Wednesday , 29 March 2017
Home » Bisnis » Bisnis Pupuk Kompos Organik

Bisnis Pupuk Kompos Organik

Bisnis Pupuk Kompos Organik

Bisnis Pupuk Kompos Organik

Bisnis Pupuk Kompos Organik

Bisnis Pupuk Kompos Organik – Nah, untuk dapat mengantongi pundi-pundi rupiah dari bisnis olahan sampah, tidak ada salahnya jika mulai sekarang Anda mencoba untuk mengolah sampah organik yang ada di sekitar rumah Anda menjadi pupuk kompos supaya bisa mendatangkan keuntungan besar setiap bulan.

Target Pasar
Berkembangnya sistem pertanian serta pangan organik di berbagai belahan dunia, termasuk salah satunya di negara Indonesia, ternyata turut meningkatkan jumlah dari permintaan pupuk organik setiap bulannya. Bahkan beberapa sentra pengembang pertanian organik pada saat ini menjadi daerah yang membutuhkan pupuk kompos organik dalam jumlah besar.

Umumnya pupuk kompos organik itu sendiri dibutuhkan untuk tanaman pangan maupun hortikultura.Dengan luas lahan sekitar 5,9 juta ha para petani di daerah tersebut akan membutuhkan sekitar 3 juta ton pupuk organik, sedangkan untuk lahan tanaman hortikultura dengan luas sekitar 94 ribu ha akan membutuhkan pupuk organik sebanyak 190 ribu ton.

Cara Mengolah Sampah Jadi Pupuk Kompos
Hampir seluruh dari pupuk kompos diproduksi dari sampah organik. Yang dimaksud dengan sampah organik sendiri adalah sampah yang dalam prosesnya bisa terurai, misalnya saja seperti sampah dari daun kering, sampah dari ranting kecil, sampah sayuran serta buah-buahan. Sehingga dapat diartikan pupuk kompos adalah salah satu dari pupuk organik yang dibuat dari proses pembusukan sampah organik.

Untuk dapat mengolah sampah menjadi pupuk kompos, ada 3 hal pokok yang wajib Anda persiapkan. Antara lain yaitu pertama bahan baku sampah organik misalnya adalah daun sayur, kering, ranting pohon yang kecil, ampas pertanian, dan lain-lain, ke dua media pengomposan sperti lobang tanah atau bak, dan yang terakhir adalah alat-alat penunjang.

Apabila ketiga dari komponen ini telah dipersiapkan, selanjutnya Anda dapat mengikuti beberapa langkah di bawah ini karena pembuatan pupuk kompos terbilang sangat amat mudah. Bagi Anda yang memiliki modal kecil, tidak perlu khawatir untuk bisa berbisnis dengan skala bisnis rumahan pembuatan pupuk kompos dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan alat sederhana.

1. Pengumpulan Sampah
Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengumpulkan sampah organik yang ada di sekitar Anda. Bahan baku kompos dapat diambil dari sisa-sisa tanaman misalnya saja sampah dari dedaunan kering, ranting kecil, sampah dari sisa sayur, sisa buah atau kotoran hewan. Masing-masing bahan memiliki kandungan unsur yang pastinya berbeda, dan unsur-unsur inilah yang akan berfungsi sebagai zat hara yang diperlukan tanaman.
Disini yang perlu Anda coba perhatikan adalah bila sampah yang Anda kumpulkan memiliki ukuran yang cukup besar, sebaiknya lakukan suatu pemotongan terlebih dahulu menjadi ukuran yang lebih kecil. Langkah ini perlu anda dilakukan agar bahan baku bisa masuk ke dalam kantong plastik dengan sangat mudah.

2. Memasukan Sampah Ke Tempat Pengomposan
Setelah selesai Anda potong menjadi ukuran yang lebih kecil, secara bertahap masukanlah sampah tadi ke tempat pengomposan. Dalam hal ini Anda dapat menggunakan kantong plastik, masukkan potongan dari sampah hingga kurang lebih 10 cm dari dasar kantong. Selanjutnya siramkan larutan promi secara menyeluruh atau merata, dan masukan kembali selapis dari sampah sekitar 10 cm lalu siramkan kembali dengan larutan promi. Ulangi langkah tersebut sampai kantong plastik tersebut penuh.

3. Proses Inkubasi
Apabila kantong plastik sudah benar-benar terisi penuh, tutup rapat kantong tersebut untuk proses inkubasi. Biarkan proses ini berlangsung kurang lebih 3 sampai 6 minggu hingga kompos benar-benar sudah matang.

4. Proses Panen Kompos
Setelah 6 minggu, kompos telah matang dan dapat langsung digunakan. Namun untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, ada baiknya jika pupuk kompos dikeringkan, dicacah dan diayak terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Dengan begitu pupuk yang dihasilkan tidak akan berbau serta bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Keuntungan Bisnis
Dengan modal utama dari sampah organik serta memanfaatkan peralatan ynag sederhana seadanya di rumah, bisa dikatakan peluang bisnis pupuk kompos ini dapat dimulai dengan modal nol rupiah. Tidak hanya itu saja, bisnis rumahan ini juga bisa cukup mudah untuk dijalankan. Anda dapat memanfaatkan sampah dedaunan yang berserakan di halaman kemudian mengolahnya secara manual dengan menggunakan peralatan yang ada di rumah.

Kendala Usaha
Persaingan usaha untuk pupuk kompos belakangan ini cukup ketat, akan tetapi keadaan tersebut justru akan mendorong semangat para pelaku bisnis pupuk kompos untuk berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi baru agar dapat memproduksi pupuk kompos dalam waktu yang lebih singkat. Contohnya saja bila dulunya proses produksi dapat memakan waktu 1 sampai 2 bulan, sekarang ini banyak dari pelaku UKM yang sudah mampu membuat pupuk kompos dalam waktu 7 sampai 10 hari dengan bantuan mesin tepat guna.
Kendala lain yang dihadapi oleh produsen pupuk kompos di Indonesia yaitu sulitnya untuk bisa mendapatkan sertifikasi kelayakan dari Departemen Pertanian. Tidak heran jika sampai hari ini masih banyak produsen yang belum tersertifikasi dan juga belum melalui uji laboratorium. Kondisi ini dipicu karena mahalnya biaya untuk bisa mendapatkan sertifikasi. Imbasnya, karena dinilai belum bisa memenuhi standar kualitas produk, harga pupuk organik yang ada di pasaran relatif sangat murah yakni sekitar Rp 1.900,00/ kg.

Strategi Pemasaran
Target dari konsumen yang disasar adalah pada peluang usaha ini yaitu para petani dan pecinta tanaman. jika di daerah Anda ada kumpulan kelompok tani, Anda dapat coba membuka jaringan komunikasi dengan mereka supaya bisa menjadi pemasok pupuk organik di kelompok tani tersebut. Strategi pemasaran ini akan cukup efektif, karena satu kelompok tani umumnya akan membawahi beberapa anggota. Ketika Anda sudah berhasil menggandeng satu kelompok tani maka tidak akan mustahil jika Anda mendapatkan jalan ke puluhan anggotanya yang notabene adalah para petani.

Langkah berikutnya yang dapat Anda jalankan adalah menawarkan langsung ke target kosumen yang dimaksud atau dapat juga menjalin kerjasama dengan para agen, pengecer pupuk atau beberapa toko pertanian yang ada di sekitar Anda. Sistem kerjasama yang Anda coba tawarkan bisa berupa titip jual (konsinyasi), jual putus, ataupun sistem pre order. Untuk satu kilogram pupuk kompos biasanya akan dihargai sekitar Rp 1.000,00 – Rp 1.900,00/ kg, tiap daerahnya pasti berbeda-beda.

Kunci Sukses
Yang penting untuk bisa diperhatikan dalam mengembangkan bisnis pupuk kompos antara lain sebagai berikut :

1. Untuk bisa mendapatkan produk yang berkualitas, pastikan bahwa pupuk kompos melalui tahap pengeringan, pencacahan serta diayak terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Hal ini penting supaya pupuk yang dihasilkan tidak berbau dan tahan lama.

2. Usahakan agar pupuk kompos yang Anda sedang produksi telah mengantongi sertifikasi kelayakan dari Departemen Pertanian. Untuk bisa mendapatkan sertifikasi kelayakan, Anda bisa mengajukan permohonan kepada Departemen Pertanian, sedangkan untuk bisa melakukan pengujian produk bisa dilakukan di berbagai lab kimia (contohnya di lab kimia milik universitas). Selanjutnya untuk bisa melakukan uji keefektifannya bisa dilakukan di Balai Pertanian daerah setempat serta terakhir mengajukan izin kelayakan jual dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dengan sertifikasi tersebut tidak menutup kemungkinan jika produk Anda bisa menjangkau pasar nasional dan internasional.

3. Karena subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan pupuk organik masih terbilang cukup terbatas, Anda dapat menggandeng beberapa kelompok tani atau pengelola perkebunan yang setiap membutuhkan pupuk dalam jumlah yang besar.

4. Mulai manfaatkan kecanggihan informasi. Tidak ada salahnya jika Anda juga mulai aktif dalam promosi melalui media online. Contohnya saja anda membuat website toko online untuk mengoptimasi penjualan pupuk organik. Dengan begitu, jangkauan pasar Anda dapat lebih luas lagi serta tidak menutup kemungkinan dapat penawaran ekspor ke luar negeri. Sebab saat ini tidak hanya Indonesia saja yang sedang melakukan pengembangkan pertanian organik.

Analisa Ekonomi
Asumsi
Produksi pupuk kompos skala rumahan
Bahan baku dengan memanfaatkan daun kering dari lingkungan sekitar

1. Modal Awal
Modal untuk Kantong dan tali plastik = Rp 500.000,00
Modal untuk Larutan Premi = Rp 500.000,00
Modal untuk Peralatan seperti cangkul, cetok, ayakan, dll = Rp 500.000,00+
Total modal awal = Rp 1.500.000,00

2. Omzet
Hitungannya adalah 1 kali produksi pupuk kompos kapasitas 1,5 ton
Harga jual untuk pupuk Rp 10.000,00/ kemasan 10 kg
Penjualan = Rp 10.000,00 x 150 kemasan = Rp 1.500.000,00

3. Biaya operasional
Biaya Kantong dan tali plastik = Rp 200.000,00
Biaya Larutan Premi = Rp 300.000,00+
Total biaya operasional = Rp 500.000,00

4. Laba bersih
Laba bersih adalah  omzet – biaya operasional
Laba bersih adalah Rp 1.400.000,00 – Rp 400.000,00 = Rp 1.000.000,00

Semoga informasi dari peluang bisnis pembuatan pupuk kompos skala rumahan ini dapat menjadi salah satu inspirasi bagi Anda yang masih bingung tentang bagaimana cara mengolah sampah di sekitar rumah. Mulai dari yang paling mudah, mulai dari yang paling murah, dan mulailah dari sekarang!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates