Saturday , 27 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Makanan yang di Rekomendasikan untuk Ibu Menyusui

Makanan yang di Rekomendasikan untuk Ibu Menyusui

Makanan yang di Rekomendasikan untuk Ibu Menyusui

Makanan yang di Rekomendasikan untuk Ibu Menyusui

Makanan yang di Rekomendasikan untuk Ibu Menyusui

Makanan yang di Rekomendasikan untuk Ibu Menyusui – Ibu menyusui biasanya tidak perlu mengubah jadwal maupun jumlah gizi pada makanan yang ia konsumsi ketika sedang menyusui. Satu hal yang penting, makanan untuk ibu menyusui harus mampu memberikan nutrisi yang cukup, untuk ibu maupun bayinya. Untuk mencukupi kebutuhan ibu dan bayi, beberapa makanan berikut bisa menjadi pilihan yang baik bagi para ibu menyusui.

1. Gandum utuh dan nasi merah
Kebutuhan karbohidrat bisa didapatkan dari nasi dan roti. Agar tidak hanya karbohidrat saja yang masuk kedalam tubuh, sekali-sekali gantilah menu ini dengan makanan berbahan gandum utuh yang mengandung lebih banyak serat.
Makanan jenis ini juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi ibu dan bayi karena mengandung banyak asam folat. Selain gandum utuh, nasi merah juga bisa dijadikan pilihan lain karena mampu menyediakan kalori untuk produksi ASI yang berkualitas tinggi.

2. Telur dan ikan
Cukupi kebutuhan protein pada makanan ibu menyusui dengan daging dan telur. Telur kaya akan vitamin D yang berperan sebagai pembentuk tulang bayi. Pilihlah telur yang mengandung DHA untuk mendapatkan kandungan asam lemak esensial yang lebih banyak.
Kita juga bias mendapatkan protein melalui konsumsi ikan, sedikitnya dua kali seminggu. Pilihlah ikan yang diperkaya akan DHA, seperti ikan salmon. DHA selain bagus untuk perkembangan sistem syaraf bayi, baik juga mengurangi stres pasca melahirkan bagi sang ibu.

3. Buah dan sayuran
Buah dan sayuran memiliki berbagai nutrisi yang berperan penting dalam perkembangan ibu dan bayi. Serat yang ada dalam buah dan sayuran sangat baik bagi sistem pencernaan ibu menyusui sehingga dapat mencegah konstipasi. Namun, pastikan buah dan sayuran yang Anda konsumsi tidak mengandung pestisida.

Kebutuhan gizi ibu yang sedang menyusui berbeda dengan wanita yang tidak menyusui sehingga tingkat nutrisi yang dibutuhkan tentu saja juga berbeda. Secara umum, berikut adalah beberapa hal yang penting untuk diketahui :

1. Kalori
Secara global, ibu menyusui membutuhkan 500 kalori lebih banyak dari wanita yang tidak sedang menyusui. Namun, daripada menghitung jumlah kalori yang anda konsumsi, lebih baik berpatokan saja kepada rasa lapar yang sering anda rasakan.
Penghitungan kalori bisa berbeda pada setiap individu karena kebutuhan makanan ibu menyusui sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari kondisi ibu menyusui itu sendiri. Tiap ibu menyusui perlu memerhatikan aktivitas yang ia lakukan, metabolisme tubuh serta frekuensi menyusui.

2. Vitamin dan mineral
Selama menyusui, dibutuhkan vitamin dan mineral yang lebih banyak daripada biasanya. Hal ini dikarenakan demi mencukupi kebutuhan ibu dan bayinya sekaligus. Cukupi kebutuhan mineral dan vitamin agar ibu dan bayi dapat tumbuh secara optimal.

3. Cairan tubuh
Minumlah secara teratur tanpa harus menunggu rasa haus terlebih dahulu agar kebutuhan cccairan tercukupi. Jika warna urine Anda kuning pekat, itu menandakan anda kekurangan cairan, tambahkan porsi air minum Anda.
Meski jumlah asupan cairan tidak memengaruhi suplai ASI secara langsung untuk bayi Anda, namun upaya mencukupi cairan sangat penting pada masa ini. Saat Anda menyusui, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin sehingga anda akan lebih cepat merasakan haus.

Ibu menyusui juga harus memerhatikan zat yang terkandung dalam makanan yang berpotensi mengganggu kesehatan ibu dan bayi. Beberapa hal yang harus dihindari adalah:

1. Minuman Keras
Zat alkohol yang terkandung dalam minuman keras akan turut dikonsumsi bayi melalui ASI. Meski masih diperbolehkan hingga batasan tertentu, menghindari sepenuhnya akan menjadi tindakan yang baik. Zat alkohol dari 1 kaleng bir mampu bertahan di dalam tubuh sekitar 2 hingga 3 jam. Artinya, Anda juga berisiko menyalurkan alkohol kepada bayi melalui proses menyusui pada masa-masa tersebut.

2. Kafein
Mengonsumsi kafein secara berlebihan juga sangat tidak disarankan selama Anda menyusui. Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 3 cangkir kopi dalam sehari. Tingginya kandungan kafein di dalam ASI dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Kafein juga terdapat pada coklat, minuman ringan, kopi dan teh.

3. Ikan yang terpapar merkuri
Meskipun ikan mengandung banyak protein, sebaiknya hindari sebagian ikan yang berisiko telah terkontaminasi oleh merkuri. Beberapa jenis ikan yang telah terpapar oleh merkuri adalah makarel, hiu, todak serta kakap.

4. Rokok
Selain makanan, hal lain yang perlu dihindari adalah kebiasaan merokok. Merokok di sekitar bayi dapat meningkatkan risiko untuk mengalami beberapa kondisi asma, pneumonia, bronkitis dan infeksi pada telinga. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat mengurangi kuantitas dan kualitas ASI yang diproduksi.

Setelah mengetahui berbagai hal yang direkomendasikan serta hal yang sebaiknya dihindari, Anda akan merasa lebih nyaman dan aman dalam menjalani proses menyusui. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat bagi anda.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates