Sunday , 26 March 2017
Home » Bisnis » Saat Mau Memulai Bisnis Bersama Dengan Sahabat Kamu

Saat Mau Memulai Bisnis Bersama Dengan Sahabat Kamu

 Saat Mau Memulai Bisnis Bersama Dengan Sahabat Kamu

 Saat Mau Memulai Bisnis Bersama Dengan Sahabat Kamu

Saat Mau Memulai Bisnis Bersama Dengan Sahabat Kamu

 Saat Mau Memulai Bisnis Bersama Dengan Sahabat Kamu – Menjadikan sahabat sendiri sebagai mitra bisnis memang terdengar layaknya ide yang amat brilian. Tapi sebelum ide ini kamu jalankan, ingatlah bahwa dalam mencoba untuk mengembangkan bisnis butuh lebih dari sekadar ide yang keren dan co-partner yang membuatmu merasa nyaman. Pertanyaan yang harus di jawab adalah Seberapa yakinkah kamu bahwa sahabatmu itu dapat menjalankan peranannya sebagai partner bisnis sebaik dia menjadi teman anda? Ketika bisnis kalian tersendaat, seberapa yakinkah kamu bahwa dia tidak akan mengkhianatimu?
Sebelum mantap untuk memulai bisnis bersama dengan sahabat, inilah hal-hal yang harus kamu perhatikan dengan secara cermat!

1. Siapkah kamu berbagi posisi dan merelakan posisi bergengsi di perusahaanmu
Memulai bisnis secara bersama dengan tujuan bahwa bisnis yang jelas adalah hal utama. Tentu, bisnismu tidak akan pernah bisa jelas kalau struktur organisasinya pun tidak jelas. Kalau ini saja bisa terlupakan, lantas siapa yang akan bertanggungjawab dalam perusahaan?
Sejak awal, kamu harus dapat mengetahui siapa yang harus mengisi posisi apa dan tugas apa yang dibebankan pada orang yang mengisi posisi tersebut. Kesulitan saat kamu memulai bisnis dengan sahabat itu pada saat ketika kamu lebih mengutamakan gengsi daripada logika bisnis semata. Kamu tidak mau menyerahkan posisi tertinggi yang ada di perusahaan kamu padanya, sementara itu dia memang lebih mempunyai koneksi serta skill leadership yang dibutuhkan. Kamu enggan untuk mengakui bahwa bakatmu itu ada di posisi lain.
Sebaliknya, bisa juga kamu menyerahkan posisi paling bergengsi pada sahabatmu itu hanya karena tidak enak pada sahabatmu. Kamu mengetahui bahwa dia tidak kedibel untuk itu, tapi untuk mengatakannya kamu tidak enak hati. Padahal,untuk masalah pembagian pekerjaan serta tanggungjawab berdasarkan perasaan atas dasar tidak enak itu malah membuat bisnismu tidak akan pernah berhasil.
Selain itu pikirkanlah juga!!! jika kamu memilih dirimu untuk berada di posisi sebagai seorang pemimpin, apakah kamu yakin sahabatmu akan menerima itu dengan mudah? Beruntung kalau kamu punya sahabat yang dengan legowonya sangat mendukungmu tetapi bagaimana jika tidak? Mungkin persahabatanmu yang sudah kamu jalin dengan baik ini bisa ada dalam zona merah karena masalah perebutan posisi.

2. Dalami betul-betul bagaimana perspektif sahabatmu tentang berbisnis
Betapa sebuah hal yang luar biasa jika kamu mempunyai sahabat yang punya minat serta tujuan bisnis yang sama dan tentunya sejalan. Bisnis kamu pasti akan menjadi mudah dan lancar. Tapi, tentu tidak semua orang bisa seberuntung itu. Satu hal yang perlu dan harus diingat, ada juga sahabat yang mempunyai perspektif berbeda perihal bisnis. Sebenarnya dia sadar perlu kerja keras untuk membangun bisnis tapi malah sedikit bertindak, sedangkan ingin dapat keuntungan banyak sekali dan ingin cepat balik modal. Sahabat yang punya modal seperti ini yang justru akan membuat bisnis kamu cepat selesai dan entah bagaimana kelanjutan kedepannya. Sebaiknya kenali dulu kepribadian lainnya dari sahabatmu itu dan pastikan dia juga punya jiwa pebisnis yang banyak bertindak serta sedikit menuntut kemudian bukan tipe yang cuma mau mendapat enaknya saja tanpa bersusah-susah.

3. Pikirkanlah Masalah Gaji
Bagaimana dengan masalah gaji? Apakah kamu dan dia akan mengiyakan besaran gaji yang akan kalian terima setiap bulannya?
masalah gaji memanglah problematika yang bisa dibilang sensitif oleh karena ituselesaikan dengan kepala dingin. Memang pasti semua partner bisnis akan mempertanyakan perihal kemana uang perusahaan pergi? Berapa hasil yang di peroleh dari produksi? Berapakah pembagian keuntungan untukmu dan dia? Semuanya itu memang harus transparan.
Dalam sebuah usaha, para pebisnis tentu harus tahu dengan persis jika seseorang akan dibayar sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Kamu wajar jika berpikir perlu dibayar lebih karena usaha kerasmu dalam mengembangkan bisnis, dan jika sahabatmu lebih sedikit berbuat untuk bisnis, kamu merasa sangat setuju jika dia dibayar lebih sedikit daripadamu. Jangan pernah anggap sepele kasus – kasus yang seperti ini, justru hal-hal personal seperti ini yang dapat membuat dalam gagal bisnismu.

4. Cobalah untuk fokus tanpa meninggalkan solidaritas
Masalah pribadi kadang sering menjadi hal yang cukup mengganggu bagi bisnis. Misalnya, saat sahabat kamu tertimpa musibah, tiba-tiba dia ingin menarik sebagian uangnya dari perusahaan. Mungkin jika teman bisnismu ini bukan teman dekatmu, kamu bisa saja bilang “tidak bisa” dan menjelaskan segala sesuat yang intinya bahwa itu semua adalah demi kepentingan bisnis. Tapi, apakah yang akan kamu lakukan jika yang meminta hal ini sahabatmu sendiri?
Salah satu tantangan dari menjalankan bisnis dengan sahabat adalah saat kamu tidak bisa bilang “tidak” dan “jangan.” Karena secara psikologis, kamu tidak mungkin menganggapnya sebagai orang lain. Dan mungkin saja, kamu menganggap bahwa yang namanya solidarita sebagai sahabat jauh lebih penting dari bisnis yang kalian jalankan maka pada saat itu bisnis pun akan gagal karena selalu di nomer duakan.

5. Nilai persahabatan jauh lebih berharga dari sebuah keuntungan bisnis semata
Jika bisnis kamu sampai gagal tentu akan ada harga yang kamu harus kamu pertaruhkan. Bukan hanya uang semata tetapi juga hubungan persahabatan. Tentu tidak semua sahabat yang juga partner bisnis akan menerima begitu saja jika bisnismu bangkrut atau gagal. Terlebih jika dia telah banyak sekali mengorbankan berbagai macam hal hal dan uang untuk membangunnya. Yang perlu dilihat adalah harga yang harus ditanggung tentu lebih besar dari sekadar nominal rupiah semata. Persahabatan kalian yanga telah di bangunpun juga bisa saja menjadi renggang.
Siapa yang bisa menjamin sahabatmu baik-baik saja dengan terjadinya kegagalan ini? Apakah dia tetap akan percaya padamu? Apakah dia merasa berpikir bahwa dia selama ini terjebak pada bisnis yang hanya membuang uangnya untuk sebuah kegagalan? Apakah dia masih akan tetap melihatmu sama seperti dulu setelah kegagalan bisnis bersama? Jika kamu tidak tahu pasti dengan semua jawabannya maka jangan berjudi atau bertaruh dengan keadaan.

Pikirkan dengan baik-baik akan segala konsekuensinya. Jika kamu memang punya suatu insting bisnis yang sangat kuat, pasti kamu akan sadar bahwa memikirkan hal terburuk itu sama pentingnya dengan rencana cemerlang untuk mengembangkan sebuah bisnis. Namun, selagi kamu dan sahabatmu itu mau dan mampu menghindari semua konflik-konflik semacam diatas, bukan tidak mungkin bisnis kamu berjalan dengan baik dan mulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates