Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kesehatan Gusi dan Tips Merawatnya

Kesehatan Gusi dan Tips Merawatnya

Kesehatan Gusi dan Tips Merawatnya

Kesehatan Gusi dan Tips Merawatnya

Kesehatan Gusi dan Tips Merawatnya


Kesehatan Gusi dan Tips Merawatnya – Gusi merupakan jaringan lunak sebagai pembungkus tulang alveolar, dimana akar – akar gigi tertanam. Jika gusi mengalami peradangan, maka kondisi gigi pun menjadi tidak baik. Berikut tanda-tanda gusi meradang diantaranya:

1. Warna gusi akan menjadi lebih merah, menjadi mudah berdarah pada saat sikat gigi.

2. Tepi gusi menjadi tumpul dan akan membulat.

3. Permukaan gusi menjadi licin dan akan mengkilat, lunak jika diraba.

4. Ukuran gusi akan lebih besar atau terjadi pembengkakan.Agar kondisi gusi tetap sehat dan untuk mencegah radang pada gusi, plak serta karang gigi atau karies harus dilenyapkan dari permukaan gigi serta gusi. Adapun cara ampuh untuk ini yaitu dengan menyikat gigi. Banyak cara untuk menyikat gigi, yaitu dengan metode vertical dan juga horizontal. Supaya menyikat gigi lebih efektif, ikutilah langkah – langkah berikut ini ;

1. Biasakan untuk menyikat gigi di depan cermin supaya anda bisa melihat timbunan plak

2. Gunakanlah sikat yang bertangkai lurus, dengan kepala sikat kecil supaya mudah digerakkan dalam mulut

3. Kondisi Bulu sikat harus sama panjang serta ujungnya tidak tajam4. Hindari memakai sikat dengan bulu yang mulai melebar atau rusak

5. Sikatlah gigi minimalnya dua kali dalam satu hari, terutama jika menjelang tidur. Sebab pada saat tidur, proses pembusukan cukup panjang dan juga daya tahan gusi sedang turun akibat cairan ludah kurang.

6. Gunakan metode menyikat gigi yang baik. Dengan metode BASS, yaitu Posisi sikat sejajar dengan permukaan gigi, sedangkan untuk bulu sikat 45 derajat pada as gigi. Ujung bulu sikat harus diletakkan ke arah tepi gusi serta sebagian dimasukkan dalam lekuk gusi.

7. Sikat dengan digosokkan ke depan lalu ke belakang kira – kira 10 kali per area, hingga semuanya bersih. Untuk membersihkan gigi bagian depan, dengan posisi sikat diletakkan secara vertikal.

8. Dengan Methoda Roll yaitu Sikat sejajar dengan gigi, serta bulu sikat 30-50° pada as gigi. Ujung bulu sikat dapat diletakkan pada gusi agak menjauh dari tepi gusi. Sikat digerakkan secara memutar dengan tekanan yang ringan seperti gerakan (mencongkel) diulang hingga 8-10 kali per area. Methoda ini berguna untuk memijat gusi.

9. Biasakan menggunakan benang gigi atau dental floss untuk mengeluarkan plak dari celah – celah gigi. Dengan gerakan seperti menggergaji, benang digesek- gesekan menyusuri dinding gigi ke atas lalu ke bawah sampai tepi gusi.

10. Gunakanlah tusuk gigi setiap habis makan, agar dapat mengeluarkan sisa-sisa makanan dari celah gigi.

11. Lakukanlah pemeriksaan secara berkala ke dokter gigi, paling tidak enam bulan sekali.

Jika terjadi pembusukan, maka dilakukan penambalan pada gigi. Pembusukan pada gigi dibersihkan dengan cara menggurdi maka keluar bahan – bahan busuk pada lubang gigi itu, dan juga kemudian barulah menambal lubang gigi dengan menggunakan bahan penambal. Semua bahan pada gigi tersebut yang akan mudah membusuk atau sudah lembek harus dibuang. Jika tidak maka bagian yang telah busuk tersebut akan terus membusuk pada bawah bagian yang sudah ditambal itu. Dan juga lubang itu harus diberi bentuk sedemikian rupa agar supaya bahan tambalan tersebut dapat menempel dengan mantap dan tahan terhadap tekanan pada waktu menguyah. Pada saat ini orang sudah terbiasa menggunakan alat pembor listrik. Begitu pula sudah lazim digunakan pembiusan setempat untuk membuat prosedur dalam perawatan gigi itu tidak terasa sakit.

Sebuah lapisan semen bisa diisi ke dalam lubang yang digurdi agar dapat melindungi pulpa dari bahan panas ataupun zat kimia. Bahan pengisi biasanya akan ditempatkan di atas bagian gigi tersebut, biasanya juga terdiri dari air raksa, timah, tembaga, seng, dan juga mercuri.

Kadang-kadang digunakan semen silikat translusen, agar dapat memberikan tampan seng wajar pada gigi. Namun oleh karena bahan ini dapat rontok atau lepas, maka ia tidak bisa dipasang untuk menguyah. Jika bahan pengisinya tersebut sudah menjadi keras, dengan demikian bentuknya pun sudah mantap, maka setiap kemungkinan untuk mengganggu gigi itu pun akan tercegah.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates