = Rp. 3.600.000
Total penerimaan = Rp. 23.025.000

d. Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp. 23.025.000 – Rp. 19.038.700
= Rp. 3.986.300

Sekian ulasan mengenai bisnis usaha sate, semoga ulasan tesebut bisa bermanfaat bagi kamu yang pengen membangun bisnis usaha sateā€¦..

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates