Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Menjaga Probiotik dalam Tubuh

Tips Menjaga Probiotik dalam Tubuh

Tips Menjaga Probiotik dalam Tubuh

Tips Menjaga Probiotik dalam Tubuh

Tips Menjaga Probiotik dalam Tubuh

Tips Menjaga Probiotik dalam Tubuh – Pada orang yang sehat, perbandingan antara bakteri yang menguntungkan dan merugikan dalam saluran pencernaannya yaitu 85:15. Akan tetapi pada kenyataannya, sebagian orang mempunyai prosentasi perbandingan terbalik. Artinya bakteri yang merugikan cenderung lebih banyak dari pada bakteri yang menguntungkan. Hal ini dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit yang berat.

Hal – hal yang dapat menyebabkan dampak terhadap bakteri yang menguntungkan pada tubuh kita menjadi berjumlah sedikit akibat kondisi stres, berada dalam perjalanan, akibat kebiasaan minum alkohol, kebiasaan minum kopi, akibat konsumsi makanan dari gula olahan atau menggunakan bahan tambahan makanan, kebiasaan merokok, penggunaan antibiotik, penggunaan pil KB, obat jenis kortikosterol, dan juga radiasi yang bisa berakibat buruk pada bakteri yang menguntungkan di tubuh kita. Adapun jenis makanan yang dapat memberikan bakteri baik untuk tubuh kita, diantaranya:

1. Konsusi Buttermilk
Buttermilk merupakan cairan sisa dari proses pembuatan mentega. Terdiri dari 90% air, dan kasein, mineral, laktosa, yang membuat rasanya agak asam.

2. Konsumsi Miso
Merupakan Pasta kedelai dari Jepang. Yang dibuat melalui proses fermentasi dengan menambahkan ragi pada kedelai rebus yang dicampur koji atau nasi tambah jamur Aspergillus oryzae, garam dan air.

3. Konsumsi Cottage cheese
Merupakan keju belum matang. Terbuat dari susu yang rendah lemak. Dengan kandungan air nya mencapai 45-85 %. Dengan demikian akan mudah rusak. Sangat cocok dengan salad sayuran ataupun salad buah, dan sandwich.

4. Konsumsi Natto
Merupakan makanan yang dibuat dari kacang kedelai, dimasak, dibubuhi bakteri Bacillus natto, dengan demikian diperoleh pasta lengket berwarna gelap.

5. Konsumsi Sourdough Bread
Merupakan Roti dari adonan tepung diasamkan, dan membiarkannya di udara terbuka selama beberapa minggu sampai terfementasi oleh bakteri di udara.

6. Konsumsi Sour Cream
Dimana Krim diinokulasi asam laktosa. Hasilnya yaitu krim lembut, agak kental, agak masam.
Agar dapat menambah ketersediaan makanan probiotik yang ada di dalam tubuh, seseorang alangkah baiknya konsumsi makanan difermentasi dengan bakteri laktat untuk setiap harinya. Seperti pada yogurt dengan bakteri hidup, kefir, pada sour creem, kim chee, dalam tempe, miso, sourdough bread, dalam auerkraut, natto, piima, dalam buttermilk, serta cottage cheese yang merupakan sumber makanan probiotik. Apabila seseorang banyak mengkonsumsi antibiotik, dengan demikian seharusnya diimbangi dengan konsumsi suplemen probiotik supaya keseimbangan jumlah probiotik dalam tubuh akan tetap terjaga.

Untuk memilih suplemen probiotik, alangkah baiknya mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut:
1. bakteri yang ada dalam suplemen makanan probiotik harus masih hidup

2. jenis bakteri dalam suplemen probiotik tersebut harus bisa dikembangbiakkan pada saluran pencernaan.

Karena jika tidak, sehingga bakteri itu hanya dapat hanyut dari usus untuk menuju toilet saja (akan terbuang percuma).

Disamping itu juga, dapat mengkonsumsi FOS (fructoligosaccharida), yakni gula untuk makanan bakteri yang sangat diperlukan. Sebab akan berfungsi dalam membantu pertumbuhan bakteri tersebut secara efisien. Sebagian orang tidak dapat merasa cocok dengan bahan ini denan demikian terjadi mual, bengkak, ataupun mengeluarkan gas. Dengan demikian dianjurkan bagi mereka supaya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung sakarida yang jenisnya kurang lebih sama seperti, pisang ataupun bawang putih. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks dan banyak mengandung klorofil harus dikonsumsi, sebab berfungsi dalam membantu pertumbuhan makanan probiotik dalam tubuh. Makanan karbohidrat yang kompleks bisa kita temukan dalam jenis makanan misalnya buah-buahan (seperti jeruk, pepaya, mangga, buah pir dan lainnya), juga terdapat dalam jenis umbi-umbian misalnya kentang, ubi jalar, dan lainya. Sedangkan makanan banyak kandungan klorofil, dapat kita dapatkan pada jenis sayur-sayuran yang berwarna hijau.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates