Saturday , 27 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Cara Mencegah Terjadinya Stroke

Cara Mencegah Terjadinya Stroke

Cara Mencegah Terjadinya Stroke

Cara Mencegah Terjadinya Stroke

Cara Mencegah Terjadinya Stroke

Cara Mencegah Terjadinya Stroke – Stroke menjadi kejadian yang menghancurkan dengan konsekuensi jangka panjang. Kemajuan dalam pengobatan stroke telah membuka harapan untuk meminimalkan kerusakan fatal yang mungkin terjadi. Namun, karena stroke sering terjadi mendadak, salah satu pendekatan penting selain pengobatan melalui pencegahan terutama bagi orang-orang yang beresiko. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke, antara lain:

1. Menurunkan tekanan darah
Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah tinggi kronis yang mempertinggi risiko stroke dan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung dan serebrovaskular. Langkah pertama dalam manajemen hipertensi perlu diagnosis melalui pemeriksaan tekanan darah secara teratur. Perawatan hipertensi mencakup diet rendah garam, manajemen berat badan, pengendalian stres dan olahraga teratur. Pada orang dengan risiko tinggi, obat untuk menurunkan tekanan darah diperlukan. Selain itu, dokter biasanya menyarankan tentang cara terbaik untuk mempertahankan tekanan darah normal.

2. Mengontrol penyakit jantung
Selain gaya hidup tidak sehat, penyakit jantung bisa timbul karena faktor keturunan. Penyakit jantung umumnya berkaitan dengan hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi atau diabetes. Penyakit jantung antara lain meliputi penyakit arteri koroner (penyakit pembuluh darah yang mensuplai jantung), masalah otot jantung, masalah katup jantung, pembesaran jantung atau detak jantung tidak teratur. Ada berbagai cara untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit jantung, tergantung penyebabnya. Dalam kasus hipertensi, pendekatan terbaik dengan melakukan cek up rutin untuk mendeteksi kemungkinan masalah jantung sedini mungkin sebelum terlambat.

3. Menurunkan kadar kolesterol
Kolesterol tinggi berkontribusi terhadap penyakit jantung dan serebrovaskular. Kadar kolesterol tak terkendali terjadi akibat konsumsi tinggi lemak tidak sehat. Menurunkan kolesterol memerlukan asupan lemak moderat, olahraga dan mungkin obat-obatan.

4. Mengontrol diabetes
Diabetes bisa berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular. Diabetes dapat muncul akibat diperoleh atau bawaan. Orang dengan diabetes tipe 1 membutuhkan pengawasan kadar gula darah ketat yang biasanya melibatkan pengobatan insulin. Orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan manajemen asupan makanan, berat badan dan mungkin obat untuk mempertahankan tingkat gula darah normal.

5. Mengelola obesitas
Obesitas menjadi faktor risiko stroke serta berkontribusi pada kolesterol tinggi dan hipertensi. Obesitas dikelola dengan mengatur diet dan olahraga, suplemen penurun berat badan hingga prosedur bedah dalam kasus obesitas kompleks. Genetika memainkan peran dalam obesitas sehingga cenderung mengalami kelebihan berat badan dibandingkan yang lain.

6. Berhenti merokok
Rokok berkontribusi terhadap penyakit jantung, serebrovaskular dan hipertensi. Berbagai pendekatan seperti konseling, kontrol perilaku, kelompok pendukung, patch nikotin dan program berhenti merokok digunakan untuk membantu seseorang berhenti merokok. Penelitian membuktikan bahwa banyak efek berbahaya merokok dapat dipulihkan seiring berhentinya seseorang dari kebiasaan ini.

7. Mengelola stres
Stres berkontribusi untuk risiko stroke, hipertensi, penyakit jantung, diabetes dan penyakit serebrovaskular. Manajemen stres dan kecemasan harus melibatkan pendekatan komprehensif agar berhasil. Stres tidak dapat diukur secara obyektif dan membutuhkan pendekatan jangka panjang.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates