Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tanda-tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Tanda-tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Tanda-tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Tanda-tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Tanda-tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Tanda-tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup – Ibu menyusui seringkali mempertanyakan apakah ASI yang diberikan pada bayinya telah mencukupi atau belum. Hal ini biasa terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif serta tidak ada asupan lainnya, sehingga Ibu agak kesulitan untuk mengetahui sudah berapa banyak ASI yang diminum oleh si bayi. Kekhawatiran Ibu mengenai apakah bayinya mendapatkan nutrisi yang mencukupi atau tidak, dapat diatasi dengan melihat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa ASI yang telah diberikan sebenarnya cukup, yaitu sebagai berikut:

1. Lamanya waktu bayi menyusu
Waktu menyusui yang tidak terlalu lama / tidak lebih dari 30 menit. Di waktu tersebut bayi sudah bisa mengisap foremilk (low fat milk) serta hindmilk (high fat milk) yang diproduksi. Anggapan bahwa dalam 10 menit pertama menyusu, bayi sudah mendapatkan 90% kandungan ASI adalah salah. Dengan perlekatan dengan payudara yang benar, bayi akan menyusu secara efektif sehingga tidak lebih dari 15 menit bayi akan merasa kenyang. Semakin besar tubuh bayi, ia akan semakin efektif serta pandai menyusu sehingga waktu yang diperlukan tidak lama seperti saat ia lahir. Apabila Ibu merasa bayi menyusu terlalu lama (hingga satu jam atau lebih), maka kemungkinan besar sebenarnya bayi hanya ngempeng dan bukan menyusu dengan benar. Ibu bisa melakukan evaluasi apakah bayi telah menyusu dengan baik dan benar.

2. Frekuensi bayi menyusu
Rata-rata bayi yang baru lahir akan menyusu sebanyak 8 sampai 12 kali dalam sehari, yaitu sekitar tiap 2 hingga 3 jam. Pada beberapa bayi yang mempunyai kemampuan minum yang tidak banyak, biasanya frekuensi tersebut menjadi lebih sering sekitar 1.5 hingga 2 jam. Apabila dalam waktu kurang dari 1.5 jam sudah minta minum, maka mungkin saja bayi menangis bukan karena haus. Jika bayi tidak memberikan tanda-tanda haus seperti menghisap jari ataupun mulutnya tampak mencari-cari payudara, cobalah untuk sesekali menggendong atau mengayunnya. Atau coba periksa popoknya serta lingkungan sekitar (terlalu panas atau dingin). Apabila bayi tampak tenang maka ASI sudah cukup. Jika bayi tidur dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari 4 jam, maka cobalah untuk membangunkannya dan beri ASI. Akan tetapi, jangan jadikan hal seperti ini sebagai patokan untuk menjadwalkan pemberian ASI, susui kapanpun bayi mau (on demand) khususnya pada 40 hari pertama kelahirannya. Pemberian ASI eksklusif serta proses menyusui umumnya berhasil pada komunitas masyarakat yang tidak berpatokan pada jam atau waktu. Awalnya karena menggunakan interval waktu, patokan yang dapat digunakan Ibu ialah frekuensi menyusu yaitu sekitar 8 hingga 12 kali dalam waktu 24 jam. Ada saatnya bayi menggabungkan waktu menyusu (cluster nursing) sehingga bisa saja bayi tertidur selama 4 sampai 5 jam tanpa minum sama sekali. Disamping itu, ibu tidak perlu khawatir ASI nya akan habis apabila terus dihisap, karena semakin sering bayi menyusu maka payudara akan semakin banyak memproduksi ASI

3. Posisi menyusui yang benar
ASI akan mencukupi apabila bayi menyusu dengan benar. Ibu perlu memperhatikan dengan seksama apakah terdengar suara bayi menelan susunya dan adanya gerakan yang kuat serta berirama dari rahang bawah bayi. Disamping itu, ketika bayi menyusu ASI dengan baik, maka ibu juga akan merasakan sensasi seperti ada yang menarik lembut serta bukan merasakan sensasi seperti dicubit atau ditarik puting susunya. Pada umumnya payudara akan terasa penuh dan bengkak sebelum menyusui serta terasa lebih lembut dan kosong sesudahnya. Agar bayi bisa menyusu dengan benar maka perlekatan haruslah tepat.

4. Perkembangan berat badan bayi
Tanda yang pasti bahwa ASI mencukupi dapat terlihat pada penambahan berat badan bayi yang optimal. Dalam keadaan normal pada usia 0 sampai 5 hari biasanya berat badan bayi akan menurun hingga 10 % dari berat badannya setelah lahir. Berat badannya akan naik kembali dalam kurun waktu 10 sampai 14 hari. Usahakan tiap 2 minggu dalam bulan pertama bayi ditimbang di posyandu. ASI dikatakan cukup apabil berat badan naik sekitar 500 gram dalam 2 minggu. Dengan rajin menimbang bayi, maka orangtua dapat mengetahui pertumbuhan berat badan si bayi dan status gizinya. Pada beberapa bayi yang mempunyai resiko gagal tumbuh (failure to thrive), biasanya pertambahan berat badan lebih sedikit dari 400 gram dalam 2 minggu. Pada kasus ini bukan berarti menunjukkan ASI yang kurang.

5. Kondisi popok bayi
Pada hari ke – 4 setelah kelahiran maka bayi akan memiliki 6 sampai 8 kali popok yang basah setiap harinya serta sudah mulai buang air besar setiap hari secara teratur. Selama beberapa hari pertama BAB bayi akan berwarna gelap serta lengket, kemudian berubah menjadi kuning.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates