Thursday , 27 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Fungsi Elektrolit dalam Tubuh

Fungsi Elektrolit dalam Tubuh

Fungsi Elektrolit dalam Tubuh

Fungsi Elektrolit dalam Tubuh

Fungsi Elektrolit dalam Tubuh

Fungsi Elektrolit dalam Tubuh – Elektrolit adalah ion yang terdapat dalam cairan tubuh untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik dan menjaga tetap terhidrasi. Saat berkeringat, tubuh kehilangan elektrolit sehingga membuat seseorang merasa lebih haus. Elektrolit terkandung dalam makanan dan air yang dikonsumsi sehari-hari. Garam makanan dan minuman dilarutkan di dalam tubuh dan diteruskan ke berbagai cairan seperti urine, darah, serta cairan seluler. Berikut ini adalah beberapa fungsi elektrolit dalam tubuh manusia. Diantaranya :

1. Elektrolit dalam bentuk ion garam mineral seperti ion natrium, magnesium, sulfat, kalium, kalsium, fosfat dan klorida. Elektrolit mengembalikan dan mempertahankan tingkat hidrasi yang tepat di seluruh tubuh.

2. Kekurangan garam mineral dapat memicu masalah kesehatan seperti, kelemahan, koma lesu, depresi, dan masalah jantung.

3. Garam mineral ini memiliki kemampuan mempertahankan tekanan osmotik, membantu kontraksi otot dan memproduksi juga menyalurkan sinyal listrik dari otak ke sel dan sebaliknya. Hal ini menjelaskan mengapa kram otot sering muncul setelah melakukan aktivitas fisik yang berat. Pada kondisi dehidrasi, kemungkinan sinyal listrik tidak mencapai bagian tubuh serta otot-otot tidak dapat rileks yang kemudian memicu kejang.

4. Ginjal yang memisahkan elektrolit dari darah dan mengatur tingkat elektrolit dalam tubuh. Bila kadar elektrolit turun, seseorang lebih sering buang air kecil untuk membuang kelebihan air dan menyeimbangkan tingkat elektrolit. Sebaliknya, jika tubuh kelebihan elektrolit, seseorang merasa lebih haus dari biasanya agar tubuh mendapatkan lebih banyak air.

5. Kehilangan elektrolit dalam jumlah banyak menyebabkan dehidrasi parah dan mempengaruhi jantung dan sistem saraf pusat, menyebabkan diare bahkan gagal ginjal hiponatremia dalam kasus yang ekstrim.

6. Elektrolit bekerja pada tingkat sel, dan jika hadir dalam jumlah lebih rendah dari kebtuhan dapat mempengaruhi semua sistem dan organ tubuh. Elektrolit juga mempertahankan suhu tubuh tetap stabil dan tetap dingin.

7. Konsumsi berlebihan elektrolit menyebabkan retensi air berlebihan dan mengarah ke pembengkakan otot. Retensi air terjadi jika seseorang mengambil suplemen tambahan atau mengkonsumsi banyak garam untuk meningkatkan kadar elektrolit dalam tubuh.

8. Saat mengganti elektrolit yang hilang dengan minum banyak air sekaligus, justru menipiskan konsentrasi elektrolit yang sudah ada karena asupan air yang terlalu tinggi. Itu sebabnya, lebih dianjurkan minum air secara bertahap, daripada meminumnya sekaligus dalam jumlah besar saat sedang merasa haus.

9. Ketidakseimbangan tingkat elektrolit dalam tubuh berakibat fatal dalam hitungan jam, terutama untuk mereka penderita masalah pencernaan.

10. Hormon adrenal seperti aldosteron dan para-tiroid mengatur elektrolit dan menjaga keseimbangan kimia intraseluler dan ekstraseluler. Kadar elektrolit dalam tubuh dapat diperiksa melalui tes darah panel elektrolit.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates