Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu

Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu

Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu

Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu

Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu

Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu – Pada umumnya kehamilan ektopik dapat diketahu ketika ibu hamil tersebut tidak bisa mengenai dimana letak embrionya. Petugas medis yang tidak memiliki alat USG hanya dapat meraba perut lalu menekannya saja, sehingga dimana letak embrio tersebut tidak terlihat dan teraba apalagi kehamilan ektopik biasanya hanya akan bertahan kurang dari 3 bulan. Embrio yang berusian kurang dari 3 bulan tidak bisa teraba oleh tangan, embrio yang berusia 4 bulan baru bisa teraba oleh tangan.

Hal itulah yang menjadi penyebab mengapa kehamilan ektopik sulit untuk dideteksi sejak dini. Tentu saja wanita tidak mau mengalami kehamilan ektopik, harapan setiap wanita ialah ingin agar kehamilannya bisa berkembang dengan sempurna. Sempitnya lokasi untuk penempelan zigot menjadi salah satu penyebab mengapa embrio tidak dapat berkembang menjadi janin. Hal yang harus diketahui ialah gejala dari kehamilan ektopik ini. Apabila orang tahu apa saja yang menjadi gejalanya, maka orang itu akan menjadi lebih waspada dengan kelainan yang mungkin menimpa dirinya.
Berikut ini merupakan berbagai macam gejala yang perlu diketahui oleh ibu hamil :

A. Gejala Subjektif
Gejala subjektif merupakan gejala yang hanya bisa dirasakan secara nyata oleh ibu hamil. Gejala-gejala tersebut meliputi hal seperti ini:

1. Nyeri abdomen
Nyeri abdomen ialah gejala yang paling sering dialami oleh ibu hamil yang mengalami kehamilan ektopik. Nyeri tersebut berada di bagian abdomen ibu hamil. Hati-hati jika wanita mengalami nyeri tersebut. Nyeri yang dirasakan akan terjadi pada sebelah sisi saja akan tetapi saat masuk ke dalam abdomen akan terasa nyeri di kedua sisinya.

2. Pendarahan vagina
Wanita hamil yang mengalami flek bercak darah bisa saja mengalami pendarahan vagina ketika mengalami kehamilan ektopik. Pendarahan itu dapat terjadi setelah terdeteksinya kehamilan akan tetapi kehamilan ektopik belum terdeteksi. Pendarahan ini berasal dari pelepasan kavum uteri dan juga berasal dari abortus tuba. Pendarahan ini dapat berupa bercak cokelat saja akan tetapi bisa juga pendarahannya terjadi seperti menstruasi.

3. Nyeri di bagian panggul
Nyeri ini dapat terjadi begitu saja serta kemudian menghilang tiba-tiba. Gejala ini sering kali diabaikan oleh penderitanya Karena nyerinya yang timbul dan tenggelam.

4. Ketegangan pada bagian perut
Bagian perut tidak hanya merasakan nyeri saja, akan tetapi perut juga diliputi oleh ketegangan. Ketegangan tersebut bisa saja menyeluruh / bersifat lokal. Ketegangan abdomen pun ditandai oleh nyeri goyang serviks.

5. Pandangan berkunang-kunang
Wanita yang mengalami kehamilan ektopik akan mengalami pandangan mata yang berkunang-kunang juga kabur. Pandangan itu dapat menyebabkan penderita kehamilan ektopik sulit untuk menyeimbangkan tubuhmya. Untuk bisa berjalan, pandangan berkunang-kunangnya bisa menghalangi pandangannya untuk melihat jalan yang berada di sekitarnya.

B. Gejala Objektif
Gejala bisa ditemukan secara objektif oleh petugas medis serta mengarah ke kehamilan ektopik ini sangat beragam. Berikut merupakan gejala yang ditemukan ketika penderita kehamilan ektopik mengunjungi dokter :

1. Syok
Syok biasanya merupakan kondisi saat pertama pasien yang datang dan memeriksakan dirinya dokter untuk konsultasi. Syok biasanya terjadi ketika pasien mengalami pendarahan vagina yang hebat.

2. Pingsan
Ketika dilakukan USG kehamilan serta pasien mendapati dirinya mengalami kehamilan ektopik, tidak sedikit wanita yang kemudian pingsan. Bukan hanya itu , wanita dengan kehamilan ektopik dapat mengalami tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah (Hipotensi) dapat menyebabkan seseorang mengalami pingsan dikarenakan rendahnya tekanan darah dalam tubuhnya.

3. Denyut nadi meningkat
Dokter juga akan menemukan bahwa denyut nadi pasien akan meningkat secara signifikan. Pihak medis akan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan serta di bagian leher. Apabila denyut nadi di kedua bagian tersebut meningkat, dapat dikatakan bahwa pasien tersebut mengalami gejala kehamilan ektopik.

4. Anemia
Pasien juga mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah karena pendarahan yang terjadi. Anemia akan menimbulkan beraneka macam keluhan misalnya saja sering mengantuk, lesu, letih dan tidak bertenaga. Anemia juga dapat disebabkan Karena adanya hipotensi pada tubuh pasien.

5. Pembesaran rahim
Pada penderita kehamilan ektopik akan ditemukan tanda-tanda kehamilan. Tanda itu merupakan adanya pembesaran uterus / pembesaran rahim. Kehamilan yang dialami bukanlah kehamilan normal akan tetapi pembesaran uterus bisa terjadi.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates