Tuesday , 24 October 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Peluang Bisnis Budidaya Pembesaran Kerang Hijau

Peluang Bisnis Budidaya Pembesaran Kerang Hijau

Peluang Bisnis Budidaya Pembesaran Kerang Hijau

Peluang Bisnis Budidaya Pembesaran Kerang Hijau

Peluang Bisnis Budidaya Pembesaran Kerang Hijau

Peluang Bisnis Budidaya Pembesaran Kerang Hijau – Kerang hijau atau perna viridis sangat mudah untuk bisa dijumpai di daerah pantai yang tersebar di seluruh Indonesia. Kerang hijau tersebut biasanya sering sekali menempel pada substrat yang ada di pantai. Kerang hijau juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga banyak sekali dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Konsumen
Kerang hijau banyak sekali memiliki penggemar baik dari kalangan menengah atas maupun bawah, karena kerang hijau mempunyai daya tarik tersendiri dengan rasanya yang begitu gurih dan lezat. Selain itu, kerang hijau juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, diantaranya adalah protein, lemak, karbohidrat dan juga abu. Banyak dikatakan bahwa, nilai gizi yang terkandung di dalam kerang hijau hampir setara dengan nilai gizi yang ada pada daging sapi, ayam dan juga telur ayam.

Memulai Bisnis
Budidaya kerang hijau bisa dilakukan dengan 4 macam metode budidaya yaitu metode tancap, rakit tancap, rakit apung, dan tali rentang. Kondisi lingkungan dari perairan juga harus terhindar dari yang namanya gangguan arus kencang, perubahan dari suhu yang mendadak serta salinitasnya antara 15 sampai 35 permil. Ada beberapa yang perlu dipertimbangkan di dalam memulai bisnis budidaya pembesaran kerang hijau, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pilih lokasi untuk usaha pembesaran kerang hijau yang kondisi airnya bersih dan juga jernih dengan salinitas 15 sampai 35 ppt, pH 7,5 sampai 8,5, oksigen terlarut minimal 3 ppm dan tidak tercemar serta suhu 24 sampai 32 derajat celcius.

2. Siapkan peralatan yang memang dibutuhkan yaitu salinometer, pH meter, termometer dan juga tes kit kualitas air.

3. Buatlah suatu tonggak yang terbuat dari bambu atau gantungan-gantungan bambu dengan rakit yang ditempatkan di perairan tepi pantai. Bambu yang digunakan sebagai tonggak atau gantungan dengan rakit dapat juga dibalut dengan ijuk. Selain dari ijuk, bisa juga dibuat dari bahan jaring nilon, waring, atau juga sabut kelapa yang diselipkan di tali.

Banyaknya tonggak maupun gantungan bambu sebaiknya disesuaika dengan yang namanya kebutuhan. Bibit dari kerang hijau atau spat ini akan menempel pada tonggak atau gantungan bambu dengan sendirinya. Puncak musim pemijahan biasanya pada bulan Mei sampai Juli.

Keuntungan Bisnis
Kandungan gizi yang terdapat di dalam kerang hijau cukup tinggi yaitu 40,8% air, 21,9% protein , 18,5% karbohidrat, 14,5% lemak dan 4,3% abu sehingga menjadikan kerang hijau ini sebanding dengan daging sapi, ayam ataupun telur. Meskipun daging kerang hanyalah 30% dari berat keseluruhannya badannya karena binatang ini terlindungi oleh yang namanya cangkang, akan tetapi di setiap 100 gram daging kerang hijau ini mengandung 100% kalori yang tentunya sangat bermanfaat sekali bagi ketahanan tubuh manusia. Beberapa kelebihan lainnya dari budidaya pembesaran kerang hijau yaitu :

1. Kerang hijau mampu bertahan selama lebih kurang 8 jam di dalam air bersih yang selalu diganti meskipun tidak diberi makan sekalipun.

2. Cara budidaya dari kerang hijau relatif cukup mudah yaitu hanya perlu menancapkan batang bambu yang kondisinya disusun dengan sedemikian rupa sebagai media untuk menempelnya kerang.

3. Harga dari kerang hijau dipasaran cukup stabil sehingga tidak akan khawatir untuk turun. Pasarannya pun sangat bagus karena banyak digemari oleh konsumen.

Hambatan Bisnis
Kerang hijau merupakan salah satu dari biota laut yang bisa bertahan hidup dan juga berkembang biak pada tekanan ekologis yang tinggi tanpa mengalami suatu gangguan yang begitu berarti. Namun meskipun demikian, ada beberapa hambatan atau kendala di dalam menjalankan budidaya kerang hijau yang perlu untuk Anda ketahui. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Kerang hijau termasuk ke dalam binatang filter feeder sehingga binatang ini sangat rawan sekali terhadap air yang terkontaminasi.

2. Tonggak atau gantungan dengan rakit yang tidak kuat biasanya akan mudah utnuk rusak bila terkena arus air yang kencang.

3. Dalam siklus hidupnya, kerang hijau biasanya akan menghadapi musuh di alam seperti gurita, rajungan, ikan dan bintang laut yang merupakan predatur utama untuk kerang hijau yang paling aktif.

Strategi Pemasaran
Harga jual dari kerang hijau memang tidak terlalu mahal seperti halnya jenis makanan seafood yang lain seperti udang atau juga kepiting. Meskipun demikian, harga jual dari kerang hijau cukup stabil dan dengan banyaknya konsumen atau peminat dari kerang hijau membuat penjualan dari jenis kerang tersebut terus meningkat sehingga dapat mendatangkan keuntungan besar bagi para petaninya.

Pebisnis kerang hijau biasanya bekerjasama dengan para pelaku bisnis makanan, seperti bisnis warung makan, catering atau restoran seafood dan lain sebagainya. Selain itu hasil dari panen budidaya kerang hijau, biasanya juga dapat diambil oleh para pedagang ikan di pasar. Pedagang lebih senang di dalam membeli kerang hijau langsung dari petani, karena harga belinya tentu jauh lebih murah.

Kunci Sukses
Menjaga kualitas hasil dari budidaya kerang hijau dengan selalu memperhatikan strategi-strategi untuk merawat kerang hijau dengan benar serta menjaga lingkungan lokasi budidaya dari pencemaran adalah kunci utama di dalam memulai budidaya kerang hijau. Beberapa strategi lain yang penting untuk Anda bisa terapkan adalah sebagai berikut :

1. Pastikan tonggak atau gantungan untuk kerang hijau dengan rakit bisa terpasang kuat sehingga tidak berisiko lepas.

2. Hindari lokasi budidaya pembesaran kerang hijau di daerah yang berpotensi terkena polusi atau pencemaran sehingga kerang hijau yang dihasilkan akan berbahaya untuk dikonsumsi.

3. Lakukan pemanenan setelah melewati pembesaran sekitar 6 sampai 7 bulan dari waktu penempelan spat secara sortasi karena pertumbuhan dari kerang yang satu dengan lainnya tidaklah sama.

Analisa Ekonomi

1. Modal Usaha
Untuk rakit atau lajur tali dengan kolektor 1.000 cabang = Rp 3.000.000,00
Untuk pasak atau patok = Rp 2.000.000,00
Untuk peralatan budidaya dan panen = Rp 500.000,00+
Total dari modal = Rp 5.500.000,00

2. Biaya Produksi
Biaya produksi Per 6 Bulan
Untuk tenaga kerja 2 orang = Rp 7.200.000,00
Untuk penyusutan dan biaya lain-lain = Rp 1.000.000,00+
Total dari biaya produksi = Rp 8.200.000,00

3. Pendapatan setiap bulan
Penjualan dari kerang = 18.000 kg x 2.000,00/ kg = Rp 36.000.000,00
Keuntungan adalah Pendapatan – Biaya Produksi
= Rp 36.000.000,00 – Rp 8.200.000,00
= Rp 27.800.000,00

4. Keuntungan setiap bulan
= Rp 27.800.000,00 : 6 bulan = 4.633.300,-/ bulan

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates