Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Gangguan Kelenjar Tiroid dan Cara Mengatasinya

Ketahui Gangguan Kelenjar Tiroid dan Cara Mengatasinya

Ketahui Gangguan Kelenjar Tiroid dan Cara Mengatasinya

Ketahui Gangguan Kelenjar Tiroid dan Cara Mengatasinya

Ketahui Gangguan Kelenjar Tiroid dan Cara Mengatasinya

Ketahui Gangguan Kelenjar Tiroid dan Cara Mengatasinya – Gangguan kelenjar tiroid dibagi menjadi 2 macam, yakni hipertiroid serta hipotiroid. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid ini.  Salah satu kelenjar pada leher yang bisa menghasilkan hormon tiroksin dalam membantu metabolisme tubuh adalah kelenjar tiroid. Pada saat tubuh membutuhkan hormone tiroksin, TSH atau thyroid-stimulating hormon dapat memberikan rangsangan pada kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon tiroksin. TSH dikeluarkan oleh kelenjar pituitari yang terletak pada otak. Tubuh dapat memberikan sinyal ke otak, pada saat hormon tiroksin sudah cukup, kemudian kelenjar pituitari dapat mengurangi produksi hormon TSH. Dengan demikian kelenjar tiroid dapat menghentikan hormon tiroksin.

Namun tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan orang. Terkadang reseptor atau penerima sinyal pada kelenjar tiroid sedang mengalami gangguan, dengan demikian kelenjar tiroid akan tetap saja memproduksi hormon tiroksin, sekalipun otak sudah menghentikan keluarnya hormon TSH. Hal tersebut bisa mengakibatkan hormon tiroksin yang berlebih, atau biasanya disebut dengan hipertiroid.

Gejala – gejala penderita yang mengalami hiperteroid yaitu merasa lapar meski sudah makan banyak, buang air besar hingga 2 – 3 kali sehari, akan banyak mengeluarkan keringat, akan timbul rasa gelisah, sulit tidur, menjadi mudah marah, otot terasa lemas, dan jantung berdegup kencang. Pada dasarnya penderita hiperteroid ini mempunyai metabolisme tubuh yag sangat cepat, proses pembakaran tubuhpun akan berlangsung terus menerus dengan demikian badan penderita penyakit hipertiroid akan cenderung kurus, meskipun makannya banyak.

Namun sebaliknya, akibat gangguan kelenjar tiroid, sehingga tubuh hanya sedikit untuk menghasilkan hormon tiroksin, dengan demikian tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh. Hal ini berdampak metabolisme tubuh menjadi lambat yang menyebabkan mudah sekali untuk gemuk, badan terasa letih, mudah mengantuk, menjadi tulalit, akan mudah kedinginan, gerakan tubuh menjadi lamban, rambut rontok, sembelit dan mudah mengalami stres.

Dampak kerusakan kelenjar tiroid, tubuh hanya dapat memproduksi sedikit hormon tiroksin dengan demikian tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga terjadilah hipotiroid. Gejala yang dialami penderita hipotiroid merupakan kebalikan dari hipertiroid. Hipotiroid akan membuat metabolisme tubuh berjalan menjadi sangat lambat, dengan demikian orang menjadi lamban, akan mudah mengantuk, menjadi sembelit, sering kedinginan, dan mudah gemuk.

Adapun cara mengatasi gangguan atau kelainan kelenjar tiroid, diantaranya:

1. Dapat mengkonsumsi obat – obatan yang berperan dalam mengontrol kelenjar tiroid supaya dapat mengurangi hormon tiroksin.

2. Khusus untuk penderita hepertiroid yaitu dengan melakukan operasi pengangkatan sebagian kelenjar tiroid. Hal tersebut dimaksudkan, supaya apabila kelenjar tiroid berkurang, sehingga produksi hormon tiroksin otomatis juga dapat ikut berkurang. Namun, cara ini mempunyai resiko. Sebab apabila kelenjar tiroid terlalu banyak diambil, sampai melebihi ambang batas, sehingga dapat mengurangi produksi hormon tiroksin, dan akan mengalami hipotiroid.

3. Penderita hipertiroid dapat mengkonsumsi kapsul yodium radioaktif. Kapsul tersebut berperan untuk merusak kelenjar. Namun untuk meminumnya harus hati – hati.

Adapun cara untuk mengatasi gangguan kelenjar tiroid yang lainnya, yaitu hipotiroid (gangguan kelenjar tiroid diakibatkan kekurangan hormon tiroksin), dengan demikian yang harus dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi obat atau pil hormon tiroksin, supaya kebutuhan tubuh akan hormon tiroksin dapat tercukupi, dengan demikian metabolisme tubuh akan kembali normal. Sehingga, berat badan, badan lemas, sembelit dan juga gejala –gejala yang lainnya dapat teratasi. Akan tetapi bagi yang hanya bertujuan untuk menurut berat badan, dianjurkan untuk tidak memakai cara demikian, sebab bisa berdampak pada gejala timbulnya banyak keringat, akan mudah marah, jantung berdetak kencang dan dampak yang lainnya, terlebih apabila mengkonsumsi obat hormon tiroksinnya yang terlalu banyak, sebab hal tersebut dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates