Sunday , 26 March 2017
Home » Bisnis » Bisnis Pembesaran Belut Di Kolam Terpal

Bisnis Pembesaran Belut Di Kolam Terpal

Bisnis Pembesaran Belut Di Kolam Terpal

Bisnis Pembesaran Belut Di Kolam Terpal

Bisnis Pembesaran Belut Di Kolam Terpal

Bisnis Pembesaran Belut Di Kolam Terpal – Bisnis budidaya pembesaran belut adalah salah satu usaha alternatif untuk bisa memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi atas daging belut yang enak dan bergizi tinggi. Usaha untuk budidaya belut juga sangat mudah dilakukan dan juga dapat menyesuaikan dengan kondisi lahannya. Bisnis untuk usaha budidaya belut menjanjikan keuntungan yang besar bagi para pelaku usahanya, belut juga mempunyai potensi yang besar untuk bisa diekspor ke beberapa negara karena permintaan akan daging belut saat ini masih sangat tinggi sementara untuk persediaannya bisa dibilang belum cukup memenuhi.

Usaha dari pembesaran belut memang belum banyak dilakukan oleh masyarakat, hal itu tidak terlepas dari terbatasnya informasi tentang bagaimana cara serta teknik budidaya belut. Padahal, dapat dikatakan untuk budidaya pembesaran belut relatif cukup mudah.

Konsumen
Belut termasuk ke dalam jenis ikan tawar yang mana peluang untuk bisa masuk ke pasar nasional maupun internasionalnya masih sangat terbuka lebar. Belut atau jenis ikan ini mempunyai kandungan gizi yang sangat tinggi sehingga bisa diterima oleh pasar dengan baik dalam bentuk yang masih fresh atau segar maupun dalam bentuk yang sudah menjadi olahan.

Belut mempunyai kandungan gizi yang cukup baik bagi kesehatan tubuh manusia, diantaranya adalah sebagai sumber protein dan juga sumber energi. Protein yang ada pada belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas baik seperti isoleusin dan juga leusin yang merupakan asam amino esensial dan sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak serta untuk menjaga keseimbangan nitrogen bagi orang dewasa. Selain itu juga dapat berguna untuk perombakan dan juga pembentukan protein pada otot.

Memulai Bisnis
Wadah di dalam pembesaran belut yang hemat biaya adalah kolam terpal. Peralatan yang dibutuhkan serta digunakan untuk budidaya belut pun amat sederhana, namun hasilnya tidak akan kalah dengan budidaya belut yang dilakukan di dalam kolam tembok. Asalkan dalam pembuatan kolam terpal serta cara budidaya tersebut, pelaku usaha mengetahui pasti akan prosedurnya yang benar. Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam memulai usaha budidaya pembesaran belut tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pastikan bahwa lokasi dari usaha budidaya belut tersedia air yang cukup.

2. Buatlah suatu kolam terpal dengan ukuran 4 m x 5 m x 1m sebanyak 4 unit atau Anda sesuaikan dengan kondisi lahan yang Anda dimiliki.

3. Buatlah media di dalam kolam terpal secara tersusun dengan tinggi seluruhnya adalah 80 cm. Medianya menggunakan tanah sawah, cincangan dari jerami padi, tanah sawah, cincangan dari gedebog pisang serta biostarter.

4. Masukkanlah air bersih ke dalam media tersebut sampai dengan ketinggian sekitar 10 cm dari permukaan media yang paling atas. Biarkan media tersebut selama kurang lebih 1 sampai 2 bulan sehingga media tersebut dapat terfermentasi dengan baik.

5. Siapkanlah beberapa peralatan yang memang dibutuhkan seperti termometer, PH meteh dan juga tes kit untuk kualitas air.

6. Tebarkanlah benih yang memepunyai kualitas baik dengan kepadatan sampai 1,5 kg per m3.

Keuntungan Bisnis
Penggunaan dari jenis kolam terpal untuk budidaya belut terbukti lebih efektif serta terbukti lebih murah jika dibandingkan dengan kolam tembok. Proses dari pemanenannya pun juga lebih mudah. Kolam terpal untuk pembesaran dari belut dapat diaplikasikan kedalam beberapa bentuk, misalnya saja kolam terpal di dalam tanah. Kolam model ini lebih direkomendasikan karena bisa menstabilkan suhu pada media serta lebih mudah dalam pembuatannya.

Keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan oleh dari budidaya belut ini adalah :

1. Mudahnya belut untuk berkembang biak di kolam dengan media yang menyerupai habitat aslinya.

2. Dagingnya yang enak serta gurih menjadikan belut banyak diminati oleh banyak orang.

3. Belut bisa dibudidayakan dengan tingkat kepadatan yang tinggi.

Hambatan Bisnis
Meskipun mempunyai banyak kelebihan serta keuntungan, usaha dari budidaya pembesaran belut juga memiliki beberapa kendala atau kekurangan. Adapun kendala serta kekurangannya adalah sebagai berikut :

1. Pembesaran di dalam kolam terpal tidak bisa bertahan lama dan sangat rawan terjadinya suatu kebocoran.

2. Benih belut yang pada umumnya masih bersumber dari alam sehingga untuk ketersediaannya masih sangat terbatas.

3. Pelaku usaha umumnya masih terkendala pada yang namanya penyediaan media untuk budidaya belut.

4. Selama proses budidaya, kondisi belut tidak dapat terlihat karena hidupnya di dalam media yang berlumpur.

Strategi Pemasaran
Strategi dasar dari memasarkan usaha belut yang bisa dilakukan diantaranya adalah dengan melakukan suatu promosi yang efektif dan juga terukur. Maksudnya dengan mengukur efektifitas dari promosi, misalnya dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan pada para pelanggan yang datang, darimana mereka bisa mengetahui informasi mengenai usaha budidaya belut Anda. Selanjutnya buatlah suatu paket produk yang dapat menarik para calon konsumen sehingga mereka memiliki lebih banyak pilihan produk.
Meningkatkan pemasaran untuk usaha dari budidaya pembesaran belut juga bisa dilakukan dengan cara menentukan target pemasaran. Selanjutnya, lakukan juga berbagai macam cara promosi dengan cara menyebarkan brosur maupun menggunakan media internet.

Kunci Sukses

1. Tekuni bisnis pembesaran belut dengan baik dan juga perhatikan dengan benar pada saat Anda mencoba menyiapkan media untuk budidaya. Karena, jika media untuk budidaya tersebut belum benar-benar matang maka benih dari belut yang ditebar mempunyai kemungkinan besar untuk mengalami kematian.

2. Siramlah benih yang baru saja mengalami suatu perjalanan jauh dengan larutan gula secukupnya selama lebih kurang 30 menit dan selanjutnya tebar benih dalam kolam.

3. Berikanlah suatu pakan alami pada belut seperti bekicot, cacing, atau keong yang sudah dicincang, daging atau ayam yang sudah dicincang atau belatung sebanyak 2 sampai 3% dari berat belut dengan frekuensi pemberian makan adalah satu kali dalam sehari.

4. Jangan pernah untuk mengandalkan penumbuhan pakan yang secara alami dan berasal dari media budidaya. Jadi, pakan untuk belut harus dapat disuplai dari luar yang takarannya sesuai dengan ukurannya agar belut tidak merasa kekurangan pakan dan menyebabkan kematian.

5. Panenlah pelut setelah dipelihara selama 4 sampai 5 bulan.

6. Sebagai perbandingan, Anda dapat mencari mitra bisnis sesama pelaku usaha budidaya pembesaran belut yang sudah lebih dulu atau telah berhasil sehingga dapat membantu Anda ketika mengalami kesulitan.

Analisa Ekonomi

1. Modal Usaha
Untuk kolam terpal (5m x 4 m x 1m) sebanyak 4 unit = Rp 2.000.000,00
Untuk media tanam = Rp 1.500.000,00
Untuk pompa air 1 unit = Rp 500.000,00
Untuk peralatan budidaya dan panen = Rp 800.000,00+
Total dari modal = Rp 4.800.000,00

2. Biaya Produksi Per 6 Bulan
Biaya untuk pakan (cacing, keong, bekicot) = Rp 16.000.000,00
Biaya untuk benih 240 kg (2kali tebar) = Rp 8.400.000,00
Biaya untuk enaga kerja 2 orang = Rp 7.200.000,00
Biaya untuk listrik = Rp 500.000,00
Biaya penyusutan dan biaya lain-lain = Rp 1.300.000,00+
Total dari biaya produksi = Rp 33.400.000,00

3. Pendapatan
Penjualan dari belut 240 kg x 6 kali berat awal x Rp 35.000,00 = Rp 50.400.000,00

4. Keuntungan
= Pendapatan – Biaya dari produksi
= Rp 50.400.000,00 – Rp 33.400.000,00
= Rp 17.000.000,00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates