Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Zat Aditif Alami dalam Makanan

Ketahui Zat Aditif Alami dalam Makanan

Ketahui Zat Aditif Alami dalam Makanan

Ketahui Zat Aditif Alami dalam Makanan

Ketahui Zat Aditif Alami dalam Makanan

Ketahui Zat Aditif Alami dalam Makanan – Zat aditif merupakan zat-zat yang ditambahkan dalam makanan selama proses produksi, pengemasan hingga penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif di dalam makanan berdasarkan pertimbangan supaya mutu dan juga kestabilan makanan akan tetap terjaga serta untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak ataupun hilang selama proses pengolahan.Zat aditif dapat berasal buatan maupun alami. Zat aditif yang berasal dari alami bahannya dari tumbuh-tumbuhan. Umumnya zat aditif alami tidak akan menimbulkan efek samping yang membahayakan terhadap kesehatan manusia. Berikut zat aditif alami dan manfaatnya:

1. Sayur Wortel
Kegunaannya yaitu sebagai zat pemberi warna oranye dalam makanan. Wortel sering dimanfaatkn pada pembuatan selai nanas. Selain untuk pemberi warna oranye, wortel juga baik untuk dimakan langsung atau diperas airnya dan juga diminum karena mengandung provitamin A, yakni B karote. B  karoten inilah yang dapat memberikan warna oranye dalam bahan makanan.

2. Tanaman Kunyit
Fungsinya adalah memberi warna kuning agak gelap dalam pembuatan makanan. Kunyit biasanya, digunakan dalam pembuatan nasi kuning. Kunyit sering ditambahkan pada pengolahan daging ayam ataupun itik karena bisa menghilangkan bau amis serta menambah rasa yang khas.

3. Zat aditif daun suji
Manfaatnya adalah sebagai pemberi warna hijau dalam bahan makanan. Daun suji dapat juga digunakan sebagai zat warna dalam minuman.

4. Zat aditif gula tebu atau gula pasir
Gula pasir dapat dibuat dari tanaman tebu yang berguna sebagai pemanis, gula pasir juga dimanfaatkan sebagai pengawet, sebab gula bisa menyerap kandungan air atau bersifat higroskopis. Sehingga dengan tidak adanya air, dengan demikian mikroorganisme di dalam makanan tidak bisa berkembang dan mati.

5. Zat aditif gula aren
Gula aren dihasilkan dari nira bunga aren. Penggunaannya hampir sama dengan penggunaan gula jawa. Namun, gula aren rasanya lebih manis, dengan demikian lebih sering digunakan pada pembuatan jenang atau dodol.

6. Zat aditif gula jawa atau gula kelapa
Gula kelapa dihasilkan dari buah kelapa. Gula kelapa sering dimanfaatkan sebagai pemanis minuman (misalnya dawet, es kelapa muda, sirup dan lain-lainnya). Gula kelapa juga sering digunakan sebagai pemanis ketika memasak sayur.7. Zat aditif Madu
Madu berfungsi sebagai pemanis yang sangat baik sebab mengandung zat-zat gizi yang alami. Sehingga, selain untuk pemanis, penggunaan madu dapat menambah kandungan gizi di dalam makanan.

8. Zat aditif garam dapur
Garam dapur biasa digunakan sebagai pengawet makanan sebab dapat menghambat dan dapat membunuh pertumbuhan bakteri di dalam makanan. Hal itu diakibatkan karena garam dapur bersifat higroskopis atau dapat menyerap kandungan air dalam makanan seperti halnya pada gula pasir. Selain itu garam dapur juga dapat digunakan sebagai penambah rasa dalam makanan secara alami.

9. Zat aditif Bawang putih
Bawang putih yang diiris dapat mengeluarkan aiicin, yakni suatu zat yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri, dengan demikian bawang putih bisa dipakai sebagai bahan pengawet. Selan itu bawang putih juga dapat digunakan sebagai penyedap rasa dalam makanan.

10. Zat aditif Asam Cuka
Nama kimia dari asam cuka yaitu asam asetat. Yang bersifat yang asam, asam cuka dapat membunuh bakteri di dalam makanan. Sering digunakan sebagai bahan pengawet roti dalam mencegah pertumbuhan kapang.

11. Zat aditif Cabai merah
Cabai merah dapat digunakan sebagai perangsang dalam selera makan. Juga mempunyai kandungan vitamin C.

12. Zat aditif daun jeruk
Daun jenik dapat memberikan aroma untuk membangkitkan selera makan serta dapat menghilangkan bau amis pada ikan.

13. Zat aditif Vanili
Vanili dapat memberi rasa serta aroma yang harum. Vanili banyak dimanfaatkan pada pembuatan roti ataupun pada pembuatan kolak.

14. Tanaman Serai
Serai biasa digunakan sebagai penambah aroma dalam pembuatan minuman penghangat tubuh.15. Tanaman Daun pandan
Daun pandan dapat menambah aroma wangi yang khas dalam makanan.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates