Monday , 29 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Efek Samping Suntik Kortison untuk Radang dan Nyeri Sendi

Efek Samping Suntik Kortison untuk Radang dan Nyeri Sendi

Efek Samping Suntik Kortison untuk Radang dan Nyeri Sendi

Efek Samping Suntik Kortison untuk Radang dan Nyeri Sendi

Efek Samping Suntik Kortison untuk Radang dan Nyeri Sendi

Efek Samping Suntik Kortison untuk Radang dan Nyeri Sendi – Kortison (cortisone) adalah hormon anti-inflamasi yang diproduksi oleh tubuh. Hormon ini dilepaskan ke dalam aliran darah ketika tubuh berada pada kondisi stres. Efek kortison (cortisone) alami lebih pendek dibandingkan dengan sintetis. Kortison sintetis tidak disuntikkan ke dalam aliran darah, melainkan disuntikkan ke daerah yang mengalami peradangan dan memiliki efek jangka panjang. Suntikan kortison diberikan kepada pasien yang mengalami keluhan nyeri sendi, terutama disebabkan oleh peradangan. Kortison bukan obat penghilang rasa sakit melainkan zat anti-inflamasi, dengan tulang belakang, lutut, siku, dan sendi bahu adalah beberapa area yang sering diberikan suntikan. Orang yang menderita tendonitis, bursitis, arthritis, dan carpal tunnel syndrome membutuhkan suntikan kortison. Suntikan kortison terdiri dari campuran kortikosteroid dan bius lokal. Dalam beberapa kasus, obat-obatan lain ditambahkan untuk menghilangkan rasa sakit jangka panjang. Kortison efektif membantu melarutkan jaringan parut, menekan inflamasi, dan mempercepat proses penyembuhan.

Terdapat 2 jenis steroid, yaitu lokal dan sistemik. Steroid lokal disuntikkan pada satu area tubuh dan efeknya terbatas pada daerah itu. Di sisi lain, pil steroid memiliki efek secara keseluruhan. Efek samping suntikan kortison minimal karena termasuk kategori steroid lokal. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat suntikan kortison diantaranya:

1. Perubahan warna kulit merupakan salah satu efek samping suntikan kortison. Namun, hanya efek sementara dan tidak berbahaya.

2. Suntikan kortison dapat menimbulkan ‘steroid flare’, suatu kondisi di mana kortison yang disuntikkan akan mengkristal dan menyebabkan sakit parah. Nyeri bisa lebih buruk dari rasa sakit yang dialami sebelum dilakukan penyuntikan. Dokter mungkin menyarankan penggunaan kompres dingin (es) jika terjadi nyeri. Rasa sakit berlangsung sekitar 24 – 48 jam.

3. Kemerahan pada wajah adalah efek samping yang terjadi pada wanita, dan terjadi pada hampir 15% pasien. Kemerahan mungkin terlihat setelah penyuntikan dan berlangsung selama beberapa hari. Pasien wanita juga mengalami efek samping lain, seperti gangguan menstruasi dan jerawat.

4. Atrofi lemak dapat terjadi di tempat injeksi dilakukan, yang ditandai dengan hilangnya jaringan lemak. Walaupun tidak permanen, efek bisa berlangsung selama beberapa bulan.

5. Infeksi juga efek samping lain, terutama jika dilakukan pada sendi. Jika tidak diberikan dengan benar, infeksi atau kerusakan saraf bisa terjadi pada sendi. Pencegahan terbaik dengan berkonsultasi dengan dokter dan menggunakan antiseptik sebelum penyuntikan.

6. Penderita diabetes harus memantau kadar gula darah karena kortison bisa memicu peningkatan sementara kadar gula.

7. Jika kortison disuntikkan secara langsung pada tendon yang meradang atau melemah, terdapat resiko terjadi pecahnya tendon.

8. Efek samping lain adalah hipertensi pada pasien dengan masalah pendarahan dan tekanan darah akibat kerusakan pembuluh darah.

9. Terlalu sering menggunakan kortison (cortisone) menyebabkan avascular necrosis tulang. Jika tidak cocok pada penggunaan pertama, maka tidak boleh mengulang suntikan untuk memperkecil terjadinya efek samping

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates