Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes – Penderita diabetes dituntut untuk bisa mengatur pola makannya sebaik mungkin, baik dari segi jumlah, jadwal, maupun jenis makanannya. Makanan tersebut tidak boleh meningkatkan kadar gula darah, mampu membakar lemak, dan mengurangi inflamasi. Berikut ini daftar pilihan makanan terbaik yang disarankan untuk penderita diabetes:

1. Cokelat hitam
Cokelat kaya flavanoid yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mempercepat pengolahan glukosa darah, mengurangi resistensi insulin, dan mengurangi keinginan untuk makan. Cokelat hitam adalah jenis cokelat yang mengandung lebih banyak cocoa dan lebih sedikit susu.
Penelitian dari University of Copenhagen tahun 2008 menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi cokelat hitam memiliki keinginan yang lebih rendah untuk makan makanan manis, asin, atau berlemak.

2. Brokoli
Studi oleh Warwick University yang dimuat dalam jurnal “Diabetes” menyatakan bahwa brokoli mengandung senyawa sulforaphane yang memperbaiki dan melindungi melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan kardiovaskular. Sulforaphane memicu proses anti inflamasi, mengontrol kadar glukosa darah, meningkatkan mekanisme detoksifikasi alami, serta meningkatkan produksi enzim yang mengendalikan senyawa kimia berbahaya. Brokoli mengandung kromium yang meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

3. Blueberry
Penelitian yang dilakukan USDA menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi 2 ½ gelas jus bluberry liar setiap hari selama 12 minggu bisa menurunkan kadar glukosa dalam darah, mengatasi depresi, dan meningkatkan daya ingat. Hal ini dikarenakan bluberry mengandung antosianin, yang mengecilkan sel lemak dan menstimulasi produksi adiponektin, hormon pengatur kadar glukosa darah. Meningkatkan kadar adiponektin bisa menjaga kadar gula darah tetap rendah dan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin.

4. Oatmeal (cereal oat)
ADA merekomendasikan gandum utuh seperti oatmeal yang mengandung serat larut tinggi dan karbohidrat kompleks. Serat ini lebih lambat dicerna tubuh sehingga kadar glukosa darah lebih terkontrol. Oatmeal kaya magnesium yang membantu tubuh memanfaatkan glukosa dan mensekresi insulin. Percobaan yang dilakukan selama 8 tahun menunjukkan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 19% pada wanita yang melakukan diet magnesium, dan 31% pada wanita yang rajin mengonsumsi gandum utuh.

5. Ikan
Tak hanya kaya protein yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama, ikan mengandung asam lemak omega-3 yang membantu meredakan peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kadar asam lemak omega-3 mengalami inflamasi lebih rendah. Inflamasi tingkat parah dapat memperburuk diabetes dan menyebabkan masalah berat badan.

6. Minyak zaitun (olive oil)
Penelitian di Spanyol yang diterbitkan di jurnal “Diabetes Care” menyatakan bahwa diet ala Mediterania dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 hingga hampir 50% dibandingkan diet rendah lemak. Selain itu mampu mencegah resistensi insulin, penimbunan lemak perut, dan penurunan adiponektin. ADA menyarankan penderita diabetes menggunakan minyak zaitun untuk menggantikan lemak tak sehat.

7. Sekam psyllium
Psyllium merupakan tumbuh-tumbuhan kaya serat dari India. Kulit ari atau sekam-nya yang mengandung serat larut air digunakan untuk mengobati sembelit dan menurunkan berat badan. Sekam psyllium juga dapat mengontrol kadar glukosa darah para penderita diabetes.

8. Kacang cannellini
Kacang cannellini yang sering digunakan dalam berbagai masakan Italia memiliki indeks glikemik lebih rendah. Dalam penelitian yang dilakukan di University of Toronto, tahun 2012, sebanyak 121 penderita diabetes tipe 2 melakukan diet dengan mengonsumsi kacang-kacangan atau gandum utuh setiap hari. Tiga bulan kemudian, mengalami penurunan tingkat A1c (kadar gula darah rata-rata) hampir 2 kali dibandingkan mereka yang mengonsumsi gandum utuh.

9. Bayam
Penelitian di Inggris menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari satu porsi bayam sehari dan sayuran berdaun hijau lainnya mengalami penurunan risiko hingga 14% dibandingkan yang hanya makan ½ porsi per hari. Pasalnya, sayuran berdaun hijau kaya vitamin K serta , fosfor, potasium, mineral magnesium, folatdan seng.

10. Ubi jalar
Ubi jalar mengandung antosianin yang merupakan pigmen alami yang memberinya warna oranye gelap. Antioksidan ini bermanfaat sebagai zat anti peradangan, anti viral, dan anti mikroba

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates