Thursday , 27 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Saat Ibu Sedang Sakit , Bolehkah Tetap Menyusui?

Saat Ibu Sedang Sakit , Bolehkah Tetap Menyusui?

Saat Ibu Sedang Sakit , Bolehkah Tetap Menyusui?

Saat Ibu Sedang Sakit , Bolehkah Tetap Menyusui ?

Saat Ibu Sedang Sakit , Bolehkah Tetap Menyusui ?

Saat Ibu Sedang Sakit , Bolehkah Tetap Menyusui? Menyusui adalah proses alami untuk memberikan ASI pada bayi sehingga dapat merangsang tumbuh-kembang bayi anda. Menyusui sangat dianjurkan, minimal pemberian ASI ekslusif yaitu dari umur 0 – 6 bulan. Anjuran pemberian ASI ekslusif dikarenakan manfaat ASI yang sangat banyak, yaitu dapat menjaga daya tahan tubuh, mengoptimalkan tumbuh-kembang bayi, melengkapi nutrisi dan juga menjalin ikatan antara ibu dan bayi yang lebih kuat.
Lalu, bagaimana apabila ibu mengalami kondisi yang mengakibatkan proses menyusui menjadi terhambat? Benarkah ketika ibu sedang sakit bayi tidak boleh menerima ASI, karena akan menularkan penyakit tersebut kepada bayi? Kali ini kami akan membahas tentang kondisi ibu menyusui yang sakit. Umumnya, pemberian ASI bisa diberikan dan tidak perlu dihentikan asal anda dapat mencegah penularan pada bayi.

Penularan ibu yang sakit saat sedang menyusui dapat diatasi dengan penggunaan masker atau obat-obatan. Anda tidak perlu khawatir sebab antibodi yang dibentuk saat ibu menyusui sakit terdapat di dalam ASI. Zat kekebalan tubuh ini bisa menghindari bayi terkena penyakit yang sama.
Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang dialami oleh ibu menyusui serta cara mengatasinya :

1. Flu/demam
Gunakan masker untuk menghindari bayi anda tertular ketika sedang menyusui. Flu atau batuk seringkali sangat mudah menular pada bayi anda, maka anda bisa mengkonsumsi obat flu sesuai dengan resep dokter.

2. Diare
Diare bisa mengakibatkan dehidrasi sehingga ibu menyusui harus memperhatikan asupan cairan. Aturlah pola makan anda untuk tetap menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi Ikan adalah hal yang sangat baik Karena ikan merupakan jenis makanan terbaik bagi seorang ibu menyusui. Ikan mengandung banyak DHA, nutrisi inilah yang sangat penting untuk optimalisasi perkembangan syaraf bayi serta dapat membantu perkembangan kecerdasan bayi. Selain itu, lebih baik jika mengganti konsumsi nasi putih dengan beras merah karena karbohidrat yang dikandung beras merah lebih baik dibandingkan nasi putih.
Sang ibu juga bisa mengonsumsi sayur bayam guna membantu meningkatkan jumlah ASI. Disamping bayam, daun katuk juga merupakan sayuran hijau yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia untuk memperlancar dan memperbanyak produksi ASI. Namun kenyataannya ada pula beberapa makanan yang tidak disarankan untuk ibu menyusui saat sedang diare. Berikut ini beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk ibu menyusui saat diare, antara lain:

• Makanan Pedas
Bagi ibu yang sangat menyukai rasa pedas mungkin akan merasa sulit bahkan tidak mau untuk menghindarinya. Namun makanan pedas harus dihindari oleh para ibu yang sedang menyusui karena rasa pedas tersebut nantinya juga akan masuk kedalam tubuh bayi melalui ASI, serta dapat memperburuk diare yang sedang diderita oleh ibu.

• Fast Food
Fast food adalah makanan yang harus dihindari oleh ibu yang sedang diare karena mengandung lemak trans yang berbahaya untuk perkembangan otak bayi karena menghambat produksi omega 3.

• Buah Bit
Buah bit mengandung banyak gas yang akan membuat perut ibu dan bayii menjadi sakit jika sang ibu mengkonsumsi buah bit selama masa menyusui.
Biasakan pula untuk mencuci tangan sebelum dan setelah menyusui sehingga mengurangi penyebaran diare.

3. Hepatitis A
Sampai saat ini penularan hepatitis A melalui ASI masih belum ditemukan. Sedangkan untuk mencegah bayi tertular maka anda dapat rajin mencuci tangan ketika sebelum dan setelah menyusui. Konsumsi obat hepatitis A tidak akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI.

4. Diabetes
Ibu yang terkena penyakit diabetes dapat dibantu dengan proses menyusui yang optimal karena perubahan hormon di dalam tubuh dapat mencegah peningkatan kadar gula darah sehingga membuat ibu lebih baik. Peranan hormon oksitosin dapat membantu untuk menghilangkan stress yang umumnya dialami oleh ibu hamil, sedangkan stress bisa memicu peningkatan kadar gula dalam darah.

Bagi ibu menyusui yang sedang sakit tidak perlu menghentikan proses menyusui Karena semua itu dapat dilakukan pencegahan dan mengatasinya seperti poin-poin di atas. Apabila anda masih ragu dan mengalami kondisi tubuh yang semakin menggangu kesehatan anda, segeralah konsultasikan dengan dokter.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates